Oleh — Muhyiddin (Idin)
SUMBAWA BARAT — Kabut pagi belum sepenuhnya terangkat saat deru mesin berat mulai menggema di area tambang Batu Hijau. Ribuan pekerja berseragam biru dan oranye bergerak memasuki area operasional. Sebagian besar dari mereka merupakan warga lokal yang bermobilisasi setiap hari dari desa-desa di Maluk, Sekongkang, dan Jereweh. Rutinitas bertahun-tahun ini menyimpan realitas penting terhadap denyut nadi perekonomian Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) yang saat ini bersandar kuat pada satu korporasi tambang tembaga dan emas, PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN). Tingkat ketergantungan ekonomi serta dampaknya bagi masa depan daerah menjadi hal penting untuk ditelaah.
Angka yang Bicara
Riset bertajuk “Analisis Dampak Makroekonomi dan Sosial Ekonomi PT Amman Mineral Nusa Tenggara” oleh Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) pada Maret 2026 memaparkan data signifikan bahwa, kontribusi AMMAN terhadap perekonomian KSB mencakup lebih dari separuh total aktivitas ekonomi daerah sepanjang periode 2018 hingga 2024. Cakupan ini meliputi operasional tambang, pembangunan fasilitas pemurnian (smelter), hingga program pemberdayaan masyarakat.
Head of Research Team LPEM FEB UI, Ir. Uka Wikarya, M.Si., menjelaskan bahwa stimulus ekonomi perusahaan ini bergerak melampaui upah karyawan. Kebutuhan logistik, katering, dan rantai pasok jasa pendukung turut menggerakkan usaha petani, peternak, serta penyedia pangan lokal. Dampak positif ini menyebar ke berbagai sektor eksternal di luar lingkar tambang.
Data riset tersebut menunjukkan aktivitas AMMAN menghasilkan efek ganda (multiplier effect) berupa lowongan kerja untuk rata-rata 18,6 ribu orang per tahun di KSB. Selain itu, peningkatan pendapatan rumah tangga di sekitar wilayah operasional menembus angka Rp44 triliun sepanjang periode kajian, atau setara Rp6,3 triliun per tahun.
Ekspansi Tenaga Kerja Lokal
Sektor ketenagakerjaan memperkuat temuan makroekonomi tersebut. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) NTB Dr. H. Aidy Furqan, S.Pd., M.Pd., memandang lonjakan tenaga kerja di proyek smelter AMMAN dari 9.700 (tahun 2022) menjadi 37.000 orang (tahun 2024) sebagai bukti nyata keberhasilan hilirisasi industri dan Proyek Strategis Nasional (PSN) dalam membuka lapangan kerja secara masif.
Mayoritas dari jumlah tersebut, yakni 35.776 orang atau sekitar 98 persen, merupakan tenaga kerja domestik dari NTB maupun wilayah Indonesia lainnya. Sementara itu, porsi tenaga ahli asing mendapat pengawasan ketat dari pemerintah daerah.
Untuk operasional inti di tambang Batu Hijau dan proyek pengembangannya, korporasi mempekerjakan lebih dari 11.500 karyawan. Penyerapan warga lokal KSB dan NTB oleh AMMAN bersama mitra bisnisnya mencapai hampir 75 persen dari total staf. Dominasi ini menempatkan sektor pertambangan sebagai pilar utama PDRB, dengan kontribusi mencapai 82 persen bagi KSB dan 17,3 persen untuk Provinsi NTB.
Direktur Utama AMMAN, Arief Widyawan Sidarto, menegaskan kebijakan korporasi untuk tetap memprioritaskan talenta daerah pada setiap fase operasional. Keselarasan visi ini diwujudkan melalui kolaborasi bersama Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat dan UT School dalam program Industrialisasi Ketenagakerjaan pada Maret 2026. Langkah nyata ini diawali dengan pemberian beasiswa Mekanik Alat Berat untuk menyiapkan generasi muda lokal masuk ke dunia industri.
Kontribusi Fiskal dan Ketergantungan Pasar
Selain penyerapan tenaga kerja, kepatuhan fiskal perusahaan menjadi penopang utama pendapatan negara di Pulau Sumbawa. Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Sumbawa Besar memberikan penghargaan kepada PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) dan PT Amman Mineral Integrasi (AMIG) sebagai Pembayar Pajak terbesar, Wajib Pajak Badan serta Wajib Pajak Badan pendukung penerimaan Pajak terbaik. Setoran pajak AMNT menyumbang hampir setengah dari target penerimaan KPP Pratama Sumbawa Besar, menempatkannya di posisi teratas wajib pajak wilayah tersebut.
Kepala KPP Pratama Sumbawa Besar, Benny Santosa, menyatakan kontribusi kedua anak usaha ini krusial dalam pencapaian target penerimaan pajak daerah dan diharapkan menjadi percontohan bagi korporasi lain. Merespons hal tersebut, Vice President Corporate Communications dan Investor Relations AMMAN, Kartika Octaviana, menyampaikan bahwa apresiasi ini memperkuat komitmen perusahaan dalam mendorong kesejahteraan masyarakat melalui sinergi berkelanjutan dengan para pemangku kepentingan.
Manfaat finansial ini juga masuk ke kas Pemerintah Provinsi NTB lewat Dana Bagi Hasil (DBH) sebesar 1,5 persen dari keuntungan bersih perusahaan. Pada 2025, Pemprov NTB menerima alokasi DBH senilai Rp176,67 miliar.
Kendati demikian, ketergantungan pada sektor ini membawa risiko tersendiri. Sekretaris Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) NTB, M. Zuhudy Kadran, memaparkan bahwa nilai transfer DBH bersifat fluktuatif karena terikat langsung pada performa keuntungan laba korporasi, harga komoditas global, serta nilai tukar dolar Amerika Serikat. Fluktuasi tersebut membuat pendapatan daerah rentan terhadap dinamika eksternal yang berada di luar kendali pemerintah lokal. Kondisi ini memperkuat urgensi diversifikasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) agar struktur finansial wilayah lebih stabil.
Penguatan UMKM dan Sektor Pangan
Pemberdayaan ekonomi masyarakat turut bergerak di sektor mikro. Melalui pilar Economic Empowerment dalam Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM), AMMAN bersama Narasa Indonesia menginisiasi program SINERGI dan SELARAS sejak akhir 2021. Program ini mengasuh 32 pelaku UMKM dan 15 pemuda di KSB lewat pelatihan pemasaran digital, branding, standardisasi kemasan, serta pengurusan legalitas formal seperti izin PIRT, sertifikasi halal, dan hak kekayaan intelektual.
Intervensi ini membuahkan hasil signifikan pada produktivitas usaha. Zakiah, pemilik usaha Bakso Emak di Kecamatan Seteluk, mencatat lonjakan pendapatan harian dari Rp500 ribu menjadi rata-rata Rp5 juta, sehingga akumulasi omzetnya kini menyentuh Rp100 juta per bulan. Pola pertumbuhan serupa dialami Peti Puspita Sari, produsen permen susu, yang berhasil mengerek omzet bulanan dari Rp3 juta menjadi Rp35 juta, dengan jangkauan pasar hingga ke bandara-bandara di NTB. Pelaku usaha komoditas jamu, stik rumput laut, dan kue tradisional juga melaporkan penguatan pendapatan bersih secara konsisten.
Vice President Social Impact AMMAN, Priyo Pramono, menjelaskan bahwa program kemitraan ini bertujuan membangun kemandirian ekonomi masyarakat KSB di luar sektor ekstraktif. Menyambung hal itu, Senior Manager Social Impact AMMAN, Aji Suryanto, menambahkan bahwa akselerasi UMKM diarahkan pada penguatan pariwisata daerah dan diversifikasi produk sebagai bantalan ekonomi alternatif saat aktivitas pertambangan menurun kelak. Program ini juga diperluas ke sektor pertanian dan perikanan melalui perbaikan infrastruktur jalan usaha tani serta penyediaan sarana air bersih.
Tantangan Kemandirian Ekonomi Masa Depan
Struktur data di atas mengonfirmasi signifikansi kehadiran AMMAN bagi perekonomian regional diantaranya adalah, penyediaan lapangan kerja secara masif, sokongan fiskal penopang kas negara, dan eskalasi kelas usaha lokal.
Meskipun demikian, terdapat tantangan fundamental yang memerlukan solusi jangka panjang yakni, tentang keberlanjutan ekonomi Sumbawa Barat saat cadangan mineral menipis atau ketika harga komoditas global mengalami kontraksi.
Menempatkan lebih dari separuh kekuatan ekonomi daerah pada satu sektor industri ekstraktif sama dengan menciptakan kerentanan struktural. Program diversifikasi di bidang UMKM, pertanian, dan pariwisata yang berjalan saat ini masih berskala kecil dibanding raksasa industri tambang. Jalan menuju kemandirian ekonomi yang seutuhnya masih membutuhkan proses panjang.
Kolaborasi erat antara eksekutif, legislatif, dan korporasi menjadi instrumen kunci agar pertumbuhan ini bermutasi menjadi fondasi transformasi ekonomi yang inklusif. Keberhasilan transformasi tersebut baru akan teruji secara nyata saat aktivitas tambang sepenuhnya berhenti beroperasi di masa depan.
21,401 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini










