Oleh: Muhyiddin/redaksi
Mantra “efisiensi” bergema kencang dari pusat hingga ke daerah. Instruksi Presiden Prabowo Subianto tegas, bahwa tiada fasilitas baru yang boleh dibangun untuk Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII 2028. Menpora Erick Thohir menyikapinya, dan Ketua KONI NTB Mori Hanafi menjadikannya pedoman utama. Doktrin hemat ini amat rasional di atas kertas. Namun bagi wilayah di ujung timur Pulau Sumbawa, mantra tersebut terasa sangatlah pahit.

Enam Panggung yang Tersisa
Seremoni pembukaan Porprov XII NTB 2026 di Lapangan Bumi Gora, Mataram, pada pertengahan Juli lalu menampilkan dinamika menarik. Bagi pengurus olahraga, perhelatan ini merupakan panggung simulasi PON 2028. Peta awal sejatinya dirancang membagi peran kepada sepuluh kabupaten/kota. Namun realitas berkata lain. Empat daerah masing-masing Kota Bima, Kabupaten Bima, Dompu, dan Sumbawa, memilih mundur sebagai tuan rumah bersama akibat berbagai keterbatasan.
Keputusan mundur itu memaksa cabor-cabor mereka dialihkan seluruhnya ke Kota Mataram. Mataram bertindak bagai spons yang menyerap 33 cabang olahraga. Sementara daerah lain hanya memperoleh porsi terbatas:
Lombok Tengah: Menggelar 9 cabor.
Lombok Barat: Menampung 8 cabor.
Lombok Timur: Memegang 3 cabor.
Sumbawa Barat: Mendapat 2 hingga 3 cabor.
Lombok Utara: Hanya kebagian 1 cabor.
Peta ini mencerminkan kerangka kerja PON 2028 wilayah NTB. Sirkuit Mandalika disiapkannya untuk balap motor dan skateboard, Bendungan Meninting untuk dayung, Lapangan Golf Sire, serta Sky Lancing untuk paralayang. Pendekatan Mori Hanafi amat konsisten, maksimalkan arena lama, poles seperlunya, tanpa membangun arena baru.
Kontras dengan NTB, Nusa Tenggara Timur (NTT) mengambil jurus berbeda. Provinsi tetangga ini berani membagi panggung ke 14 dari 22 kabupaten/kota. NTT menyinergikan venue olahraga dengan destinasi wisata luar Labuan Bajo. Manggarai Barat memegang cabang layar, Ngada memegang paralayang, Ende menjadi rumah sepak bola putri, daratan Timor menggelar sepak bola putra, dan Sumba memimpin cabang berkuda. Puncaknya, Rote Ndao sah ditetapkan sebagai tuan rumah cabang selancar ombak.
Ombak Legendaris Tersingkir
Penetapan Rote Ndao menjawab teka-teki yang ditunggu masyarakat kabupaten Dompu. Pantai Lakey dengan gulungan ombak kelas dunianya sempat diproyeksikan menjadi panggung selancar PON 2028. Mori Hanafi mengonfirmasi bahwa rencana awal memang menempatkan selancar di Dompu, sebelum keputusan akhir digeser ke Rote Ndao yang dinilai jauh lebih siap.
Kenyataan ini memberi pukulan ganda bagi Dompu. Keputusan mundur dari Porprov XII membuat cabor mereka diboyong ke Mataram. Pada saat bersamaan, aset terbesarnya, ombak Lakey yang dipuja peselancar internasional harus melepaskan status tuan rumah ajang olahraga paling bergengsi di tanah air.
Pertimbangan panitia berpatokan pada efisiensi teknis. Rote Ndao mengantongi rekam jejak panjang dalam menggelar kejuaraan selancar nasional maupun internasional. Dalam kalkulasi anggaran, memilih arena yang sudah matang jauh lebih hemat dan aman ketimbang membangun fasilitas dari titik nol. Niatan menghemat anggaran ini menuntut harga mahal, Dompu kehilangan momentum emas untuk mempromosikan potensi wisata olahraganya ke panggung nasional.
Ongkos Nyata Kebijakan Hemat
Skema pembiayaan PON 2028 membagi porsi antara APBN, APBD Provinsi, serta APBD Kabupaten/Kota. Implikasinya jelas, daerah tuan rumah berhak mewarisi pembenahan fasilitas sebagai aset publik jangka panjang.
Dompu berada pada posisi paling dirugikan. Potensi alam luar biasa terbukti belum cukup untuk mengamankan tempat di panggung utama tanpa kesiapan fasilitas pendukung. Pelajaran ini mesti menjadi cambuk bagi Pemerintah Kabupaten Dompu dan Pemprov NTB untuk mempercepat pembangunan infrastruktur olahraga pantai. Dengan begitu, Lakey tak lagi kalah bersaing saat kesempatan berikutnya datang.
Porprov XII yang resmi ditutup pada 25 Juli lalu memamerkan peta kekuatan, daerah yang siap mendapat panggung, sementara yang lambat tergeser ke tepi arena. Enam kabupaten/kota di NTB sudah merasakan atmosfer perhelatan tersebut. ***
15,399 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini











