DOMPU – Pemerintah Kabupaten Dompu resmi meluncurkan program “Kambeke Anak” sebagai upaya meningkatkan pengawasan terhadap anak dan remaja, terutama pada malam hari. Program ini menekankan peran orang tua dalam memastikan keberadaan anak di rumah serta mengontrol pergaulan mereka di luar lingkungan keluarga.
Bupati Dompu Bambang Firdaus dalam sambutannya di acara launching “Kambeke Anak” yang digelar di Ruang Terbuka hijau (RTH) Karijawa, Rabbu 08/04/2024 menekankan bahwa program ini lahir dari keprihatinan terhadap meningkatnya potensi kenakalan remaja dan gejala dekadensi moral di kalangan anak-anak. “Kambeke Anak” diharapkan menjadi gerakan bersama untuk membangun kembali kepedulian keluarga terhadap tumbuh kembang anak.
“Peran orang tua menjadi kunci utama. Anak-anak harus berada di rumah pada waktu-waktu tertentu, kecuali untuk kegiatan yang jelas seperti urusan sekolah atau ibadah,” ujarnya.
Disebutkan bahwa pada implementasi program ini nantinya, pemerintah Kabupaten Dompu dalam hal ini Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) akan menggalang kekuatan bersama Camat, Kepala Desa (kades), dan Lurah sebagai mitra terdepan dalam menyosialisasikan dan menggerakkan program di tingkat masyarakat. “Mereka akan menjadi ujung tombak dalam memastikan aturan berjalan efektif hingga ke lingkungan terkecil”, urai Bupati
Sementara itu, Kepala DP3A Kabupaten Dompu Miftahul Suadah ST, memastikan bahwa aparat keamanan seperti Kepolisian dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) turut dilibatkan dalam pengawasan di lapangan. Mereka akan melakukan patroli rutin guna memastikan anak-anak tidak berkeliaran di luar rumah melewati batas waktu yang telah ditentukan.
“Dalam aturan yang ditetapkan, anak-anak dilarang berada di luar rumah setelah pukul 21.00 Wita. Pengecualian diberikan hanya untuk kegiatan pendidikan dan aktivitas keagamaan yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan,” jelasnya .
Katanya, Pemkab Dompu melalui program ini berharap agar angka kenakalan remaja dapat ditekan dan anak-anak dapat tumbuh dalam lingkungan yang lebih aman dan terarah. “Ini bukan sekadar pembatasan, tetapi bentuk perlindungan. Kita ingin generasi muda Dompu tumbuh dengan karakter yang kuat dan terhindar dari pengaruh negatif,” tambahnya.
Kepala DP3A juga menegaskan agar nanti, Program “Kambeke Anak” diharapkan menjadi gerakan kolektif yang melibatkan seluruh elemen masyarakat, guna menciptakan lingkungan sosial yang lebih kondusif bagi perkembangan anak. (Idin)
21,993 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini











