DOMPU — Nunggas, di Pantai Lakey Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, tengah bersiap menjadi pusat perhatian pecinta selancar nasional maupun mancanegara. Pada 15 hingga 17 Agustus 2026, kawasan yang dikenal sebagai salah satu spot surfing terbaik di Indonesia timur ini akan menggelar Lakey Merdeka Fest, sebuah rangkaian kejuaraan surfing sekaligus festival kemerdekaan yang dikemas dengan nuansa budaya lokal.

Muhammad Ali yang dipercaya sebagai Ketua Panitia, kepada wartawan menyebutkan, event ini digagas oleh Asosiasi Pengusaha Hotel dan Restaurant Lakey (APHRL) yang didukung penuh oleh Bank NTB Syariah sebagai mitra utama.
Pemilihan waktu pelaksanaan yang bertepatan dengan momentum Hari Kemerdekaan Republik Indonesia sehingga lahir Tema besar yang diusung, “Gelombang Kemerdekaan, Gerakan Ekonomi Digital NTB”. Yang menegaskan bahwa ajang ini bertujuan untuk menyatukan semangat nasionalisme dengan upaya mendorong transformasi ekonomi digital di wilayah NTB.
Kompetisi Surfing menjadi daya tarik utama festival ini. Menurut Ali, Ombak Lakey memang telah lama dikenal para peselancar dunia karena karakternya yang menantang, dengan gelombang panjang dan konsisten yang cocok untuk kompetisi tingkat profesional.
“Adanya turnamen resmi di lokasi ini diharapkan mampu mengangkat kembali nama Lakey sebagai destinasi surfing kelas dunia, sekaligus menarik wisatawan domestik dan internasional ke Dompu,” urai pemilik Ali Rock Pool ini.
Selain kompetisi selancar, panitia juga menyiapkan sejumlah lomba rakyat khas perayaan kemerdekaan seperti tarik tambang pantai, lomba karung, dan panjat pinang. Kombinasi antara olahraga air modern dan permainan tradisional ini mencerminkan upaya penyelenggara merangkul seluruh lapisan masyarakat, mulai dari wisatawan hingga warga lokal, agar sama-sama merasakan semarak perayaan.
Satu elemen yang menarik dari festival ini adalah program QRIS Activation. Kehadiran fitur ini menunjukkan bahwa Bank NTB Syariah tidak hanya berperan sebagai sponsor seremonial, tetapi turut mendorong literasi transaksi digital di kawasan wisata. Pelaku usaha kecil menengah di sekitar Lakey, mulai dari pedagang kuliner hingga penyedia jasa penginapan, berpotensi mendapatkan manfaat langsung dari edukasi penggunaan pembayaran nontunai selama acara berlangsung.
Langkah ini sejalan dengan visi besar “Gerakan Ekonomi Digital NTB” yang tertulis dalam tema festival. Pemerintah daerah dan pelaku industri pariwisata tampaknya ingin menjadikan “Lakey Merdeka Fest” sebagai model pengembangan destinasi wisata yang terintegrasi dengan ekosistem keuangan digital, bukan sekadar ajang olahraga musiman.
Dari sisi ekonomi lokal, penyelenggaraan festival berskala tiga hari ini berpotensi mendongkrak tingkat hunian hotel dan restoran di sekitar Lakey, mengingat APHRL sebagai organisasi pelaku usaha perhotelan dan restoran setempat menjadi motor penggerak acara. Momentum liburan panjang kemerdekaan turut menjadi faktor pendukung yang bisa meningkatkan kunjungan wisatawan dari luar daerah.
Tagline “Dari Ombak Lakey Untuk Indonesia” yang tercantum dalam publikasi acara menggambarkan ambisi penyelenggara agar gaung festival ini tidak berhenti di tingkat lokal. Harapannya, prestasi para peselancar yang berlaga di Lakey dapat memberi kontribusi positif bagi perkembangan olahraga surfing nasional, sekaligus memperkuat posisi Dompu di peta pariwisata Indonesia.
Dengan kombinasi kompetisi olahraga, perayaan budaya, dan inisiatif ekonomi digital, “Lakey Merdeka Fest 2026” berpeluang menjadi agenda tahunan yang dinanti. Keberhasilan pelaksanaannya akan menjadi indikator penting apakah kolaborasi antara pelaku usaha pariwisata, sektor perbankan, dan pemerintah daerah mampu menghadirkan dampak berkelanjutan bagi masyarakat Dompu. (Idin)
13,327 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini











