Dompu – Kontingen Dompu pulang dari Porprov XII NTB 2026 dengan 173 medali: 44 emas, 44 perak, dan 85 perunggu. Bonus untuk para peraihnya kini menunggu satu dokumen, yakni Surat Keputusan (SK) Penetapan dari KONI NTB. Anggaran sudah ada dan hitungan sudah siap, tetapi SK baru bisa terbit setelah KONI NTB memiliki ketua definitif.
Ketua KONI Dompu, Asrullah ST, mengatakan pihaknya sudah menyusun draf besaran bonus atlet dan pelatih. Total rancangannya Rp 2,996 miliar. Angka itu sejalan dengan perkiraan awal yang disampaikan Asrullah akhir Juli lalu, bahwa kebutuhan anggaran bonus lebih dari Rp 3 miliar.
Proses menuju alokasi ini tidak mulus. Informasi yang beredar pada akhir Juli menyebut bonus belum masuk APBD murni 2026 dan baru berpeluang dibayar lewat APBD Perubahan atau APBD 2027. Kondisi fiskal daerah saat itu disebut sangat seret menjadi penyebabnya. Asrullah memastikan kebutuhan tersebut sudah dialokasikan di APBD Perubahan tahun 2026.
Skema bonus tetap mengacu pada komitmen Bupati Dompu, Bambang Firdaus. Katanya, peraih emas dijanjikan Rp 20 juta, perak Rp 15 juta, dan perunggu Rp 7,5 juta. Pemberitaan sebelumnya sempat mencatat nominal perunggu Rp 7 juta, sehingga angka final tetap mengikuti penetapan resmi.
Penerima bonus harus ditetapkan by name by number lewat SK KONI NTB. Masalahnya, organisasi itu sedang menjalani Musyawarah Olahraga Provinsi untuk memilih ketua baru, yang dijadwalkan akan dilaksanakan pada 13 Oktober 2026.
Karenanya Asrullah memperkirakan SK Penetapan akan bisa terbit setelah tanggal itu, menunggu ketua definitif bekerja. Bila alurnya lancar, bonus bisa cair sekitar November 2026.
Prestasi yang Naik, Peringkat yang Turun
Capaian Dompu tahun ini punya dua sisi. Jumlah emas naik dari 42 pada Porprov XI 2023 menjadi 44 pada 2026, tetapi peringkat merosot dari posisi kedua ke peringkat kedelapan.
Ada sejumlah faktor yang menjelaskan penurunan itu. Pertama, jumlah cabang yang dipertandingkan melonjak. Menurut data yang dihimpun dari berbagai sumber, Porprov 2023 diikuti 35 cabang olahraga, sedangkan 2026 menjadi 51 cabang. Kedua, anggaran menyusut. Pemkab hanya mengalokasikan sekitar Rp 2 miliar lebih untuk KONI, jauh di bawah Rp 5,5 miliar pada 2023. Ketiga, keterbatasan dana membuat Dompu absen di empat cabang yang memperebutkan sekitar 60 emas, juga sepak bola yang diwakili Persidom.
Sebagai perbandingan, Sumbawa mengumpulkan 195 medali, terdiri atas 54 emas, 59 perak, dan 82 perunggu. Lombok Barat berada di posisi ketiga dengan 293 medali, termasuk 74 emas, sedangkan Kota Mataram menembus 200 medali emas.
Cabang Penyumbang Emas
Olahraga bela diri menjadi tulang punggung Dompu. Tarung Derajat menyumbang lima emas, Muaythai empat emas, dan Tinju tiga emas. Tarung Derajat bahkan menutup pertandingan dengan lima emas, satu perak, dan empat perunggu, sekaligus menjadi juara umum cabang tersebut. Capaian ini lahir dari cabang yang disebut minim fasilitas.
Kontingen Dompu berjumlah 617 orang: 424 atlet, 87 pelatih, 43 ofisial, serta 63 panitia dan tenaga medis. Bonus akan diterima peraih medali dan pelatih sesuai penetapan KONI NTB, sehingga jumlah penerima akhir baru jelas setelah SK terbit.
Ada tiga hal yang patut diikuti. Pertama, hasil Musorprov KONI NTB pada 13 Oktober dan kecepatan kepengurusan baru bekerja. Kedua, terbitnya SK Penetapan penerima. Ketiga, kesiapan KONI dan Pemkab Dompu memproses pencairan setelah SK diterima.
Sampai SK terbit, Rp 2,996 miliar masih berstatus rancangan dan bisa berubah mengikuti data final. Yang sudah pasti, anggaran tersedia, dan KONI Dompu menargetkan bonus sampai ke tangan atlet dan pelatih pada November 2026. (Idin)
31,324 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini










