DOMPU – Deru ombak yang memecah di ujung Pantai Lakey, Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu, telah lama menjadi magnet bagi peselancar dunia. Kini, gelombang legendaris itu tengah memperjuangkan sesuatu yang lebih besar, yakni pengakuan resmi untuk dijadikan venue cabang olahraga surfing pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 mendatang yang akan digelar di Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur (NTB-NTT).
Ketua Persatuan Selancar Ombak Indonesia (PSOI) Kabupaten Dompu, Dedi Gun, menegaskan bahwa rekam jejak Pantai Lakey sudah lebih dari cukup untuk membuktikan kelayakannya sebagai tuan rumah kompetisi selancar berskala nasional maupun internasional.
Menurut Dedi Gun, Pantai Lakey pernah dipercaya sebagai lokasi penyelenggaraan kejuaraan surfing internasional kelas World Wide Qualifying Series (WWQS) sebanyak dua kali berturut-turut. Ajang bergengsi tersebut digelar atas kerja sama tiga lembaga besar dunia selancar, yaitu Association Surfing Profesional (ASP) yang bermarkas di California, International Surfing Association (ISA) yang berkantor di Australia, dan Indonesian Surfing Association (INSA) yang berpusat di Bali.
“Ajang WWQS di Lakey Peak kala itu diikuti oleh peselancar dari 13 negara. Ini bukti nyata bahwa kelas dunia sudah mengakui kualitas ombak dan kesiapan penyelenggaraan di pantai kita,” ujar Dedi Gun.
Keberhasilan menyelenggarakan event berkelas dunia dua kali berturut-turut, kata Dedi, menjadi modal kuat sekaligus argumen paling nyata untuk meyakinkan pemangku kepentingan bahwa Lakey Peak siap dari segi teknis, fasilitas, maupun pengalaman panitia lokal.
Gelombang Kembar dan Barrel, Impian Setiap Peselancar
Salah satu daya tarik utama Lakey Peak terletak pada karakter ombaknya yang jarang ditemukan di lokasi selancar lain di Indonesia. Pantai ini dikenal luas oleh komunitas surfing dunia karena menghadirkan fenomena gelombang kembar atau twin peaks, di mana ombak pecah secara bersamaan di dua titik yang berdekatan, membentuk formasi menyerupai cermin.
Fenomena ini memungkinkan peselancar mengambil arah kiri maupun kanan dari satu titik take off, sesuatu yang oleh banyak peselancar profesional disebut sebagai keunikan langka. Selain gelombang kembar, Lakey Peak juga terkenal dengan gulungan ombak barrel, yaitu ombak berongga yang membentuk terowongan air saat pecah. Sensasi meluncur di dalam barrel inilah yang menjadi target utama peselancar kelas dunia ketika berkunjung ke Lakey.
“Gelombang barrel di Lakey Peak itu impian setiap surfer. Banyak peselancar dari luar negeri sengaja datang hanya untuk merasakan sensasi masuk ke dalam barrel di sini. Karakter ombak seperti ini yang membuat Lakey Peak dikenal di kalangan komunitas selancar dunia,” jelas Dedi.
Kombinasi gelombang kembar dan barrel inilah yang menurut Dedi menempatkan Lakey Peak sejajar dengan destinasi selancar kelas dunia lainnya, dan menjadi alasan kuat mengapa lokasi ini pantas dipertimbangkan sebagai venue Cabor Surfing di PON mendatang.
Dua Juara Dunia Lahir dari Ombak Lakey
Dedi Gun mengingatkan bahwa Pantai Lakey bukan hanya tempat singgah para peselancar, akan tetapi juga yang telah melahirkan dua juara dunia selancar. Prestasi ini, menurutnya, harus menjadi pertimbangan serius bagi para pengambil kebijakan olahraga di tingkat provinsi maupun pusat.
“One Anwar pemegang medali Emas Sea Games dan Bronson Meydi peraih medali Emas di Asian Games, mereka dilahirkan dari rahim Ombak Lakey Peak. Ini prestasi yang harus diapresiasi dengan menjadikan Lakey Peak sebagai venue PON. Kalau bukan di sini, di mana lagi kita mencari lokasi yang sudah terbukti melahirkan atlet kelas dunia ?” tegasnya.
Meminta Dukungan KONI dan Pemerintah Provinsi
Dedi Gun berharap KONI Kabupaten Dompu turut menyuarakan aspirasi ini secara berjenjang, mulai dari KONI Provinsi NTB hingga KONI Pusat, agar penetapan venue surfing untuk PON 2028 dapat mempertimbangkan Pantai Lakey sebagai pilihan utama.
“Kami minta KONI Dompu ikut berbicara ke KONI Provinsi NTB, bahkan sampai ke KONI Pusat. Ini bukan kepentingan Dompu semata, tapi kepentingan olahraga selancar nasional untuk memiliki venue yang benar-benar representatif,” katanya.
Ia juga berharap Gubernur NTB dapat membahas hal ini secara langsung bersama Menteri Pemuda dan Olahraga, mengingat keputusan penetapan venue PON membutuhkan koordinasi lintas pemerintahan dari tingkat daerah hingga pusat.
“Lakey Peak sudah punya nama di dunia selancar internasional, sudah melahirkan juara dunia, sudah pernah jadi tuan rumah event internasional. Tinggal keberanian pemerintah untuk menetapkannya,” ujar Dedi.
Tower Berusia Hampir Tiga Dekade, Masih Berdiri Kokoh
Selain karakter ombak dan rekam jejak prestasi, kesiapan infrastruktur Pantai Lakey turut menjadi sorotan. Salah satu bukti nyata kesiapan tersebut adalah menara pemantau atau tower Juri yang telah berdiri sejak tahun 1996, dan hingga kini kondisinya masih kokoh meski usianya sudah mendekati tiga dekade.
Menurut Dedi Gun, ketahanan tower tersebut tidak lepas dari pemilihan bahan material yang tepat sejak awal pembangunan. Struktur tower dibangun menggunakan kayu besi, jenis kayu yang didatangkan khusus dari Kalimantan karena dikenal memiliki ketahanan tinggi terhadap air dan cuaca ekstrem.
“Ini bukti bahwa Lakey Peak adalah pilihan sangat tepat untuk jadi Venue Cabor Surfing di PON NTB NTT,” jelas Dedi.
Menyongsong Masa Depan Selancar Dompu
Dengan modal karakter ombak yang diakui dunia, rekam jejak penyelenggaraan event internasional, prestasi atlet kelas dunia, serta infrastruktur yang telah teruji puluhan tahun, Dedi Gun optimistis Pantai Lakey memiliki seluruh syarat untuk ditetapkan sebagai venue resmi cabang olahraga surfing pada PON 2028.
Ia berharap dukungan dari berbagai pihak, mulai dari komunitas selancar lokal, KONI di semua tingkatan, Pemerintah Kabupaten Dompu hingga pemerintah provinsi dan pusat, dapat bersatu memperjuangkan pengakuan yang menurutnya sudah sepatutnya diberikan kepada Lakey Peak.
“Ombak ini sudah membawa nama Dompu dan NTB ke pentas dunia. Sekarang saatnya negara memberikan pengakuan yang setimpal,” pungkas Dedi Gun. (Idin)
29,027 kali dilihat, 29,027 kali dilihat hari ini










