DOMPU — Pemerintah Kabupaten Dompu , Kamis (4/6/2026) meresmikan Rumah Produksi Rokok PR Imilna Bumen Mandiri Bersinar sekaligus membuka Pelatihan Pengembangan Desain Produk di Desa Kadindi Barat, Kecamatan Pekat. Peresmian ini menandai babak baru transformasi ekonomi Dompu dari daerah berbasis pertanian menuju agro industri.
Bupati Dompu Bambang Firdaus yang hadir dalam acara tersebut menegaskan bahwa pembangunan rumah produksi ini merupakan wujud konkret dari visi daerah “Dompu Maju, Sejahtera, Berkeadilan, dan Berbudaya 2025–2030”, khususnya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis potensi lokal.
“Sudah puluhan tahun Kabupaten Dompu, khususnya Kecamatan Pekat, terjebak sebagai penyedia bahan baku mentah yang nilai tambahnya justru dinikmati oleh pabrik-pabrik di luar pulau. Hari ini kita balik arah kompas ekonomi kita,” ujar Bupati dalam sambutannya.
Acara ini turut dihadiri oleh pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Dompu, jajaran Forkopimda, Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean C Sumbawa, kepala organisasi perangkat daerah, camat, serta kepala desa setempat.
Tiga Arah Kebijakan Strategis
Dalam kesempatan itu, Bupati memaparkan tiga arah kebijakan yang menjadi landasan momentum peresmian ini. Pertama, repositioning ekonomi daerah dari sektor agraris menuju industrialisasi berbasis pertanian atau agro industri. Pembangunan infrastruktur rumah produksi ini disebut sebagai langkah politik anggaran untuk memastikan Dompu berdaulat atas rantai pasok komoditasnya sendiri.
Kedua, penguatan kemandirian fiskal daerah melalui optimalisasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT). Bupati menekankan pentingnya sinergi dengan Bea dan Cukai Sumbawa guna memastikan seluruh proses produksi berjalan legal dan terstandar. Setiap rokok legal yang diproduksi di fasilitas ini, tegasnya, berkontribusi langsung pada DBH-CHT yang nantinya dikembalikan ke daerah untuk membiayai layanan kesehatan, jaminan sosial, dan infrastruktur bagi masyarakat.
Ketiga, proteksi pasar lokal dan hilirisasi berkelanjutan. Dalam kerangka ini, pelatihan desain produk yang diikuti 40 peserta lokal bukan sekadar pembelajaran teknis, melainkan bagian dari strategi bersaing di pasar bebas. Bupati menginstruksikan seluruh OPD untuk mengawal agar produk lokal mampu menjadi tuan rumah di daerahnya sendiri, sekaligus menekan peredaran rokok ilegal.
Sinergi Pemda dan Bea Cukai
Kehadiran KPPBC Tipe Madya Pabean C Sumbawa dalam acara ini mencerminkan komitmen sinergi antara pemerintah daerah dan otoritas cukai dalam membangun ekosistem industri yang, menurut Bupati, “clean and clear.” Legalitas izin industri menjadi prioritas utama agar manfaat fiskal dari sektor tembakau dapat dimaksimalkan untuk kepentingan rakyat Dompu.
Pelatihan pengembangan desain produk yang dibuka bersamaan dengan peresmian tersebut diarahkan untuk melahirkan produk lokal beridentitas budaya Dompu namun berstandar pasar yang kompetitif, sehingga mampu bersaing secara nasional bahkan global.
Acara diakhiri dengan pernyataan resmi Bupati yang membuka pelatihan dan meresmikan beroperasinya Rumah Produksi Rokok PR Imilna Bumen Mandiri Bersinar sebagai salah satu tonggak industrialisasi Kabupaten Dompu. (Idin)
7,376 kali dilihat, 9 kali dilihat hari ini










