DOMPU — Warga Jalan Baru, Kelurhan Karijawa, Kabupaten Dompu, mengeluhkan limbah dapur makan bergizi gratis (MBG) yang beroperasi di depan Masjid Arrahman. Limbah yang kerap merembes ke jalan raya itu menimbulkan bau tak sedap dan mengganggu aktivitas warga, terutama jamaah masjid.
Sejumlah warga menyebut kondisi ini sudah berlangsung cukup lama yakni sejak awal MBG beroperasi dan semakin terasa saat volume limbah meningkat. Air limbah yang diduga berasal dari aktivitas dapur itu tidak hanya menimbulkan bau menyengat, tetapi juga dinilai mencemari lingkungan sekitar dan mengganggu kenyamanan warga yang melintas maupun beribadah.
Sejumlah jamah Masjid Arrahman yang didampingi Kompol (Purn) Muhammad Taufan dan dr. Diaz Indarko sebelumnya sempat mendatangi dapur MBG untuk menyampaikan protes dan keberatan mereka. Dalam pertemuan itu, pihak dapur menjelaskan bahwa penyedotan septic tank telah dilakukan secara rutin, bahkan diklaim bisa mencapai sembilan kali per hari.
Namun, informasi lain yang diperoleh tim investigasi menyebutkan bahwa penyedotan yang benar-benar dilakukan pihak MBG hanya berkisar empat hingga lima kali per hari. Ketidaksesuaian jumlah penyedotan itu diduga membuat septic tank tidak mampu menampung sisa limbah, sehingga air limbah merembes ke jalan raya.
Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran warga terhadap dampak lingkungan dan kesehatan masyarkat. Selain bau yang mengganggu, limpahan limbah juga dinilai dapat menciptakan risiko kebersihan di sekitar masjid dan permukiman warga.
Sejumlah jamaah Masjid Arrahman berencana akan mendatangi koordinator wilayah MBG Dompu untuk meminta agar dapur MBG Jalan Baru segera diberi warning mengenai dampak lingkungan dari operasional mereka. “kami hanya berharap pihak dapur MBG Jalan Baru Karijawa segera menangani persoalan ini secara serius supaya tidak terus meresahkan masyarakat sekitar,” tegas Kompol (Purn.) Taufan.
Jika persoalan limbah ini tidak juga mendapat perhatian, warga menyatakan akan meminta operasional dapur MBG ditutup. Mereka menilai keberadaan dapur tersebut tidak boleh mengorbankan kenyamanan, kesehatan, dan ketertban lingkungan warga. (Idin)
21,845 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini










