• Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Pemasangan Iklan
  • Contact Us
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Tentang NTB POST
  • Login
NtbPost.co
  • Beranda
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Politik
  • Kriminal
  • Pemerintah
  • Pendidikan
  • Pembangunan
  • Investigasi
  • Lainnya
    • Nusantara
    • Pariwisata
    • Sosial Budaya
    • Teknologi
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Politik
  • Kriminal
  • Pemerintah
  • Pendidikan
  • Pembangunan
  • Investigasi
  • Lainnya
    • Nusantara
    • Pariwisata
    • Sosial Budaya
    • Teknologi
No Result
View All Result
NtbPost.co
No Result
View All Result
Home Pendidikan

PWI sebagai Investor Kemerdekaan Republik Indonesia Sejak 1946

*Benz Jono Hartono* *Praktisi Media Massa* *Vice Director Confederation ASEAN Journalis (CAJ) PWI Pusat* *Executive Director HIAWATHA Institute di Jakarta*

admin by admin
10 Februari 2026
in Pendidikan
0
PWI sebagai Investor Kemerdekaan Republik Indonesia Sejak 1946
2.5k
SHARES
16k
VIEWS
Bagikan di WhatsAppBagikan di Facebook

HPN 2026, Momentum Bukan Sekadar Seremoni, Hari Pers Nasional (HPN) 2026 tidak semestinya kembali terjebak dalam rutinitas seremoni, panggung penghargaan, dan retorika normatif tentang “pers pilar keempat demokrasi” yang diulang tanpa evaluasi struktural.

Justru pada titik inilah HPN harus dikembalikan pada hakikat politik-historisnya, momentum refleksi dan negosiasi ulang posisi pers, khususnya Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dengan negara dan pemerintah.

BERITA TERKAIT

Pohon Literasi di Ruang BK: Merajut Resiliensi Remaja Lewat Teduhnya Pojok Baca

Enam Tahun Merajut Asa : Jejak AMMAN Scholars Antarkan Puluhan Anak Sumbawa Menuju Pendidikan Vokasi Unggulan

Ketika Angka Rapor Terlalu Mulus untuk Jadi Nyata

HPN 2026 adalah momen strategis untuk mengajukan satu pertanyaan mendasar,

*apakah negara masih memposisikan PWI sebagai mitra sejarah dan investor kemerdekaan, atau sekadar ornamen demokrasi prosedural?*

*PWI dan Sejarah*

Bukan Penonton, Melainkan Investor Kemerdekaan
PWI lahir pada 9 Februari 1946, dalam situasi republik yang masih rapuh, belum diakui dunia internasional, dan dikepung oleh agresi militer serta perang propaganda.

Dalam konteks itu, wartawan Indonesia tidak netral dalam arti steril, melainkan berpihak pada kelahiran Republik.

Pers waktu itu bukan hanya alat informasi, tetapi, instrumen diplomasi revolusi,
Penjaga psikologi nasional,
Penyambung suara republik ke dunia internasional,
Sekaligus benteng ideologis melawan propaganda kolonial.

Dengan segala keterbatasan, PWI menginvestasikan,
Risiko nyawa,
Kredibilitas internasional,
Integritas profesi,
demi satu tujuan, *”tegaknya Republik Indonesia.”*

Maka tidak berlebihan jika dinyatakan:

*PWI adalah investor kemerdekaan RI, jauh sebelum negara ini mapan secara institusional.*

*Dari Mitra Ideologis ke Relasi Administratif*

Masalah besar yang dihadapi PWI hari ini bukan sekadar dinamika internal atau tantangan disrupsi digital. Masalah utamanya adalah penurunan posisi tawar struktural PWI di hadapan negara.

Relasi PWI dan negara yang dulu bersifat:
▪︎Ideologis
▪︎Historis
▪︎Strategis

Kini direduksi menjadi:
▪︎Administratif
▪︎Seremonial
▪︎Proyek oriented

Negara lebih sering melihat pers sebagai:
▪︎Objek regulasi,
▪︎Alat stabilisasi opini,
▪︎Mitra sosialisasi kebijakan,
bukan sebagai subjek sejarah dan kekuatan penyeimbang kekuasaan.

*HPN 2026*

Saatnya Negosiasi Ulang dengan Negara
HPN 2026 harus dimaknai sebagai forum negosiasi ulang, bukan dalam arti konflik, tetapi reposisi peran dan pengakuan.

Negosiasi ulang ini setidaknya mencakup empat hal fundamental:

1. Pengakuan Historis yang Konkret, Bukan Retorika
Negara perlu mengakui peran PWI secara institusional dan berkelanjutan, bukan hanya dalam pidato HPN, tetapi dalam:
Kebijakan pers nasional,
Perlindungan hukum wartawan,
Akses informasi strategis negara.
Pengakuan sejarah tanpa implikasi kebijakan hanyalah romantisme kosong.

2. Kemandirian Pers dari Ketergantungan Ekonomi Negara
Negosiasi ulang juga harus menyentuh soal model relasi ekonomi. Ketergantungan media pada iklan pemerintah dan proyek komunikasi negara telah melemahkan daya kritis pers.

PWI harus mendorong:
▪︎Skema keberlanjutan ▪︎media independen,
▪︎Perlindungan media daerah,
▪︎Ekosistem pers yang tidak disandera kekuasaan dan modal.

3. PWI sebagai Penjaga Etika Publik, Bukan Sekadar Organisasi Profesi
Negara sering lupa bahwa pers bukan hanya penyampai berita, tetapi penjaga moral publik.

Dalam situasi demokrasi elektoral yang cenderung transaksional, PWI seharusnya kembali diposisikan sebagai:
▪︎Penyeimbang narasi kekuasaan,
▪︎Pengawas etika politik,
Penafsir kepentingan publik.

4. Pers dan Kedaulatan Informasi Nasional
Di era digital global, ancaman terhadap kedaulatan informasi justru datang dari:
▪︎Platform asing,
▪︎Algoritma global,
▪︎Disinformasi lintas negara.

Negosiasi ulang PWI dengan negara harus mencakup peran strategis pers nasional dalam menjaga kedaulatan informasi Indonesia, tanpa jatuh pada sensor dan pembungkaman.

*Akhiran*

Mengembalikan Martabat Pers, Menjaga Republik
HPN 2026 seharusnya menjadi titik balik,
bukan sekadar merayakan usia pers, tetapi mengoreksi arah hubungan pers dengan kekuasaan.
PWI bukan anak kandung rezim manapun.
PWI adalah anak kandung Republik.
Sebagai investor kemerdekaan sejak 1946, PWI berhak dan berkewajiban untuk:
Mengingatkan negara akan janji:
1. konstitusionalnya,
2. Mengkritik pemerintah tanpa rasa bersalah,
3. Menjaga Republik tetap waras di tengah hiruk-pikuk kekuasaan.

Jika HPN 2026 mampu mengembalikan kesadaran ini, maka pers Indonesia tidak hanya merayakan sejarahnya, tetapi menunaikan tanggung jawab sejarahnya.

 

 16,020 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Previous Post

Tantangan Kebebasan Pers di Era Algoritme Digital

Next Post

Apakabar Industri Tekstile Indonesia ? Industri Manufaktur Penggerak utama Menopang Pertumbuhan Ekonomi Nasional

admin

admin

Related Posts

Pohon Literasi di Ruang BK: Merajut Resiliensi Remaja Lewat Teduhnya Pojok Baca
Opini

Pohon Literasi di Ruang BK: Merajut Resiliensi Remaja Lewat Teduhnya Pojok Baca

28 Juli 2026
Enam Tahun Merajut Asa : Jejak AMMAN Scholars Antarkan Puluhan Anak Sumbawa Menuju Pendidikan Vokasi Unggulan
Pendidikan

Enam Tahun Merajut Asa : Jejak AMMAN Scholars Antarkan Puluhan Anak Sumbawa Menuju Pendidikan Vokasi Unggulan

9 Juli 2026
Ketika Angka Rapor Terlalu Mulus untuk Jadi Nyata
Pendidikan

Ketika Angka Rapor Terlalu Mulus untuk Jadi Nyata

14 Juni 2026
Bupati Dompu Lantik 42 Kepala Sekolah, Ketidakhadiran Wakil Bupati Jadi Sorotan
Pendidikan

Bupati Dompu Lantik 42 Kepala Sekolah, Ketidakhadiran Wakil Bupati Jadi Sorotan

13 Mei 2026
Menguji Integritas Seleksi Kepala Sekolah di Kabupaten Dompu
Pendidikan

Menguji Integritas Seleksi Kepala Sekolah di Kabupaten Dompu

12 Mei 2026
Dompu Krisis Kepala Sekolah SD – SMP, Ini Penjelasan Kadis Dikpora Tentang Kendala Sistem KSPSTK
Pendidikan

Dompu Krisis Kepala Sekolah SD – SMP, Ini Penjelasan Kadis Dikpora Tentang Kendala Sistem KSPSTK

12 Mei 2026
Next Post
Apakabar Industri Tekstile Indonesia ? Industri Manufaktur Penggerak utama Menopang Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Apakabar Industri Tekstile Indonesia ? Industri Manufaktur Penggerak utama Menopang Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA TERBARU

FABEM & MASKER PRAGI Kawal Komitmen Prabowo: Dorong Desa Komoditi Hingga Revolusi Tata Kelola Pangan

FABEM & MASKER PRAGI Kawal Komitmen Prabowo: Dorong Desa Komoditi Hingga Revolusi Tata Kelola Pangan

28 Juli 2026
Menelusuri Rote Ndao Sebagai Calon Venue Surfing PON NTB-NTT 2028

PSOI Dompu Perjuangkan Lakey Peak Sebagai Venue Cabor Surfing PON NTB-NTT

28 Juli 2026
Pohon Literasi di Ruang BK: Merajut Resiliensi Remaja Lewat Teduhnya Pojok Baca

Pohon Literasi di Ruang BK: Merajut Resiliensi Remaja Lewat Teduhnya Pojok Baca

28 Juli 2026
Menelusuri Rote Ndao Sebagai Calon Venue Surfing PON NTB-NTT 2028

Menelusuri Rote Ndao Sebagai Calon Venue Surfing PON NTB-NTT 2028

27 Juli 2026
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Pemasangan Iklan
  • Contact Us
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Tentang NTB POST

© 2022 - Ntbpost.co - Developed by Tokoweb.co

  • Beranda
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Politik
  • Kriminal
  • Pemerintah
  • Pendidikan
  • Pembangunan
  • Investigasi
  • Lainnya
    • Nusantara
    • Pariwisata
    • Sosial Budaya
    • Teknologi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
0
SHARES
900
VIEWS