DOMPU — Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Dompu, Ahmadin, menyambut positif program kemitraan pertanian tebu antara petani di Kecamatan Pekat dengan PT Sukses Mantap Sejahtera (SMS). Kemitraan ini dinilai sebagai langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan petani pada komoditas tunggal jagung.
Dalam keterangan yang disampaikannya, Ahmadin menjelaskan bahwa dalam skema kemitraan tersebut, setiap kepala keluarga petani mendapatkan alokasi lahan seluas dua hektar. Sebagai bentuk bagi hasil, petani diwajibkan membayar pajak kemitraan kepada PT SMS sebesar Rp 1.500.000 per hektar, namun besaran tersebut dapat disesuaikan dengan hasil panen yang diperoleh.
“Kalau belum dapat hasil yang bagus, bisa bayar Rp 500.000 (per hektar),” ujar Ahmadin, tentang fleksibilitas skema pembayaran yang dinilainya cukup berpihak kepada petani.
Politisi yang mewakili aspirasi masyarakat Kecamatan Pekat ini mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada PT SMS yang dinilai telah membuka peluang ekonomi baru bagi warga Dompu, khususnya petani di wilayah Pekat. Ia berharap kemitraan ini dapat menjadi model diversifikasi pertanian yang berkelanjutan.
“Saya pribadi, maupun sebagai wakil rakyat, sangat berterima kasih kepada PT SMS yang sudah mau bekerja sama dengan rakyat Dompu, umumnya, dan lebih khusus rakyat Kecamatan Pekat, untuk bermitra tanam tebu agar rakyat tidak tergantung pada satu komoditi jagung,” kata Ahmadin.
Ia juga mendorong pemerintah daerah untuk segera menggencarkan sosialisasi kepada para petani dan peternak agar antara keduanya dapat saling menjaga dan berdampingan di lahan yang sama. (Idin)
13,721 kali dilihat, 8 kali dilihat hari ini










