DOMPU – Setelah menjabat lebih dari satu tahun sebagai Bupati dan Wakil Bupati Dompu Bambang Firdaus-Syirajuddin, kini program pembangunan yang mereka janjikan sudah mulai diperhatikan oleh masyarakat setempat.
Tercatat sebanyak 14 janji politik Bupati dan Wakil Bupati Dompu yang akan selalu ditunggu realisasinya oleh seluruh masyarakat, hanya saja baru sebagian yang mulai terlihat di lapangan, sementara program lain masih tertahan oleh keterbatasan fiskal daerah dan kebijakan efisiensi yang ditetapkan pemerintah pusat.
Di antara janji yang paling dinanti adalah kenaikan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) Pegawai Negeri Sipil Negara (PNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), subsidi benih jagung Rp 15 miliar per tahun, serta tambahan alokasi dana desa dan kelurahan yang besarannya dinilai sangat fantastis.
Program unggulan yang pernah dipaparkan ke publik mencakup reformasi birokrasi, subsidi benih jagung murah, advoksi harga jagung, asuransi usaha tani padi dan peternak, asuransi nelayan, pakaian gratis bagi anak sekolah, BPJS kesehatan bagi 3.258 warga, kenaikan TPP ASN dan PPPK, tambahan dana desa dan kelurahan, dana insentif desa, beasiswa kedokteran bagi siswa yatim/piatu hafiz Al-Qur’an, Magrib Mengaji, Dompu satu data, serta layanan administrasi kependudukan online gratis.
Hingga kini, belum semua janji itu dapat diwujudkan. Satu program yang sudah mulai dilaksanakan adalah pemberian pakaian gratis bagi anak sekolah. Program ini menjadi penanda awal bahwa sebagian agenda kampanye telah masuk ke tahap implementasi, meski dalam skala yang masih terbatas.
Di tengah lambannya realisasi sejumlah janji, perhatian masyarakat tertuju pada tiga program yang dinilai paling strategis dan berpengaruh terhadap kehidupan sehari-hari. Program yang paling ditunggu itu adalah kenaikan TPP bagi ASN dan PPPK, subsidi benih jagung Rp 15 miliar per tahun, serta tambahan alokasi dana desa dan dana kelurahan sebesar Rp 4 hingga Rp 5 miliar bagi 81 desa dan kelurahan.
Bagi ASN dan PPPK, kenaijan TPP dipandang sebagai pengakuan terhadap beban kerja dan kebutuhan ekonomi mereka sedangkan bagi petani, subsidi benih jagung dianggap vital karena jagung masih menjadi salah satu komoditas andalan Dompu. Sementara bagi pemerintah desa, tambahan dana dalam skala besar dipandang dapat memperkuat layanan publik dan memperluas program berbasis masyarakat.
Meski ekspektsi masyarakat cukup tinggi, pemerintah daerah menghadapi kenyataan yang tidak ringan. Sejumlah janji politik tersebut belum dapat dijalankan sepenuhnya karena adanya kebijakan efisiensi dari pemerintah pusat. Kebijakan ini berdampak langsung pada ruang fiskal daerah, sehingga program-program yang membutuhkan anggaran besar belum bisa langsung dimaskkan ke pembiayaan rutin.
Kondisi itu membuat pemerintah daerah harus memilih antara mempertahankan keutuhan janji atau menyesuaikannya dengan kemampuan keuangan yang tersedia. Dalam praktiknya, pilihan kedua lebih mungkin ditempuh, terutama untuk program-program yang menuntut dana besar dan berkelanjutan.
Dari 14 program unggulan tersebut, sejumlah agenda masih berada pada tahap wacana atau penyesuaian. Reformasi birokrasi misalnya, membutuhkan proses panjang berupa penataan sistem kerja, evaluasi jabatan, dan perubahan budaya pelayanan. Program asuransi tani dan nelayan juga memerlukan pendataan akurat, kerja sama lintas lembaga, serta struktur pembiayaan yang jelas.
Begitu pula dengan program BPJS kesehatan bagi 3.258 penduduk ber-KTP Dompu, beasiswa kedokteran, Dompu satu data, dan layanan administrasi kependudukan online gratis. Seluruhnya memerlukan kesiapan teknis, integrasi data, dan dukngan infrastruktur agar bisa berjalan efektif.
Adapun, program Magrib Mengaji cenderung lebih mudah dijalankan karena berbasis aktivitas sosial-keagamaan dan tidak terlalu membebani keuangan daerah. Meski begitu, keberlanjutannya tetap ditentukan oleh konsistensi pelaksana di tingkat bawah.
Dalam kondisi tekanan efisiensi anggaran, pemerintahan Bambang Firdaus – Syirajuddin dituntut tidak sekadar menjelaskan alasan keterlambatan, tetapi juga menunjukkan peta jalan yang jelas agar janji politik tidak berhenti sebagai slogan. (Idin)
25,059 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini










