• Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Pemasangan Iklan
  • Contact Us
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Tentang NTB POST
  • Login
NtbPost.co
  • Beranda
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Politik
  • Kriminal
  • Pemerintah
  • Pendidikan
  • Pembangunan
  • Investigasi
  • Lainnya
    • Nusantara
    • Pariwisata
    • Sosial Budaya
    • Teknologi
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Politik
  • Kriminal
  • Pemerintah
  • Pendidikan
  • Pembangunan
  • Investigasi
  • Lainnya
    • Nusantara
    • Pariwisata
    • Sosial Budaya
    • Teknologi
No Result
View All Result
NtbPost.co
No Result
View All Result
Home Sosial Budaya

Memutus Rantai Pernikahan Dini: Menguji Taji Gerakan “Kambeke Anak 21” di Kabupaten Dompu

admin by admin
18 April 2026
in Sosial Budaya
0
Memutus Rantai Pernikahan Dini: Menguji Taji Gerakan “Kambeke Anak 21” di Kabupaten Dompu
0
SHARES
40
VIEWS
Bagikan di WhatsAppBagikan di Facebook

DOMPU – Kabupaten Dompu tengah bergerak dalam melawan tren pernikahan dini yang kian mengkhawatirkan. Melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A), pemerintah daerah resmi meluncurkan gerakan “Kambeke Anak 21”, sebuah inisiatif yang dirancang untuk membentengi remaja dari jerat pernikahan di bawah umur.

Kepaa Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Miftahul Suadah ST. MM., menyebutkan, gerakan ini bukan sekadar seremonial karena hingga sekarang, program tersebut telah memasuki fase krusial berupa penguatan kapasitas pamong desa sebagai ujung tombak sosialisasi sekaligus penyusunan Peraturan Desa (Perdes) tentang Perlindungan Anak.

BERITA TERKAIT

FABEM & MASKER PRAGI Kawal Komitmen Prabowo: Dorong Desa Komoditi Hingga Revolusi Tata Kelola Pangan

Jejak Kursi Pinjaman: Romantika Gotong Royong Hajatan di Dompu Masa Lalu

Warisan

Katanya, keseriusan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dompu dalam isu ini ditandai dengan pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Perlindungan Anak dan Perempuan. Bahkan lanjut Suadah, satgas ini sudah dilegalkan melalui Surat Keputusan (SK) Bupati, yang nantinya berfungsi sebagai instrumen penegasan komitmen kolektif lintas sektor.

Kepala DP3A Kabupaten Dompu, Miftahul Suadah, menyatakan bahwa keberadaan Satgas dan keterlibatan perangkat desa merupakan kunci utama untuk mengimplementasikan program di tingkat akar rumput.

“Harapannya, melalui gerakan Kambeke Anak ini, kita bisa secara bersama-sama mencegah terjadinya pernikahan dini di kalangan remaja kita,” ujar Miftahul 

Ada temuan menarik dalam investigasi mengenai akar masalah terjadinya pernikahan dini di Dompu. Berbeda dengan asumsi umum yang menuding faktor kemiskinan sebagai pemicu utama, DP3A mengungkap fakta yang lebih kompleks.

Miftahul Suadah menegaskan bahwa tren pernikahan dini di daerah ini justru lebih banyak dipicu oleh faktor internal keluarga dan lingkungan sosial.

“Harus diakui, pernikahan dini yang kerap terjadi di daerah ini bukan karena masalah ekonomi, melainkan dampak dari kurangnya perhatian orang tua kepada anak-anak,” ungkap Kepala Dinas yang lebih familiar disapa Acha Suad ini.

Minimnya pengawasan dan kedekatan emosional antara orang tua dan anak menciptakan celah bagi masuknya pengaruh negatif. Fenomena ini seringkali berakhir pada kondisi di mana remaja terjerumus ke dalam lingkaran pergaulan yang tidak sehat.

“Anak-anak banyak yang menikah dini karena dipaksa oleh pergaulan yang salah,” tambahnya.

Langkah DP3A mendorong penyusunan Perdes Perlindungan Anak dinilai sebagai langkah strategis. Dengan adanya aturan di tingkat desa, masyarakat memiliki acuan hukum yang lebih dekat dan nyata untuk mencegah praktik pernikahan di usia anak-anak.

