• Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Pemasangan Iklan
  • Contact Us
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Tentang NTB POST
  • Login
NtbPost.co
  • Beranda
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Politik
  • Kriminal
  • Pemerintah
  • Pendidikan
  • Pembangunan
  • Investigasi
  • Lainnya
    • Nusantara
    • Pariwisata
    • Sosial Budaya
    • Teknologi
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Politik
  • Kriminal
  • Pemerintah
  • Pendidikan
  • Pembangunan
  • Investigasi
  • Lainnya
    • Nusantara
    • Pariwisata
    • Sosial Budaya
    • Teknologi
No Result
View All Result
NtbPost.co
No Result
View All Result
Home Sosial Budaya

Jejak Kursi Pinjaman: Romantika Gotong Royong Hajatan di Dompu Masa Lalu

admin by admin
23 Juli 2026
in Sosial Budaya
0
Jejak Kursi Pinjaman: Romantika Gotong Royong Hajatan di Dompu Masa Lalu
105
SHARES
1.8k
VIEWS
Bagikan di WhatsAppBagikan di Facebook

DOMPU — Suara derak kayu dan gelak tawa belasan remaja riuh memecah sunyi perkampungan di Desa Ranggo, Kecamatan Pajo, Kabupaten Dompu, sekitar empat dekade silam. Itu era 1980-an, ketika kabar seorang warga hendak menikahkan anaknya atau menggelar hajatan langsung menjadi urusan bersama satu kampung. Pesta milik satu keluarga terasa seperti pesta milik semua orang.

Waktu itu belum ada jasa sewa tenda, meja, atau kursi seperti sekarang. Segala kebutuhan acara lahir murni dari gotong royong dan uluran tangan tetangga kanan-kiri. Dan di tengah kesibukan menyiapkan pesta, ada satu tradisi kecil yang selalu dinanti-nanti, yang membekas dalam ingatan generasi yang mengalaminya, adalah misi meminjam kursi.

Misi Pasukan Pemikul Kursi

BERITA TERKAIT

Tokoh Islam Tiongkok Buka Pintu Dialog dengan Ormas NTB

Kunjungan Ormas Keagamaan NTB ke Ningxia, Menimba Pelajaran Toleransi dan Strategi Entaskan Kemiskinan dari Tiongkok

Muhasabah Diri Ketika Ditimpa Bencana

Para remaja yang waktu itu masih duduk di bangku SMP hingga SMA, langsung mengambil bagian untuk melaksanakan tugas itu. Rasanya penting, bahkan membanggakan. Begitu shohibul hajat mulai memastikan hari pernikahan atau hajatan anaknya, anak-anak dan remaja desa pun membentuk tim-tim kecil, menyusuri lorong demi lorong kampung, mengetuk pintu rumah warga satu per satu. Tujuannya sederhana, meminjam meja dan kursi.

Tapi kegiatan ini lebih dari sebatas memindahkan perabot dari satu rumah ke rumah lain. Ada kehangatan yang mengalir di setiap kunjungan, semacam bahasa saling peduli yang hanya dipahami orang-orang kampung.

Setiap kali pintu rumah diketuk, pemilik rumah menyambut dengan senyum terbuka. Mereka sudah tahu persis maksud kedatangan pasukan ana-anak remaja ini. Dan proses tawar-menawar jumlah kursi selalu menjadi bagian paling mengesankan sekaligus menggelitik dari misi itu.

Kejadian lucu ini berulang di hampir setiap teras rumah. Kalau sebuah rumah punya empat kursi baik kursi kayu, maupun kursi jenis lain, pemiliknya nyaris tak pernah merelakan semuanya. Selalu ada satu atau dua yang disisihkan untuk keperluan sendiri.
“Bawa dua atau tiga saja ya, Nak. Sisanya buat keperluan di rumah,” ucap seorang ibu tetangga sambil menyodorkan kursinya dengan ramah.

Alasan seperti itu terasa wajar, bahkan jujur apa adanya. Menyisakan kursi adalah cara warga menjaga kenyamanan rumah sendiri, tanpa mengurangi sedikit pun niat baik mereka menyokong hajatan tetangga. Mereka yang bertugas menjemput kursi menerima alasan itu dengan pengertian, bahkan dengan sukacita.

Setelah kursi terkumpul dari puluhan rumah, tugas fisik pun dimulai. kelompok remaja ini memikul kursi-kursi dari berbagai jenis, melewati jalan tanah desa menuju lokasi acara. Gelak tawa dan gurauan sepanjang jalan membuat beban di pundak terasa ringan.

Keikhlasan Tanpa Syarat di Akhir Pesta

Di arena pesta, pemandangan yang tersaji selalu unik. Kursi-kursi yang terkumpul rupanya beragam sekali, ada kursi papan sederhana, ada pula kursi rotan. Justru dari ketidakseragaman itu lahir warna-warni kebersamaan yang tulus. Tak jarang tamu yang hadir duduk di kursi yang mereka kenal betul, karena itu milik tetangga sebelah rumah sendiri.

Pesta usai dalam kepuasan dan kebahagiaan bersama. Musik perlahan redup, tamu mulai pulang satu demi satu. Tapi tugas pasukan pengumpul kursi belum selesai. Justru di titik inilah keindahan gotong royong benar-benar teruji.

Anak-anak yang tadi meminjam, dengan kesadaran dan keikhlasan yang sama, kembali berkumpul. Tanpa upah sepeser pun, tanpa keluhan sedikit pun, mereka memikul kembali kursi dan meja itu untuk diantarkan pulang ke pemiliknya masing-masing.

Anehnya, hampir tak pernah ada kursi yang hilang atau salah alamat. Kami hafal betul bentuk dan ciri khas kursi milik setiap tetangga, seolah sudah menjadi bagian dari ingatan kolektif kampung.
Pergeseran Zaman dan Kerinduan

Tiga puluh tahun telah berlalu. Wajah desa-desa di Dompu sudah banyak berubah. Kepraktisan zaman modern menawarkan kemudahan yang dulu tak terbayangkan. Kini, saat ada hajatan, warga cukup menelepon penyedia jasa sewa. Tak lama, truk besar datang menurunkan ratusan kursi plastik seragam, meja berlapis taplak rapi, dan tenda megah lengkap dengan dekorasinya.

Segalanya serba cepat dan instan sekarang. Tapi bersama kemudahan itu, ada nilai-nilai sosial yang perlahan menguap begitu saja. Suasana kekeluargaan, canda tawa remaja yang memikul kursi, rasa saling memiliki antarwarga, semua itu kini menjadi kenangan yang langka ditemui.

Masyarakat Dompu yang pernah mengalami masa-masa itu kerap merindukan suasana hangat tersebut. Sebuah era ketika keterbatasan perabot justru melahirkan kekayaan rasa persaudaraan. Momen-momen yang digerakkan oleh keikhlasan murni, sebuah romantika masa lalu yang rasanya mustahil terulang di zaman yang serba canggih ini. (Idin)

 1,792 kali dilihat,  8 kali dilihat hari ini

Previous Post

Porprov NTB Menuju PON XXII 2028, Saatnya Legitimasi Lakey Hu’u sebagai Arena Surfing Dunia

Next Post

Menelusuri Jejak Gratifikasi: Siapa Sebenarnya yang Menentukan Pemenang Tender ?

admin

admin

Related Posts

Tokoh Islam Tiongkok Buka Pintu Dialog dengan Ormas NTB
Sosial Budaya

Tokoh Islam Tiongkok Buka Pintu Dialog dengan Ormas NTB

19 September 2026
Kunjungan Ormas Keagamaan NTB ke Ningxia, Menimba Pelajaran Toleransi dan Strategi Entaskan Kemiskinan dari Tiongkok
Sosial Budaya

Kunjungan Ormas Keagamaan NTB ke Ningxia, Menimba Pelajaran Toleransi dan Strategi Entaskan Kemiskinan dari Tiongkok

16 September 2026
Muhasabah Diri Ketika Ditimpa Bencana
Sosial Budaya

Muhasabah Diri Ketika Ditimpa Bencana

8 September 2026
HPN Lampung 2027: PWI, Sejarah, dan Ujian Inklusivitas
Sosial Budaya

HPN Lampung 2027: PWI, Sejarah, dan Ujian Inklusivitas

2 September 2026
Penerima PKH di Kelurahan Karijawa Diberhentikan, Diduga Terkait Judi Online
Sosial Budaya

Penerima PKH di Kelurahan Karijawa Diberhentikan, Diduga Terkait Judi Online

20 Agustus 2026
Panjat Pinang, Ruh Gotong Royong Yang Kian Pudar
Sosial Budaya

Panjat Pinang, Ruh Gotong Royong Yang Kian Pudar

16 Agustus 2026
Next Post
Menelusuri Jejak Gratifikasi: Siapa Sebenarnya yang Menentukan Pemenang Tender ?

Menelusuri Jejak Gratifikasi: Siapa Sebenarnya yang Menentukan Pemenang Tender ?

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA TERBARU

Bronson Meydi Anak Pantai Lakey, Juara Kejurnas Surfing 2026

Bronson Meydi Anak Pantai Lakey, Juara Kejurnas Surfing 2026

20 Oktober 2026
Menunggu Pansel Kursi Sekda Domp

Menunggu Pansel Kursi Sekda Domp

19 Oktober 2026
Darurat Karhutla, FABEM Desak Presiden Ambil Komando dan Pecat Pejabat yang Lalai

Darurat Karhutla, FABEM Desak Presiden Ambil Komando dan Pecat Pejabat yang Lalai

19 Oktober 2026
Pesan Bupati Bambang Kepada Pejabat Yang Dilantik

Bupati Bambang Firdaus Sebut Hanya 25 Persen Guru Kuasai Materi, Sekolah Negeri Ditinggalkan

17 Oktober 2026
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Pemasangan Iklan
  • Contact Us
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Tentang NTB POST

© 2022 - Ntbpost.co - Developed by Tokoweb.co

  • Beranda
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Politik
  • Kriminal
  • Pemerintah
  • Pendidikan
  • Pembangunan
  • Investigasi
  • Lainnya
    • Nusantara
    • Pariwisata
    • Sosial Budaya
    • Teknologi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
0
SHARES
900
VIEWS