MATARAM – Layanan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) Bank NTB Syariah menunjukkan perkembangan cukup pesat. Hingga Agustus 2026, jumlah merchant QRIS yang dilayani Bank NTB Syariah mencapai 13.863 merchant, meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan Juli yang tercatat sekitar 6.000 merchant. Pertumbuhan tersebut juga diikuti peningkatan dana yang dihimpun dari transaksi merchant QRIS. Jika pada Juli nilainya sekitar Rp67 miliar, hingga Agustus 2026 telah menembus Rp140 miliar lebih.
Direktur Dana dan Transaksi Bank NTB Syariah, Adhi Susantio pada wartawan, Jumat (11/9/2026) di ruangan Direktur Dana Dan Transaksi Bank NTB Syariah, mengatakan peningkatan tersebut tidak lepas dari kemudahan layanan QRIS sebagai sarana transaksi digital yang diberikan kepada masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).
“Jumlah merchant QRIS sampai Agustus 2026 ini mencapai 13.863 dari sekitar 6 ribu di bulan Juli. Kemudian total dana yang dihimpun dari merchant ini dari Rp67 miliar, sekarang sudah sampai Rp140 miliar lebih. Sudah dua kali lipat lebih dari bulan Juli,” katanya.
Menurutnya, QRIS memberikan kemudahan bagi pelaku UMKM dalam melakukan transaksi. Karena itu, Bank NTB Syariah terus mendorong penggunaan layanan pembayaran digital tersebut sekaligus memberikan edukasi kepada para pelaku usaha.
Edukasi dilakukan dengan turun langsung ke lapangan, termasuk mendatangi UMKM dan pusat-pusat bisnis. Bank NTB Syariah juga menyiapkan ruang khusus di kantor untuk memberikan edukasi kepada masyarakat terkait layanan digital perbankan.
“Kita juga turun langsung ke UMKM sebagai bagian dari langkah Bank NTB Syariah untuk mengedukasi UMKM. Di kantor juga disiapkan ruang khusus untuk edukasi,” jelasnya.
Dia mengatakan, peningkatan penggunaan QRIS juga tidak terlepas dari semakin tingginya kepercayaan masyarakat terhadap layanan perbankan digital. Menghadapi perkembangan era digital, seluruh pihak dituntut untuk berbenah dan menyesuaikan diri dengan kebutuhan transaksi masyarakat yang semakin praktis dan cepat.
Untuk membangun kepercayaan tersebut, Bank NTB Syariah terus melakukan edukasi dan meningkatkan literasi masyarakat mengenai produk-produk digital perbankan. Edukasi dilakukan secara berkesinambungan, baik di pasar, pusat bisnis maupun langsung kepada pelaku UMKM.
“ Kita terus melakukan edukasi dan peningkatan literasi. Tidak berhenti. Kami monitor dan kami pantau. Intinya, kami monitoring secara berkesinambungan,” ujarnya.
Dari sisi keamanan, Bank NTB Syariah juga menerapkan sistem pengawasan dan monitoring selama 24 jam terhadap transaksi digital. Sistem pengawasan tersebut diterapkan untuk seluruh produk digital Bank NTB Syariah guna memberikan rasa aman dan nyaman kepada nasabah.
Menariknya, layanan transaksi digital Bank NTB Syariah kini tidak hanya menjangkau transaksi di dalam negeri. Layanan tersebut juga dapat digunakan untuk transaksi disejumlah negara, diantaranya Singapura, Thailand, Kuala Lumpur, Jepang dan Hong Kong.
Perkembangan tersebut menunjukkan semakin luasnya pemanfaatan layanan pembayaran digital Bank NTB Syariah sekaligus memperkuat peran QRIS dalam mendukung aktivitas transaksi masyarakat dan UMKM di tengah akselerasi digitalisasi ekonomi. (Uqi)
1,011 kali dilihat, 1,011 kali dilihat hari ini