Menurutnya, pamong desa kini dibekali kemampuan untuk menyusun regulasi yang tidak hanya melarang, tetapi juga memberikan solusi preventif bagi warganya. Gerakan “Kambeke Anak 21” diharapkan mampu mengubah paradigma masyarakat bahwa melindungi anak adalah investasi jangka panjang bagi masa depan daerah.

Kini, tantangan besar ada di pundak para pamong desa dan Satgas yang baru terbentuk. “sejauh mana gerakan ini mampu mengubah pola asuh orang tua dan meredam ego pergaulan remaja di pelosok bumi Nggahi Rawi Pahu,” pungkasnya (Idin)

 19,654 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Previous Post

Heboh Perjalanan Dinas Rp19 Miliar, BPKAD Dompu Buka Suara Soal Pemangkasan Dana Pusat

Next Post

Proyek Pelabuhan Kilo, Menunggu Nyali Bupati

admin

admin

Related Posts

FABEM & MASKER PRAGI Kawal Komitmen Prabowo: Dorong Desa Komoditi Hingga Revolusi Tata Kelola Pangan
Sosial Budaya

FABEM & MASKER PRAGI Kawal Komitmen Prabowo: Dorong Desa Komoditi Hingga Revolusi Tata Kelola Pangan

28 Juli 2026
Jejak Kursi Pinjaman: Romantika Gotong Royong Hajatan di Dompu Masa Lalu
Sosial Budaya

Jejak Kursi Pinjaman: Romantika Gotong Royong Hajatan di Dompu Masa Lalu

23 Juli 2026
Warisan
Sosial Budaya

Warisan

13 Juli 2026
Jembatan Masa Depan Sumbawa: Mentransformasi Pemuda Lingkar Tambang Melalui Vokasi dan Karakter
Sosial Budaya

Jembatan Masa Depan Sumbawa: Mentransformasi Pemuda Lingkar Tambang Melalui Vokasi dan Karakter

11 Juli 2026
Kesepakatan dari Ruang Rapat Kerja Alumni SMAN Bima 86
Sosial Budaya

Kesepakatan dari Ruang Rapat Kerja Alumni SMAN Bima 86

7 Juli 2026
Krisis Pasokan Batu Bara Picu Pemadaman Bergilir di Jawa, FABEM Desak Evaluasi Direksi PLN
Sosial Budaya

Krisis Pasokan Batu Bara Picu Pemadaman Bergilir di Jawa, FABEM Desak Evaluasi Direksi PLN

23 Juni 2026
Next Post
Proyek Pelabuhan Kilo, Menunggu Nyali Bupati

Proyek Pelabuhan Kilo, Menunggu Nyali Bupati

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA TERBARU

FABEM & MASKER PRAGI Kawal Komitmen Prabowo: Dorong Desa Komoditi Hingga Revolusi Tata Kelola Pangan

FABEM & MASKER PRAGI Kawal Komitmen Prabowo: Dorong Desa Komoditi Hingga Revolusi Tata Kelola Pangan

28 Juli 2026
Menelusuri Rote Ndao Sebagai Calon Venue Surfing PON NTB-NTT 2028

PSOI Dompu Perjuangkan Lakey Peak Sebagai Venue Cabor Surfing PON NTB-NTT

28 Juli 2026
Pohon Literasi di Ruang BK: Merajut Resiliensi Remaja Lewat Teduhnya Pojok Baca

Pohon Literasi di Ruang BK: Merajut Resiliensi Remaja Lewat Teduhnya Pojok Baca

28 Juli 2026
Menelusuri Rote Ndao Sebagai Calon Venue Surfing PON NTB-NTT 2028

Menelusuri Rote Ndao Sebagai Calon Venue Surfing PON NTB-NTT 2028

27 Juli 2026
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Pemasangan Iklan
  • Contact Us
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Tentang NTB POST

© 2022 - Ntbpost.co - Developed by Tokoweb.co

  • Beranda
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Politik
  • Kriminal
  • Pemerintah
  • Pendidikan
  • Pembangunan
  • Investigasi
  • Lainnya
    • Nusantara
    • Pariwisata
    • Sosial Budaya
    • Teknologi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
0
SHARES
900
VIEWS