• Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Pemasangan Iklan
  • Contact Us
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Tentang NTB POST
  • Login
NtbPost.co
  • Beranda
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Politik
  • Kriminal
  • Pemerintah
  • Pendidikan
  • Pembangunan
  • Investigasi
  • Lainnya
    • Nusantara
    • Pariwisata
    • Sosial Budaya
    • Teknologi
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Politik
  • Kriminal
  • Pemerintah
  • Pendidikan
  • Pembangunan
  • Investigasi
  • Lainnya
    • Nusantara
    • Pariwisata
    • Sosial Budaya
    • Teknologi
No Result
View All Result
NtbPost.co
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Efek Ganda Batu Hijau: Akselerasi Tenaga Kerja Lokal dan Penguatan UMKM KSB

admin by admin
16 Juli 2026
in Ekonomi
0
Efek Ganda Batu Hijau: Akselerasi Tenaga Kerja Lokal dan Penguatan UMKM KSB
130
SHARES
21.4k
VIEWS
Bagikan di WhatsAppBagikan di Facebook

Oleh — Muhyiddin (Idin)
SUMBAWA BARAT
— Kabut pagi belum sepenuhnya terangkat saat deru mesin berat mulai menggema di area tambang Batu Hijau. Ribuan pekerja berseragam biru dan oranye bergerak memasuki area operasional. Sebagian besar dari mereka merupakan warga lokal yang bermobilisasi setiap hari dari desa-desa di Maluk, Sekongkang, dan Jereweh. Rutinitas bertahun-tahun ini menyimpan realitas penting terhadap denyut nadi perekonomian Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) yang saat ini bersandar kuat pada satu korporasi tambang tembaga dan emas, PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN). Tingkat ketergantungan ekonomi serta dampaknya bagi masa depan daerah menjadi hal penting untuk ditelaah.

Angka yang Bicara

BERITA TERKAIT

TPP Cair Lagi, Kabar Baik dari BPKAD Dompu

Sektor Pertanian Sumbang 40 Persen Ekonomi Dompu, Keberpihakan Anggaran Dipertanyakan

Tanggapi Ketua DPRD, Kepala BPKAD Dompu Sebut Penundaan Bayar Berada di Ranah Teknis

Riset bertajuk “Analisis Dampak Makroekonomi dan Sosial Ekonomi PT Amman Mineral Nusa Tenggara” oleh Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) pada Maret 2026 memaparkan data signifikan bahwa, kontribusi AMMAN terhadap perekonomian KSB mencakup lebih dari separuh total aktivitas ekonomi daerah sepanjang periode 2018 hingga 2024. Cakupan ini meliputi operasional tambang, pembangunan fasilitas pemurnian (smelter), hingga program pemberdayaan masyarakat.

Head of Research Team LPEM FEB UI, Ir. Uka Wikarya, M.Si., menjelaskan bahwa stimulus ekonomi perusahaan ini bergerak melampaui upah karyawan. Kebutuhan logistik, katering, dan rantai pasok jasa pendukung turut menggerakkan usaha petani, peternak, serta penyedia pangan lokal. Dampak positif ini menyebar ke berbagai sektor eksternal di luar lingkar tambang.

Data riset tersebut menunjukkan aktivitas AMMAN menghasilkan efek ganda (multiplier effect) berupa lowongan kerja untuk rata-rata 18,6 ribu orang per tahun di KSB. Selain itu, peningkatan pendapatan rumah tangga di sekitar wilayah operasional menembus angka Rp44 triliun sepanjang periode kajian, atau setara Rp6,3 triliun per tahun.

Ekspansi Tenaga Kerja Lokal

Sektor ketenagakerjaan memperkuat temuan makroekonomi tersebut. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) NTB Dr. H. Aidy Furqan, S.Pd., M.Pd., memandang lonjakan tenaga kerja di proyek smelter AMMAN dari 9.700 (tahun 2022) menjadi 37.000 orang (tahun 2024) sebagai bukti nyata keberhasilan hilirisasi industri dan Proyek Strategis Nasional (PSN) dalam membuka lapangan kerja secara masif.

Mayoritas dari jumlah tersebut, yakni 35.776 orang atau sekitar 98 persen, merupakan tenaga kerja domestik dari NTB maupun wilayah Indonesia lainnya. Sementara itu, porsi tenaga ahli asing mendapat pengawasan ketat dari pemerintah daerah.

Untuk operasional inti di tambang Batu Hijau dan proyek pengembangannya, korporasi mempekerjakan lebih dari 11.500 karyawan. Penyerapan warga lokal KSB dan NTB oleh AMMAN bersama mitra bisnisnya mencapai hampir 75 persen dari total staf. Dominasi ini menempatkan sektor pertambangan sebagai pilar utama PDRB, dengan kontribusi mencapai 82 persen bagi KSB dan 17,3 persen untuk Provinsi NTB.

Direktur Utama AMMAN, Arief Widyawan Sidarto, menegaskan kebijakan korporasi untuk tetap memprioritaskan talenta daerah pada setiap fase operasional. Keselarasan visi ini diwujudkan melalui kolaborasi bersama Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat dan UT School dalam program Industrialisasi Ketenagakerjaan pada Maret 2026. Langkah nyata ini diawali dengan pemberian beasiswa Mekanik Alat Berat untuk menyiapkan generasi muda lokal masuk ke dunia industri.

Kontribusi Fiskal dan Ketergantungan Pasar

Selain penyerapan tenaga kerja, kepatuhan fiskal perusahaan menjadi penopang utama pendapatan negara di Pulau Sumbawa. Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Sumbawa Besar memberikan penghargaan kepada PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) dan PT Amman Mineral Integrasi (AMIG) sebagai Pembayar Pajak terbesar, Wajib Pajak Badan serta Wajib Pajak Badan pendukung penerimaan Pajak terbaik. Setoran pajak AMNT menyumbang hampir setengah dari target penerimaan KPP Pratama Sumbawa Besar, menempatkannya di posisi teratas wajib pajak wilayah tersebut.

Kepala KPP Pratama Sumbawa Besar, Benny Santosa, menyatakan kontribusi kedua anak usaha ini krusial dalam pencapaian target penerimaan pajak daerah dan diharapkan menjadi percontohan bagi korporasi lain. Merespons hal tersebut, Vice President Corporate Communications dan Investor Relations AMMAN, Kartika Octaviana, menyampaikan bahwa apresiasi ini memperkuat komitmen perusahaan dalam mendorong kesejahteraan masyarakat melalui sinergi berkelanjutan dengan para pemangku kepentingan.

Manfaat finansial ini juga masuk ke kas Pemerintah Provinsi NTB lewat Dana Bagi Hasil (DBH) sebesar 1,5 persen dari keuntungan bersih perusahaan. Pada 2025, Pemprov NTB menerima alokasi DBH senilai Rp176,67 miliar.

Kendati demikian, ketergantungan pada sektor ini membawa risiko tersendiri. Sekretaris Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) NTB, M. Zuhudy Kadran, memaparkan bahwa nilai transfer DBH bersifat fluktuatif karena terikat langsung pada performa keuntungan laba korporasi, harga komoditas global, serta nilai tukar dolar Amerika Serikat. Fluktuasi tersebut membuat pendapatan daerah rentan terhadap dinamika eksternal yang berada di luar kendali pemerintah lokal. Kondisi ini memperkuat urgensi diversifikasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) agar struktur finansial wilayah lebih stabil.

Penguatan UMKM dan Sektor Pangan

Pemberdayaan ekonomi masyarakat turut bergerak di sektor mikro. Melalui pilar Economic Empowerment dalam Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM), AMMAN bersama Narasa Indonesia menginisiasi program SINERGI dan SELARAS sejak akhir 2021. Program ini mengasuh 32 pelaku UMKM dan 15 pemuda di KSB lewat pelatihan pemasaran digital, branding, standardisasi kemasan, serta pengurusan legalitas formal seperti izin PIRT, sertifikasi halal, dan hak kekayaan intelektual.

Intervensi ini membuahkan hasil signifikan pada produktivitas usaha. Zakiah, pemilik usaha Bakso Emak di Kecamatan Seteluk, mencatat lonjakan pendapatan harian dari Rp500 ribu menjadi rata-rata Rp5 juta, sehingga akumulasi omzetnya kini menyentuh Rp100 juta per bulan. Pola pertumbuhan serupa dialami Peti Puspita Sari, produsen permen susu, yang berhasil mengerek omzet bulanan dari Rp3 juta menjadi Rp35 juta, dengan jangkauan pasar hingga ke bandara-bandara di NTB. Pelaku usaha komoditas jamu, stik rumput laut, dan kue tradisional juga melaporkan penguatan pendapatan bersih secara konsisten.

Vice President Social Impact AMMAN, Priyo Pramono, menjelaskan bahwa program kemitraan ini bertujuan membangun kemandirian ekonomi masyarakat KSB di luar sektor ekstraktif. Menyambung hal itu, Senior Manager Social Impact AMMAN, Aji Suryanto, menambahkan bahwa akselerasi UMKM diarahkan pada penguatan pariwisata daerah dan diversifikasi produk sebagai bantalan ekonomi alternatif saat aktivitas pertambangan menurun kelak. Program ini juga diperluas ke sektor pertanian dan perikanan melalui perbaikan infrastruktur jalan usaha tani serta penyediaan sarana air bersih.

Tantangan Kemandirian Ekonomi Masa Depan

Struktur data di atas mengonfirmasi signifikansi kehadiran AMMAN bagi perekonomian regional diantaranya adalah, penyediaan lapangan kerja secara masif, sokongan fiskal penopang kas negara, dan eskalasi kelas usaha lokal.

Meskipun demikian, terdapat tantangan fundamental yang memerlukan solusi jangka panjang yakni, tentang keberlanjutan ekonomi Sumbawa Barat saat cadangan mineral menipis atau ketika harga komoditas global mengalami kontraksi. 

Menempatkan lebih dari separuh kekuatan ekonomi daerah pada satu sektor industri ekstraktif sama dengan menciptakan kerentanan struktural. Program diversifikasi di bidang UMKM, pertanian, dan pariwisata yang berjalan saat ini masih berskala kecil dibanding raksasa industri tambang. Jalan menuju kemandirian ekonomi yang seutuhnya masih membutuhkan proses panjang.

Kolaborasi erat antara eksekutif, legislatif, dan korporasi menjadi instrumen kunci agar pertumbuhan ini bermutasi menjadi fondasi transformasi ekonomi yang inklusif. Keberhasilan transformasi tersebut baru akan teruji secara nyata saat aktivitas tambang sepenuhnya berhenti beroperasi di masa depan. 

 21,401 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Previous Post

AMMAN dan Jalan Panjang Menuju Kematangan Industri Tambang Nasional

Next Post

APBD Perubahan Dompu 2026: Waktunya Menginjak Bumi dan Jujur pada Kantong Sendiri

admin

admin

Related Posts

Tanggapi Ketua DPRD, Kepala BPKAD Dompu Sebut Penundaan Bayar Berada di Ranah Teknis
Ekonomi

TPP Cair Lagi, Kabar Baik dari BPKAD Dompu

4 Juli 2026
H. Mohamad Alexander Kritisi Dugaan Intervensi Oknum Anggota dan Oknum Pimpinan DPRD Dompu ke OPD
Ekonomi

Sektor Pertanian Sumbang 40 Persen Ekonomi Dompu, Keberpihakan Anggaran Dipertanyakan

21 Juni 2026
Tanggapi Ketua DPRD, Kepala BPKAD Dompu Sebut Penundaan Bayar Berada di Ranah Teknis
Ekonomi

Tanggapi Ketua DPRD, Kepala BPKAD Dompu Sebut Penundaan Bayar Berada di Ranah Teknis

19 Juni 2026
Ketua DPRD Dompu Harapkan Figur Cerdas Berpenglaaman Isi Jabatan Asisten III
Ekonomi

Krisis Kas Daerah Tak Pernah Dilaporkan ke DPRD, Ketua DPRD Dompu Minta Bupati Evaluasi TAPD

19 Juni 2026
Keuangan Pemkab Dompu Terancam Kolaps, Mantan Sekda Zainal Arifin : Kelola Belanja dengan Skala Prioritas Ketat
Ekonomi

Keuangan Pemkab Dompu Terancam Kolaps, Mantan Sekda Zainal Arifin : Kelola Belanja dengan Skala Prioritas Ketat

12 Juni 2026
Heboh Perjalanan Dinas Rp19 Miliar, BPKAD Dompu Buka Suara Soal Pemangkasan Dana Pusat
Ekonomi

Belanja di Luar Gaji Tinggi, Keuangan Daerah Dompu Terancam Kolaps

12 Juni 2026
Next Post
Kas Daerah Menyusut, Tersingkap Deposito dan Paket Titipan

APBD Perubahan Dompu 2026: Waktunya Menginjak Bumi dan Jujur pada Kantong Sendiri

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA TERBARU

Pohon Literasi di Ruang BK: Merajut Resiliensi Remaja Lewat Teduhnya Pojok Baca

Pohon Literasi di Ruang BK: Merajut Resiliensi Remaja Lewat Teduhnya Pojok Baca

28 Juli 2026
Menelusuri Rote Ndao Sebagai Calon Venue Surfing PON NTB-NTT 2028

Menelusuri Rote Ndao Sebagai Calon Venue Surfing PON NTB-NTT 2028

27 Juli 2026
Evaluasi Menyeluruh Jadi Harapan Setelah Dompu Terpuruk di Porprov XII NTB 2026

Evaluasi Menyeluruh Jadi Harapan Setelah Dompu Terpuruk di Porprov XII NTB 2026

27 Juli 2026
Aroma Maladministrasi dan Dualisme Terselubung di Internal PPP Dompu

Prestasi Terjun Bebas, KONI Dompu Dituntut Evaluasi Total Jelang PON

26 Juli 2026
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Pemasangan Iklan
  • Contact Us
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Tentang NTB POST

© 2022 - Ntbpost.co - Developed by Tokoweb.co

  • Beranda
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Politik
  • Kriminal
  • Pemerintah
  • Pendidikan
  • Pembangunan
  • Investigasi
  • Lainnya
    • Nusantara
    • Pariwisata
    • Sosial Budaya
    • Teknologi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
0
SHARES
900
VIEWS