DOMPU – Pembangunan fasilitas layanan kesehatan seperti ruang rawat inap di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Dompu memang menjadi suatu langkah yang harus diambil oleh manajemen Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) RSUD. Hal ini dikarenakan kebutuhan masyarakat yang tinggi akan layanan rawat inap.
Direktur BLUD RSUD Dompu dr. Fitratul Ramadhan Sp. Paru., kepada wartawan media ini menyebutkan, tingginya kebutuhan masyarakat akan layanan rawat inap di RSUD Dompu mengakibatkan terjadinya antrian panjang.
“mereka menunggu ruang rawat inap yang kosong dan memang selalu saja bed yang tersedia tidak mampu melayani kebutuhan masyarakat kita,” ungkapnya Kamis 30/10/2025.
Pasien yang menumpuk di RSUD Dompu ini lanjut dokter Spesialis Paru ini, merupakan rujukan dari seluruh Puskesmas di semua kecamatan di Dompu termasuk rujukan beberapa kecamatan dari kabupaten dan kota tetangga.
Menghadapi kondisi ini akhirnya manajemen RSUD Kabupaten Dompu mengambil keputusan untuk terus membangun gedung bagi pemenuhan kebutuhan akan rawat inap. “Akibatnya ruang terbuka menjadi kurang dan inilah yang menjadi kekurangan di RSUD Dompu untuk saat ini,” akuinya
Direktur RSUD Dompu menyampaikan apresiasi atas hadirnya RSUD Manggelewa sehingga cukup mengurai terjadinya antrian pasien rawat inap yang berkunjung ke RSUD Dompu, walaupun masih ada beberapa rujukan ke RSUD Dompu yang berkaitan dengan kebutuhan SDM dan Fasilitas.
Dalam hal penerapan pelayanan prima bagi pasien dan keluarga pasien, RSUD Dompu sudah mendapatkan sertifikat akreditasi Paripurna atau Bintang Lima dari Lembaga Akreditasi Rumah Sakit Indonesia (LARSI) pada November 2023.
Selain itu, dengan hadirnya klinik Hemodialisa untuk layanan cuci darah bagi penderita gagal ginjal juga sangat membantu masyarakat Dompu dan kabupaten tetangga sehingga mereka tidak harus buang banyak anggaran untuk berobat di RSUD Provinsi di Mataram.
Saat ini lanjut Fitratul Ramadhan, RSUD Dompu kini memiliki 10 mesin Hemodialisa yang siap dioperasikan setiap hari dengan jadwal tiga (3) kali per hari yakni shift pagi, siang dan malam.
“dengan begitu bisa melayani sekitar 30 pasien per hari atau 80an pasien gagal ginjal siap dilayani per minggu,” ungkapnya. (Idin)
35,463 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini












Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak terutama sekali bapak Bupati Dompu yang semangatnya luar biasa untuk membangun kabupaten Dompu nggahi rawi Pahu agar bisa lebih maju lagi menjadi masyarakat Dompu bisa sejahtera dan masyarakat yang sehat Aamiin 🤲