DOMPU — Kabupaten Dompu bakal menjadi pusat perhatian dari para pecinta olahraga lari lintas alam nasional lewat event Tambora Jungle Run 2026. Gelaran ini dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 30 Agustus 2026, bertempat di Sanctuary Rusa Doro Ncanga, kawasan Taman Nasional Tambora, Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Bupati Dompu Bambang Firdaus secara terbuka mengundang seluruh masyarakat serta komunitas lari pecinta alam dari berbagai penjuru nusantara untuk turut bergabung dalam ajang ini. Ajakan tersebut disampaikan sebagai bentuk keterbukaan Pemerintah Kabupaten Dompu terhadap partisipasi publik dalam mendukung agenda pariwisata daerah.

Bambang menjelaskan bahwa penyelenggaraan Tambora Jungle Run merupakan momentum strategis untuk menegaskan posisi Kabupaten Dompu sebagai destinasi unggulan sport tourism yang berbasis alam dan konservasi. Menurutnya, kekayaan bentang alam Tambora yang memadukan savana luas dengan hutan tropis menjadi modal besar yang layak diperkenalkan lebih luas kepada publik, baik dari dalam negeri maupun mancanegara.
Sebagai event lari lintas alam atau trail run pertama di Pulau Sumbawa, Tambora Jungle Run 2026 mengusung tema “Berpacu di Jantung Alam”. Tema ini dipilih untuk menggambarkan pengalaman berlari para peserta yang akan menembus langsung jantung ekosistem Taman Nasional Tambora, kawasan konservasi yang selama ini dikenal dengan keindahan lanskapnya yang khas.
Lintasan yang disajikan dalam ajang ini digadang-gadang memiliki karakter unik karena menggabungkan dua tipe medan sekaligus, yakni hamparan savana yang terbuka luas dan jalur hutan tropis yang menantang. Kombinasi medan tersebut diyakini akan memberikan sensasi berbeda bagi para pelari, sekaligus memperkenalkan sisi lain dari Gunung Tambora yang selama ini lebih dikenal lewat sejarah letusan besarnya pada tahun 1815.
Bupati Bambang Firdaus menyebut bahwa Tambora Jungle Run adalah panggung utama yang menampilkan pesona spektakuler Taman Nasional Tambora kepada khalayak luas. Melalui ajang lari ini, Pemkab Dompu berharap dapat melambungkan potensi pariwisata daerah hingga ke kancah nasional bahkan dunia.
Pemerintah kabupaten (Pemkab) Dompu menilai olahraga lari lintas alam memiliki daya tarik tersendiri karena mampu menggabungkan unsur kebugaran, petualangan, dan edukasi lingkungan dalam satu paket kegiatan. Peserta yang datang dari luar daerah pun berpotensi menjadi promotor alami bagi destinasi wisata Tambora, terutama lewat dokumentasi dan pengalaman yang mereka bagikan usai mengikuti perlombaan.
Selain sisi olahraga, kegiatan ini juga diharapkan mampu mendongkrak perekonomian masyarakat sekitar kawasan Taman Nasional Tambora.
Kehadiran ratusan hingga ribuan peserta dari berbagai daerah berpotensi menggerakkan sektor akomodasi, kuliner, transportasi, hingga produk-produk lokal khas Dompu selama masa penyelenggaraan event berlangsung.
Dengan mengangkat konsep konservasi sebagai bagian dari tema acara, Pemkab Dompu juga ingin menekankan pentingnya menjaga kelestarian kawasan Taman Nasional Tambora di tengah upaya pengembangan sektor pariwisata. Harapannya, kegiatan olahraga seperti ini dapat berjalan beriringan dengan pelestarian ekosistem, sehingga keindahan alam Tambora tetap terjaga untuk generasi mendatang.
Tambora Jungle Run 2026 pun kini menjadi salah satu agenda yang dinanti, baik oleh komunitas lari lokal maupun nasional. Pendaftaran dan informasi lebih lanjut mengenai teknis perlombaan diharapkan pecinta olahraga lari lontas alam bisa membuka www.tamborajunglerun.com sebagai salah satu sarana sosialisasi kegiatan.
Melalui gelaran ini, Kabupaten Dompu menaruh harapan besar agar nama Tambora semakin dikenal luas, tidak lagi hanya sebagai catatan sejarah geologi dunia, tetapi juga sebagai destinasi sport tourism yang mampu bersaing di tingkat nasional dan internasional. (Idin)
15,533 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini











