DOMPU — Ombak Lakey di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, kembali membuktikan diri sebagai ladang lahirnya peselancar tangguh. Dalam beberapa bulan terakhir, sederet nama muda asal pantai ini mencetak prestasi membanggakan di berbagai ajang kejuaraan surfing, mulai dari level provinsi hingga internasional.

Nama Alfan menjadi sorotan utama setelah berhasil mempertahankan gelar juara alias back-to-back champion di ajang Quiksilver Air Show Echo Beach, Canggu, Bali. Gelar tersebut diraih usai Alfan mendaratkan manuver big air yang berani pada detik-detik akhir babak final, yang digelar pada 4–5 Juli 2026. Pencapaian ini menegaskan konsistensi kemampuan Alfan di kancah surfing nasional.
Prestasi
Tak hanya Alfan, peselancar muda Lakey lainnya juga mencatatkan hasil gemilang. Rajo Saputra sukses menempati posisi pertama pada ajang Uluwatu Boardriders Challenge dan Padang-Padang Cup, dua kompetisi bergengsi yang digelar di kawasan surfing terkenal Bali. Sementara itu, Bronson Meidy meraih peringkat pertama kategori World Junior.
Deretan capaian juga hadir dari Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2026, tempat tiga atlet muda Lakey lainnya turut mengharumkan nama daerah. Satrio berhasil membawa pulang medali emas, disusul Lucki Haryanto dengan medali perak, dan Ompu Rhamadan yang meraih medali perunggu.
Rentetan prestasi ini menunjukkan bahwa regenerasi atlet surfing di Lakey berjalan cukup baik, dengan banyak talenta muda yang siap bersaing di level lebih tinggi.
Deretan capaian tersebut membuat para atlet muda ini berharap besar kepada Pemerintah Kabupaten Dompu dan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Dompu, agar sebuah event kejuaraan surfing berkelas dapat digelar langsung di gelombang Lakey. Menurut mereka, event semacam itu akan menjadi bentuk penghargaan atas kerja keras dan pencapaian yang telah mereka raih selama ini.

Muhammad Ali, pengusaha wisata sekaligus pemerhati olahraga surfing di Lakey, turut menyuarakan harapan senada. Ali meminta agar momentum penyerahan bonus bagi para atlet peraih medali Porprov nanti dapat sekaligus dirangkaikan dengan penyelenggaraan event kejuaraan surfing oleh Pemkab Dompu. Menurutnya, langkah ini akan memberi dampak ganda, baik sebagai apresiasi kepada atlet maupun sebagai promosi destinasi wisata Lakey ke publik yang lebih luas.
Selain itu, Ali juga menitipkan pesan khusus kepada KONI Pusat bahwa, keberhasilan anak-anak pantai Lakey meraih medali di berbagai kejuaraan surfing bergengsi merupakan bukti nyata kesiapan Lakey untuk ditunjuk sebagai tuan rumah atau venue cabang olahraga surfing pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 mendatang.
Katanya, dengan gelombang berkualitas dunia dan deretan prestasi atlet yang terus bertambah, Lakey kini dipandang layak mendapat perhatian lebih serius dari pemerintah daerah maupun pusat. Dukungan berupa fasilitas, event berkelas, dan pembinaan berkelanjutan dinilai penting agar prestasi para peselancar muda ini dapat terus berkembang dan Lakey benar-benar siap menyambut PON 2028 sebagai salah satu venue surfing kebanggaan Indonesia.
“kami sangat yakin bahwa pantai dan gelombang Lakey Peak dengan infrastruktur yang ada saat ini sangat siap untuk ditunjuk sebagai venue Cabor Surfing di PON NTB NTT mendatang,” tegas Ali. (Idin)
27,349 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini










