KABUPATEN SUMBAWA BARAT — Puluhan remaja asal Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) dan Kabupaten Sumbawa (KS) berkumpul digedung Pemerintah Kabupaten (Pemkab) KSB dengan tas ransel dan koper terisi penuh. Mereka akan memulai babak baru dalam menempuh pendidikan vokasi di sekolah-sekolah kejuruan unggulan di Pulau Jawa. Momen pelepasan ini menjadi penanda penting perjalanan Program AMMAN Scholars yang telah berjalan enam tahun di KSB dan tiga tahun di KS.
Konsistensi Enam Tahun
PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN), perusahaan tambang tembaga dan emas terbesar di Indonesia, kembali melepas generasi muda KSB untuk melanjutkan pendidikan vokasi. Tahun 2026 menjadi tahun keenam program ini berjalan, sebuah rentang waktu yang cukup panjang untuk menunjukkan konsistensi sebuah program pemberdayaan, bukan sekadar inisiatif musiman.
Dari proses seleksi yang ketat dan transparan, sebanyak 34 siswa KSB dinyatakan lolos dan akan melanjutkan pendidikan di delapan sekolah kejuruan mitra yang tersebar di tiga kota, yaitu Kudus, Malang, dan Ponorogo. Selama tiga tahun ke depan, sesuai jenjang pendidikan tingkat atas yang mereka tempuh, para siswa ini akan menjalani pendidikan langsung di sekolah-sekolah mitra yang telah berpengalaman mencetak lulusan siap kerja.
Secara akumulatif, jumlah penerima manfaat program ini terus bertambah dari tahun ke tahun. Saat ini lebih dari 350 anak asal KSB dan KS telah menjadi bagian dari AMMAN Scholars, mendapat kesempatan menempuh pendidikan SMK maupun D3 di berbagai institusi unggulan.
Program AMMAN Scholars berada di bawah payung besar Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) AMMAN, yang dijalankan melalui tiga pilar utama: Human Capital Development atau Pengembangan Sumber Daya Manusia, Economic Empowerment atau Pemberdayaan Ekonomi, dan Sustainable Tourism atau Pariwisata Berkelanjutan. AMMAN Scholars sendiri merupakan salah satu program utama pada pilar Human Capital Development, yang fokus memastikan pemerataan akses pendidikan berkualitas melalui pendidikan formal dan pelatihan vokasi bagi masyarakat KSB.
Visi besar yang menjadi acuan seluruh rangkaian program PPM AMMAN adalah terciptanya ekosistem sosial budaya dinamis di wilayah operasional perusahaan, yang menghasilkan peluang luas bagi semua pihak untuk berkembang. Dalam konteks itu, pendidikan menjadi salah satu instrumen kunci, mengingat wilayah KSB tengah bersiap menghadapi masa transisi pasca tambang beroperasi di masa mendatang.
Kepercayaan yang Terus Tumbuh
Pelepasan resmi peserta AMMAN Scholars di KSB dilakukan langsung oleh Bupati Sumbawa Barat, H. Amar Nurmansyah. Kehadiran kepala daerah dalam seremoni ini menegaskan bahwa program pendidikan vokasi tersebut merupakan hasil kolaborasi lintas pihak antara perusahaan, pemerintah daerah, dan masyarakat, untuk mempersiapkan generasi muda KSB yang unggul, kompetitif, dan siap membawa dampak positif bagi kampung halamannya di masa depan.
Pola kolaborasi serupa juga terjadi di Kabupaten Sumbawa. Pelepasan peserta AMMAN Scholars di KS digelar bersamaan dengan momentum di KSB, menandai tahun ketiga pelaksanaan program di wilayah tersebut. Sebanyak 27 peserta dari KS berhasil lolos seleksi untuk menempuh pendidikan SMK di sekolah-sekolah mitra yang sama dengan rekan-rekan mereka dari KSB.
Sebagian besar peserta program di KS berasal dari desa dan kecamatan yang berdekatan dengan wilayah eksplorasi tambang AMMAN, menjadikan program ini sebagai wujud kehadiran perusahaan pada masyarakat lingkar operasional. Pelepasan di KS dipimpin langsung oleh Bupati Sumbawa, Ir. Syarafuddin Jarot, sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap upaya pengembangan sumber daya manusia yang berkelanjutan.
Lapangan Hijau Sebagai Ladang Masa Depan
Selain jalur pendidikan formal vokasi, AMMAN juga membuka jalur pengembangan bakat melalui olahraga. Pada hari yang sama dengan pelepasan AMMAN Scholars, sebanyak 12 talenta muda terbaik kategori usia dini (U15) asal KSB turut dilepas untuk mengikuti akademi sepak bola di PSS Development Center, Sleman, selama satu tahun ke depan.
Program bertajuk AMMAN Football Fellowship ini merupakan kelanjutan dari kolaborasi AMMAN dan klub PSS Sleman yang telah terjalin sejak 2023, berada di bawah inisiatif Sports for Development (S4D), yang juga menjadi bagian dari pilar Human Capital Development dalam PPM AMMAN.
Pemilihan PSS Sleman sebagai mitra bukan tanpa alasan. Klub ini memiliki rekam jejak melahirkan atlet yang menembus Tim Nasional, serta program pembinaan usia dini yang telah menghasilkan sejumlah pemain Liga 1. Lokasi akademi di Yogyakarta, yang dikenal sebagai Kota Pelajar, turut menjadi pertimbangan strategis. Lingkungan tersebut diharapkan mampu mendukung sisi akademik dan pengembangan karakter para talenta muda KSB, sehingga mereka dapat tumbuh menjadi atlet yang unggul secara fisik maupun intelektual.
Investasi Jangka Panjang untuk Generasi Pasca Tambang
Rangkaian program pelepasan ini mencerminkan strategi jangka panjang AMMAN dalam menyiapkan sumber daya manusia lokal menghadapi masa depan, terutama saat aktivitas pertambangan di wilayah tersebut kelak memasuki fase pasca operasi. Dengan menyasar jenjang pendidikan vokasi dan pengembangan bakat olahraga sejak usia dini, program ini dirancang untuk menghasilkan generasi muda KSB dan KS yang memiliki keterampilan siap kerja serta daya saing di berbagai bidang industri.
Konsistensi pelaksanaan program selama enam tahun berturut-turut, disertai pertumbuhan jumlah peserta dan perluasan sekolah mitra, menjadi indikator bahwa AMMAN Scholars berupaya membangun fondasi pendidikan yang berkelanjutan dan terukur dampaknya bagi masyarakat sekitar wilayah operasional perusahaan. (Idin/Amman)
1,105 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini










