• Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Pemasangan Iklan
  • Contact Us
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Tentang NTB POST
  • Login
NtbPost.co
  • Beranda
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Politik
  • Kriminal
  • Pemerintah
  • Pendidikan
  • Pembangunan
  • Investigasi
  • Lainnya
    • Nusantara
    • Pariwisata
    • Sosial Budaya
    • Teknologi
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Politik
  • Kriminal
  • Pemerintah
  • Pendidikan
  • Pembangunan
  • Investigasi
  • Lainnya
    • Nusantara
    • Pariwisata
    • Sosial Budaya
    • Teknologi
No Result
View All Result
NtbPost.co
No Result
View All Result
Home Sosial Budaya

Tokoh Islam Tiongkok Buka Pintu Dialog dengan Ormas NTB

admin by admin
19 September 2026
in Sosial Budaya
0
Tokoh Islam Tiongkok Buka Pintu Dialog dengan Ormas NTB

Rombongan Muhibah Ormas Islam NTB dipimpin Ketua MUI Dr TGH Badrun berdialog dengan Wakil Ketua Asosiasi Agama Islam Tiongkok, Jumat (18/9/2026).

108
SHARES
14.1k
VIEWS
Bagikan di WhatsAppBagikan di Facebook

BEIJING – Sebuah pertemuan di kantor Asosiasi Agama Islam Tiongkok, Jumat (18/9/2026), menjadi ajang klarifikasi langsung soal kondisi umat Islam di negeri itu. Wakil Ketua Umum asosiasi tersebut, Jin Rubin, menyambut rombongan Muhibah Organisasi Masyarakat (Ormas) Keagamaan Nusa Tenggara Barat (NTB) dan menegaskan bahwa umat Islam di Tiongkok dapat menjalankan ibadah tanpa hambatan.

Rombongan yang dipimpin Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) NTB, Dr TGH Badrun, terdiri atas perwakilan lintas organisasi: dua pengurus PW Nahdlatul Ulama, dua pengurus PW Muhammadiyah, dua pimpinan Nahdlatul Wathan (NW), dua pimpinan NWDI, serta dua pengurus Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) NTB.

BERITA TERKAIT

Kunjungan Ormas Keagamaan NTB ke Ningxia, Menimba Pelajaran Toleransi dan Strategi Entaskan Kemiskinan dari Tiongkok

Muhasabah Diri Ketika Ditimpa Bencana

HPN Lampung 2027: PWI, Sejarah, dan Ujian Inklusivitas

Rombongan Muhibah Ormas Islam mengunjungi Istitut Agama Islam Tiongkok di Beijing dan melihat suasana perkuliahan pada Jumat (18/9/2026).

Dalam sambutannya, Jin Rubin menyampaikan bahwa pemerintah Republik Rakyat Tiongkok berkomitmen mendukung kegiatan keagamaan dan merawat keharmonisan antarumat beragama. “Kami bisa beribadah dengan baik. Jadi, kami di sini baik-baik saja,” katanya, sembari menambahkan bahwa keharmonisan itu telah terjalin sejak lama.

Dia menjelaskan bahwa Tiongkok memiliki cara berbeda dari Indonesia dalam mengelola urusan agama. Jika Indonesia mengakui enam agama secara resmi, Tiongkok menjamin hak perwakilan bagi setiap kelompok agama untuk saling berdialog dan hidup berdampingan. Wadah dialog itu terbentuk melalui komite khusus yang bernaung di bawah Konferensi Konsultatif Politik Rakyat Tiongkok (CPPCC), tempat berbagai tokoh agama, termasuk perwakilan Islam, ikut membahas urusan negara dan menyalurkan masukan kepada pemerintah. Sejumlah pimpinan organisasi keagamaan bahkan duduk sebagai wakil ketua komite maupun anggota Kongres Rakyat Nasional (NPC). Jin Rubin sendiri saat ini menjabat sebagai Anggota Kongres Rakyat Nasional ke-14.

Sebagai satu-satunya organisasi Islam yang diakui negara, Asosiasi Agama Islam Tiongkok secara konsisten mengajak umat Islam mematuhi hukum, mendukung sistem politik yang berlaku, dan menjadi warga negara yang baik. “Kami senantiasa mengimbau dan mendidik umat Muslim lokal untuk memegang teguh prinsip mencintai negara sekaligus menjalankan ajaran agama (Hubbul Wathan minal Iman),” ujar Jin Rubin, didampingi sejumlah pengurus asosiasi.

Jin Rubin lantas menelusuri jejak sejarah masuknya Islam ke Tiongkok, yang menurutnya bermula sekitar tahun 651 Masehi pada masa Khalifah ketiga, Utsman bin Affan, melalui utusan yang dikirim ke negeri itu. Jalur Sutra dan Jalur Rempah Maritim kemudian membawa pedagang-pedagang Arab dan Persia yang menetap, menikah dengan penduduk lokal, dan menjadi cikal bakal komunitas Muslim Tiongkok hingga sekarang.

Populasi Muslim Tiongkok kini diperkirakan mencapai 20 juta jiwa, tersebar di sepuluh suku minoritas seperti Hui, Uighur, Kazakh, Tatar, Uzbek, Salar, dan Dongxiang. “Islam di sini selalu berpegang teguh pada arah lokalisasi dan berintegrasi dengan budaya Tiongkok,” kata Jin Rubin.

Dari sisi infrastruktur, asosiasi mencatat sekitar 35 ribu masjid dan lebih dari 57 ribu imam tersebar di seluruh Tiongkok, ditopang oleh sepuluh institut pendidikan tinggi Islam, termasuk di Beijing, Urumqi-Xinjiang, dan Kunming, yang bertugas mencetak tokoh dan tenaga pengajar keagamaan. Sejumlah masjid berusia lebih dari seribu tahun masih terawat baik, seperti Masjid Niujie di Beijing yang telah berdiri sekitar 1.026 tahun, Masjid Huaisheng di Guangzhou, dan Masjid Agung Xian. Pemerintah, menurut Jin Rubin, mengalokasikan anggaran hingga ratusan juta yuan untuk pemeliharaan masjid bersejarah, pembangunan gedung perkantoran, perpustakaan, institut keagamaan, dan asrama mahasiswa.

Soal hubungan dengan Indonesia, Jin Rubin menyebut ikatan itu berakar jauh ke masa Jalur Sutra Maritim kuno, lalu menemukan momentum modernnya pada Konferensi Asia Afrika di Bandung tahun 1955. Saat itu, Wakil Ketua Asosiasi Agama Islam Tiongkok, Imam Da Pusheng, mendampingi Perdana Menteri Zhou Enlai sebagai penasihat urusan Islam. “Peristiwa ini meletakkan dasar bagi pertukaran resmi antar kedua negara,” ujarnya. Sejak itu, kerja sama dengan MUI, NU, dan Muhammadiyah terus berlangsung, bahkan mantan Presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) beberapa kali tercatat berkunjung ke asosiasi tersebut.

Dari pihak NTB, Dr TGH Badrun memaparkan corak kehidupan beragama di provinsinya, tempat penduduk Muslim mencapai 90,87 persen namun hak-hak umat beragama lain tetap terjaga. “Semangat toleransi ini sejalan dengan falsafah bangsa Indonesia, Bhinneka Tunggal Ika, yang menjadikan perbedaan sebagai sarana menjalin komunikasi, persatuan, dan persaudaraan dalam membangun bangsa,” katanya, seraya mendorong kerja sama antara Institut Islam Tiongkok dan perguruan tinggi Islam di NTB seperti UIN Mataram untuk pertukaran mahasiswa, dosen, dan riset bersama. Badrun turut mengundang tokoh-tokoh Muslim Tiongkok berkunjung ke NTB.

Sebelum dialog ini berlangsung, rombongan sempat menyambangi kampus China Islamic Institute yang berada satu kompleks dengan asosiasi, menyaksikan langsung suasana perkuliahan sekitar 300 mahasiswanya. Kurikulum kampus ini mencakup Studi Al-Qur’an, Hadis, Fiqih, Bahasa Arab, Sejarah Islam, ditambah pendidikan umum, kebangsaan, dan penyelarasan budaya. (Idin)

 14,113 kali dilihat,  2 kali dilihat hari ini

Previous Post

MA Pangkas Vonis dan Subsider Uang Pengganti Abdurrazak Lewat Putusan PK

Next Post

Kelebihan Guru di Dompu, Persoalan Perencanaan yang Terabaikan

admin

admin

Related Posts

Kunjungan Ormas Keagamaan NTB ke Ningxia, Menimba Pelajaran Toleransi dan Strategi Entaskan Kemiskinan dari Tiongkok
Sosial Budaya

Kunjungan Ormas Keagamaan NTB ke Ningxia, Menimba Pelajaran Toleransi dan Strategi Entaskan Kemiskinan dari Tiongkok

16 September 2026
Muhasabah Diri Ketika Ditimpa Bencana
Sosial Budaya

Muhasabah Diri Ketika Ditimpa Bencana

8 September 2026
HPN Lampung 2027: PWI, Sejarah, dan Ujian Inklusivitas
Sosial Budaya

HPN Lampung 2027: PWI, Sejarah, dan Ujian Inklusivitas

2 September 2026
Penerima PKH di Kelurahan Karijawa Diberhentikan, Diduga Terkait Judi Online
Sosial Budaya

Penerima PKH di Kelurahan Karijawa Diberhentikan, Diduga Terkait Judi Online

20 Agustus 2026
Panjat Pinang, Ruh Gotong Royong Yang Kian Pudar
Sosial Budaya

Panjat Pinang, Ruh Gotong Royong Yang Kian Pudar

16 Agustus 2026
Rumah Pohon, Menelusuri Kehidupan Suku Korowai di Pedalaman Papua
Sosial Budaya

Rumah Pohon, Menelusuri Kehidupan Suku Korowai di Pedalaman Papua

14 Agustus 2026
Next Post
Kelebihan Guru di Dompu, Persoalan Perencanaan yang Terabaikan

Kelebihan Guru di Dompu, Persoalan Perencanaan yang Terabaikan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA TERBARU

Bronson Meydi Anak Pantai Lakey, Juara Kejurnas Surfing 2026

Bronson Meydi Anak Pantai Lakey, Juara Kejurnas Surfing 2026

20 Oktober 2026
Menunggu Pansel Kursi Sekda Domp

Menunggu Pansel Kursi Sekda Domp

19 Oktober 2026
Darurat Karhutla, FABEM Desak Presiden Ambil Komando dan Pecat Pejabat yang Lalai

Darurat Karhutla, FABEM Desak Presiden Ambil Komando dan Pecat Pejabat yang Lalai

19 Oktober 2026
Pesan Bupati Bambang Kepada Pejabat Yang Dilantik

Bupati Bambang Firdaus Sebut Hanya 25 Persen Guru Kuasai Materi, Sekolah Negeri Ditinggalkan

17 Oktober 2026
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Pemasangan Iklan
  • Contact Us
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Tentang NTB POST

© 2022 - Ntbpost.co - Developed by Tokoweb.co

  • Beranda
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Politik
  • Kriminal
  • Pemerintah
  • Pendidikan
  • Pembangunan
  • Investigasi
  • Lainnya
    • Nusantara
    • Pariwisata
    • Sosial Budaya
    • Teknologi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
0
SHARES
900
VIEWS