• Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Pemasangan Iklan
  • Contact Us
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Tentang NTB POST
  • Login
NtbPost.co
  • Beranda
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Politik
  • Kriminal
  • Pemerintah
  • Pendidikan
  • Pembangunan
  • Investigasi
  • Lainnya
    • Nusantara
    • Pariwisata
    • Sosial Budaya
    • Teknologi
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Politik
  • Kriminal
  • Pemerintah
  • Pendidikan
  • Pembangunan
  • Investigasi
  • Lainnya
    • Nusantara
    • Pariwisata
    • Sosial Budaya
    • Teknologi
No Result
View All Result
NtbPost.co
No Result
View All Result
Home Kesehatan

Tanpa Pasung, Dompu Ubah Cara Pandang Terhadap ODGJ

admin by admin
3 Agustus 2026
in Kesehatan
0
Tanpa Pasung, Dompu Ubah Cara Pandang Terhadap ODGJ

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Dompu, Hj Maria Ulfa

109
SHARES
15.3k
VIEWS
Bagikan di WhatsAppBagikan di Facebook

DOMPU — Persoalan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di Kabupaten Dompu. Data terbaru dari Dinas Kesehatan setempat mencatat total kasus ODGJ berat mencapai 872 orang. Meski angkanya cukup besar, Pemerintah Kabupaten Dompu mengklaim sudah tidak ada lagi praktik pasung terhadap penderita gangguan jiwa di wilayah tersebut.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Dompu, Hj Maria Ulfa, mengatakan seluruh ODGJ yang sebelumnya dipasung telah dirujuk ke Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma di Mataram untuk mendapatkan penanganan medis yang layak.

BERITA TERKAIT

Bayang-Bayang Fenomena Gunung Es HIV di Dompu

Lima Dokter Spesialis Baru Perkuat Layanan Kesehatan di RSUD Dompu

Ko-Infeksi HIV-TBC, Ancaman Ganda yang Menggerogoti Imun dan Nyawa

Langkah ini menjadi bagian dari komitmen daerah menghapus praktik pemasungan yang selama bertahun-tahun menjadi cara keliru masyarakat dalam menangani anggota keluarga dengan gangguan jiwa.
“Sudah tidak ada lagi ODGJ yang dipasung di Dompu. Kalau ada kasus yang butuh penanganan intensif, langsung kami rujuk ke RS Mutiara Sukma,” ujar Ulfa.

Lima Langkah Penanganan

Selama ini, penanganan ODGJ di Dompu dilakukan melalui lima pendekatan utama. Pertama, pemberian obat antipsikotik sesuai resep dokter untuk mengendalikan gejala dan menstabilkan kondisi pasien. Kedua, konseling yang diberikan secara berkala guna mendampingi proses pemulihan pasien secara psikologis.
Ketiga, meningkatkan peran keluarga dan lingkungan sekitar sebagai support system utama bagi pasien. Keempat, mengoptimalkan peran Tim Pembina Kesehatan Jiwa Masyarakat (TPKJM) Kabupaten Dompu yang melibatkan lintas sektor. Kelima, merujuk pasien ke tingkat provinsi apabila kondisinya dinilai membahayakan diri sendiri maupun orang lain.

Skrining Jiwa Diperluas hingga ke Sekolah

Untuk mendeteksi gangguan jiwa sejak dini, Dinas Kesehatan Dompu kini gencar melakukan skrining kesehatan jiwa, terutama menyasar siswa sekolah. Program cek kesehatan gratis yang berjalan saat ini juga telah memasukkan skrining kejiwaan sebagai salah satu komponen pemeriksaan, sehingga potensi gangguan jiwa dapat terpantau lebih awal sebelum berkembang menjadi kasus berat.

Selain intervensi medis, Dinas Kesehatan juga terus melakukan pendekatan kepada keluarga dan lingkungan sekitar pasien. Tujuannya agar masyarakat tidak lagi memberikan stigma dan diskriminasi terhadap ODGJ, yang selama ini kerap menjadi hambatan proses pemulihan.

Kendati sejumlah program sudah berjalan, Ulfa mengakui peran TPKJM Kabupaten Dompu sampai saat ini belum maksimal. Padahal, tim ini dinilai penting sebagai wadah koordinasi lintas dinas dan lembaga dalam menangani persoalan kesehatan jiwa secara menyeluruh, mulai dari deteksi dini, pengobatan, hingga reintegrasi sosial pasien.

Stop Labeli Negatif

Ulfa menekankan pentingnya perubahan cara pandang masyarakat terhadap ODGJ. Ia meminta warga menghentikan kebiasaan memberi label negatif kepada penderita gangguan jiwa hanya karena mereka memiliki kondisi mental yang berbeda dari orang pada umumnya.

“Jangan dilabeli negatif ODGJ-nya karena adanya perbedaan mental dengan yang lain. Misalnya memanggil ODGJ dengan sebutan ‘oeee ringu’ atau gila. Itu yang harus kita hindari,” katanya.

Menurut Ulfa, stigma semacam itu justru memperburuk kondisi psikologis pasien dan membuat keluarga enggan membawa anggotanya untuk berobat karena takut mendapat cap buruk dari lingkungan sekitar. Padahal, dukungan sosial menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan pemulihan ODGJ.

Imbauan Laporkan Kasus Pasung

Meski secara resmi tidak ada lagi kasus pasung yang tercatat, Ulfa tetap membuka ruang bagi masyarakat untuk melapor apabila menemukan ODGJ yang masih dipasung di lingkungan sekitar. Laporan tersebut akan langsung ditindaklanjuti agar pasien bisa segera mendapatkan penanganan yang layak dan manusiawi.
“Kami minta masyarakat melaporkan apabila masih ada ODGJ yang dipasung, supaya bisa segera diambil tindakan,” tegasnya.

Dengan jumlah kasus ODGJ berat yang masih mencapai 872 orang, penguatan sistem layanan kesehatan jiwa di tingkat kabupaten dinilai perlu terus didorong. Optimalisasi peran TPKJM, perluasan skrining di sekolah, serta edukasi masyarakat menjadi kunci agar penanganan ODGJ di Dompu dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan ke depannya. (Idin)

 15,271 kali dilihat,  2 kali dilihat hari ini

Previous Post

Lamine Yamal: Bintang Muda yang Bikin Anak-Anak Indonesia Jatuh Cinta pada Sepak Bola

Next Post

Lima Dokter Spesialis Baru Perkuat Layanan Kesehatan di RSUD Dompu

admin

admin

Related Posts

Bayang-Bayang Fenomena Gunung Es HIV di Dompu
Kesehatan

Bayang-Bayang Fenomena Gunung Es HIV di Dompu

11 Agustus 2026
Lima Dokter Spesialis Baru Perkuat Layanan Kesehatan di RSUD Dompu
Kesehatan

Lima Dokter Spesialis Baru Perkuat Layanan Kesehatan di RSUD Dompu

3 Agustus 2026
Ko-Infeksi HIV-TBC, Ancaman Ganda yang Menggerogoti Imun dan Nyawa
Kesehatan

Ko-Infeksi HIV-TBC, Ancaman Ganda yang Menggerogoti Imun dan Nyawa

25 Juli 2026
BKOW NTB Pelajari Strategi Mojokerto Tekan Angka Stunting Hingga 0,92 Persen
Kesehatan

BKOW NTB Pelajari Strategi Mojokerto Tekan Angka Stunting Hingga 0,92 Persen

13 Mei 2026
Memagari Integritas Medis, Sinergi RSUD Dompu dan Kejaksaan dalam Transformasi Infrastruktur
Kesehatan

Memagari Integritas Medis, Sinergi RSUD Dompu dan Kejaksaan dalam Transformasi Infrastruktur

29 April 2026
Ambulans Rujuk RSUD Dompu Rusak, Suku Cadang Langka dan Mobilitas Tinggi
Kesehatan

RSUD Dompu Berencana Tambah Ambulans Rujuk

26 April 2026
Next Post
Lima Dokter Spesialis Baru Perkuat Layanan Kesehatan di RSUD Dompu

Lima Dokter Spesialis Baru Perkuat Layanan Kesehatan di RSUD Dompu

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA TERBARU

Anak Pantai Lakey Menuju Asian Games: Kisah Emas Bronson Meidy

Anak Pantai Lakey Menuju Asian Games: Kisah Emas Bronson Meidy

3 September 2026
HPN Lampung 2027: PWI, Sejarah, dan Ujian Inklusivitas

HPN Lampung 2027: PWI, Sejarah, dan Ujian Inklusivitas

2 September 2026
Dirangkai UKW, PWI NTB Gelar OKK Perdana Untuk Seluruh Anggota

Dirangkai UKW, PWI NTB Gelar OKK Perdana Untuk Seluruh Anggota

1 September 2026
Kas Daerah Menyusut, Tersingkap Deposito dan Paket Titipan

Pelantikan Molor Fitnah Menyebar

30 Agustus 2026
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Pemasangan Iklan
  • Contact Us
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Tentang NTB POST

© 2022 - Ntbpost.co - Developed by Tokoweb.co

  • Beranda
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Politik
  • Kriminal
  • Pemerintah
  • Pendidikan
  • Pembangunan
  • Investigasi
  • Lainnya
    • Nusantara
    • Pariwisata
    • Sosial Budaya
    • Teknologi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
0
SHARES
900
VIEWS