DOMPU – Manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Dompu terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan bagi masyarakat. Tahun ini, RSUD Dompu menargetkan penambahan armada ambulans rujukan untuk mengatasi kendala teknis dan tingginya intensitas rujukan pasien ke luar daerah.
Direktur RSUD Dompu, dr. Fitratul Ramadhan, Sp.P, mengungkapkan bahwa pengadaan satu unit armada baru tersebut kini masuk dalam rencana strategis manajemen. Menurutnya, langkah ini diambil bukan sekadar karena jumlah armada yang ada saat ini tidak memadai, melainkan demi menjamin keamanan dan kenyamanan pasien selama perjalanan jauh.
Tantangan Jarak dan Kondisi Armada
Sebagai rumah sakit tipe C, RSUD Dompu sebenarnya sudah memiliki empat unit ambulans rujukan. Secara regulasi, jumlah tersebut dinilai mencukupi. Namun, letak geografis Kabupaten Dompu menjadi tantangan tersendiri.
“Sebenarnya untuk kelas RS tipe C, empat ambulans rujukan itu sudah cukup. Tapi masalah utamanya adalah jarak tempuh yang sangat jauh menuju RS tipe B atau tipe A (RSUP) di Mataram maupun Sumbawa,” ujar dr. Fitratul.
Selain jarak, faktor usia kendaraan menjadi perhatian serius. Ia mengakui bahwa beberapa armada yang ada saat ini sudah mulai “uzur”. Kondisi ini berdampak pada seringnya terjadi gangguan pada suku cadang (onderdil) kendaraan saat sedang bertugas.
“Karena usianya sudah agak tua, onderdilnya sering mengalami gangguan. Tentu ini berisiko jika harus menempuh perjalanan panjang dengan kondisi pasien yang butuh penanganan cepat,” tambahnya.
Kondisi di lapangan ternyata turut menjadi perhatian warga Kabupaten Dompu. Menyadari tingginya intensitas rujukan pasien ke luar daerah, sejumlah elemen masyarakat mengusulkan agar pemerintah daerah menambah setidaknya dua unit ambulans lagi.
Jika usulan ini terealisasi, RSUD Dompu akan memiliki total enam unit ambulans rujukan. Aspirasi ini didasari oleh perhitungan rasional: dengan enam armada, rumah sakit dapat menjamin minimal satu pasien rujukan bisa diberangkatkan setiap harinya tanpa terkendala armada yang sedang dalam perawatan atau sedang menempuh perjalanan balik. Karenanya, menurut mereka penambaan armada ambulance yang prima adalah harga yang harus dibayar.
Dengan adanya rencana penambahan armada ini, diharapkan kendala transportasi medis di Kabupaten Dompu dapat teratasi, sehingga keselamatan pasien selama proses rujukan tetap terjaga di tengah tantangan geografis Pulau Sumbawa. (Idin)
20,959 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini











