DOMPU – Pelayanan rujuk di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Dompu saat ini tengah menghadapi tantangan serius. Dua unit ambulans rujukan andalan rumah sakit dikabarkan sedang mengalami kerusakan teknis, yang berdampak pada kelancaran mobilisasi pasien menuju RSUD Provinsi NTB di Mataram.

Kondisi ini dibenarkan oleh Direktur RSUD Kabupaten Dompu, dr. Fitratul Ramadhan, Sp.P. Menurutnya, keterlambatan perbaikan bukan disebabkan oleh kelalaian pemeliharaan, melainkan kendala pada pengadaan suku cadang (spare part) kendaraan jenis Hiace tersebut.
dr. Fitratul menjelaskan bahwa dari total empat unit ambulans rujukan yang dimiliki RSUD Dompu, dua di antaranya sedang diparkir sementara menunggu komponen pengganti.
“Suku cadang untuk ambulans Hiace ini memang cukup langka di wilayah NTB. Jika terjadi kerusakan pada komponen tertentu, kami harus memesannya langsung dari luar provinsi. Saat ini statusnya sedang menunggu kiriman, diperkirakan dalam satu hingga dua minggu ke depan suku cadang tersebut baru tiba,” ujar dr. Fitratul kepada ntbpost.co via aplikasi whatsapp
Kelangkaan ini menjadi penghambat utama, mengingat ambulans rujukan bekerja dengan intensitas yang sangat tinggi. Dalam sehari, satu unit ambulans rata-rata hanya memiliki waktu istirahat sekitar 3 hingga 4 jam sebelum harus kembali meberikan pelayanan dengan menempuh perjalanan panjang menuju Mataram atau Sumbawa.
Meski dua unit utama sedang dalam perbaikan, dr. Fitratul menegaskan bahwa pelayanan rujukan pasien tidak boleh terhenti total. Pihak rumah sakit melakukan langkah taktis dengan memanfaatkan armada pendukung lainnya.
“Untuk memastikan pasien tetap terlayani, kami memaksimalkan penggunaan ambulans luar, seperti ambulans desa atau unit lain, yang penting statusnya tetap kendaraan dinas berpelat merah. Sinergi ini dilakukan agar keselamatan pasien tetap menjadi prioritas utama,” tambahnya.
Direktur RSUD Dompu mengakui bahwa manajemen tengah menyiapkan strategi jangka panjang untuk menekan angka rujukan ke luar daerah. Katanya, ketergantungan pada RSUD Provinsi dapat dikurangi jika fasilitas medis di RSUD Dompu sudah semakin mumpuni.
“Insya Allah, ke depannya jika kita sudah memiliki fasilitas CT Scan sendiri dan didukung oleh Sumber Daya Manusia (SDM) dokter spesialis yang cukup, maka angka rujukan secara otomatis akan berkurang. Pasien bisa ditangani secara tuntas di sini tanpa harus menempuh perjalanan jauh,” harapnya.
Untuk saat ini, pihak rumah sakit meminta pengertian masyarakat sembari berupaya mempercepat proses perbaikan armada agar layanan antar jemput pasien kembali normal. (Idin)
19,345 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini











