DOMPU — Persoalan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di Kabupaten Dompu. Data terbaru dari Dinas Kesehatan setempat mencatat total kasus ODGJ berat mencapai 872 orang. Meski angkanya cukup besar, Pemerintah Kabupaten Dompu mengklaim sudah tidak ada lagi praktik pasung terhadap penderita gangguan jiwa di wilayah tersebut.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Dompu, Hj Maria Ulfa, mengatakan seluruh ODGJ yang sebelumnya dipasung telah dirujuk ke Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma di Mataram untuk mendapatkan penanganan medis yang layak.
Langkah ini menjadi bagian dari komitmen daerah menghapus praktik pemasungan yang selama bertahun-tahun menjadi cara keliru masyarakat dalam menangani anggota keluarga dengan gangguan jiwa.
“Sudah tidak ada lagi ODGJ yang dipasung di Dompu. Kalau ada kasus yang butuh penanganan intensif, langsung kami rujuk ke RS Mutiara Sukma,” ujar Ulfa.
Lima Langkah Penanganan
Selama ini, penanganan ODGJ di Dompu dilakukan melalui lima pendekatan utama. Pertama, pemberian obat antipsikotik sesuai resep dokter untuk mengendalikan gejala dan menstabilkan kondisi pasien. Kedua, konseling yang diberikan secara berkala guna mendampingi proses pemulihan pasien secara psikologis.
Ketiga, meningkatkan peran keluarga dan lingkungan sekitar sebagai support system utama bagi pasien. Keempat, mengoptimalkan peran Tim Pembina Kesehatan Jiwa Masyarakat (TPKJM) Kabupaten Dompu yang melibatkan lintas sektor. Kelima, merujuk pasien ke tingkat provinsi apabila kondisinya dinilai membahayakan diri sendiri maupun orang lain.
Skrining Jiwa Diperluas hingga ke Sekolah
Untuk mendeteksi gangguan jiwa sejak dini, Dinas Kesehatan Dompu kini gencar melakukan skrining kesehatan jiwa, terutama menyasar siswa sekolah. Program cek kesehatan gratis yang berjalan saat ini juga telah memasukkan skrining kejiwaan sebagai salah satu komponen pemeriksaan, sehingga potensi gangguan jiwa dapat terpantau lebih awal sebelum berkembang menjadi kasus berat.
Selain intervensi medis, Dinas Kesehatan juga terus melakukan pendekatan kepada keluarga dan lingkungan sekitar pasien. Tujuannya agar masyarakat tidak lagi memberikan stigma dan diskriminasi terhadap ODGJ, yang selama ini kerap menjadi hambatan proses pemulihan.
Kendati sejumlah program sudah berjalan, Ulfa mengakui peran TPKJM Kabupaten Dompu sampai saat ini belum maksimal. Padahal, tim ini dinilai penting sebagai wadah koordinasi lintas dinas dan lembaga dalam menangani persoalan kesehatan jiwa secara menyeluruh, mulai dari deteksi dini, pengobatan, hingga reintegrasi sosial pasien.
Stop Labeli Negatif
Ulfa menekankan pentingnya perubahan cara pandang masyarakat terhadap ODGJ. Ia meminta warga menghentikan kebiasaan memberi label negatif kepada penderita gangguan jiwa hanya karena mereka memiliki kondisi mental yang berbeda dari orang pada umumnya.
“Jangan dilabeli negatif ODGJ-nya karena adanya perbedaan mental dengan yang lain. Misalnya memanggil ODGJ dengan sebutan ‘oeee ringu’ atau gila. Itu yang harus kita hindari,” katanya.
Menurut Ulfa, stigma semacam itu justru memperburuk kondisi psikologis pasien dan membuat keluarga enggan membawa anggotanya untuk berobat karena takut mendapat cap buruk dari lingkungan sekitar. Padahal, dukungan sosial menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan pemulihan ODGJ.
Imbauan Laporkan Kasus Pasung
Meski secara resmi tidak ada lagi kasus pasung yang tercatat, Ulfa tetap membuka ruang bagi masyarakat untuk melapor apabila menemukan ODGJ yang masih dipasung di lingkungan sekitar. Laporan tersebut akan langsung ditindaklanjuti agar pasien bisa segera mendapatkan penanganan yang layak dan manusiawi.
“Kami minta masyarakat melaporkan apabila masih ada ODGJ yang dipasung, supaya bisa segera diambil tindakan,” tegasnya.
Dengan jumlah kasus ODGJ berat yang masih mencapai 872 orang, penguatan sistem layanan kesehatan jiwa di tingkat kabupaten dinilai perlu terus didorong. Optimalisasi peran TPKJM, perluasan skrining di sekolah, serta edukasi masyarakat menjadi kunci agar penanganan ODGJ di Dompu dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan ke depannya. (Idin)
15,271 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini











