• Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Pemasangan Iklan
  • Contact Us
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Tentang NTB POST
  • Login
NtbPost.co
  • Beranda
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Politik
  • Kriminal
  • Pemerintah
  • Pendidikan
  • Pembangunan
  • Investigasi
  • Lainnya
    • Nusantara
    • Pariwisata
    • Sosial Budaya
    • Teknologi
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Politik
  • Kriminal
  • Pemerintah
  • Pendidikan
  • Pembangunan
  • Investigasi
  • Lainnya
    • Nusantara
    • Pariwisata
    • Sosial Budaya
    • Teknologi
No Result
View All Result
NtbPost.co
No Result
View All Result
Home Lainnya

H. Mohamad Alexander Kritisi Dugaan Intervensi Oknum Anggota dan Oknum Pimpinan DPRD Dompu ke OPD

admin by admin
22 Mei 2026
in Lainnya
0
H. Mohamad Alexander Kritisi Dugaan Intervensi Oknum Anggota dan Oknum Pimpinan DPRD Dompu ke OPD

Drs. H. Mohamad Alexander M.Si mantan anggota DPRD Dompu di zaman Orde Baru

0
SHARES
9.3k
VIEWS
Bagikan di WhatsAppBagikan di Facebook

DOMPU — Fenomena dugaan campur tangan oknum anggota hingga oknum pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) terhadap kinerja operasional Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kabupaten Dompu dinilai sebagai bukti nyata gagalnya fungsi manajemen pemerintahan di tingkat daerah.

H. Mohamad Alexander M.Si seorang pemerhati Kebijakan pemerintah dan tokoh publik di Kabupaten Dompu menyebut bahwa tujuan fundamental dari pemisahan unsur eksekutif dan legislatif dalam sistem pemerintahan daerah adalah untuk menciptakan mekanisme checks and balances. Pemisahan ini dirancang secara khusus untuk memperkuat fungsi pengawasan (legislatif) terhadap kinerja pemerintahan (eksekutif).

BERITA TERKAIT

Dinsos dan Kejari Dompu Padukan Data, Kawal Bantuan Sosial Sampai ke Sasaran yang Tepat

Guru PPPK Paruh Waktu Dompu : Cukupkah Rp300 Ribu untuk Tiga Bulan ?

Bupati Bambang Firdaus Targetkan Juara Pertama di Porprov NTB 2026

“Apabila unsur anggota legislatif melangkah terlalu jauh mencampuri kegiatan pemerintahan yang sejatinya merupakan urusan eksekutif, maka political control atau pengawasan itu akan semakin melemah,” tegas mantan anggota DPRD perwakilan ABRI di zaman Orde Baru ini.

Ia memperingatkan bahwa hilangnya batas tegas antara pengawas dan pelaksana akan merusak integritas institusi. “maka yang terjadi di lapangan bukannya pengawasan kinerja yang objektif, melainkan justru berubah menjadi kerja sama tersembunyi untuk meraih kepentingan pribadi,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Alexander menyoroti kerancuan dalam penerapan pembagian kekuasaan. Meski Indonesia cenderung menganut prinsip Trias Politica yang memisahkan kekuasaan, praktiknya sering kali tumpang tindih.

Ia mencontohkan, fungsi legislasi yang seharusnya menjadi kekuatan utama DPRD, justru sering kali didominasi oleh pihak eksekutif yang lebih rajin mengajukan rancangan Peraturan Daerah (Perda). Sebaliknya, pada pelaksanaan dana reses oleh legislatif, kerap terjadi salah kaprah yang menyerupai fungsi eksekutor.

Alexander mengistilahkan fenomena rangkap peran ini sebagai manajemen tukang cukur dimana satu pihak seolah memborong semua pekerjaan dari hulu ke hilir. “Dapat dibayangkan jika satu institusi memiliki kewenangan membuat aturan, menentukan anggaran, lalu secara diam-diam ikut melaksanakan atau mempengaruhi pelaksanaannya di lapangan, dan di saat yang sama harus bertindak sebagai pihak yang melakukan pengawasan. Manajemen tukang cukur seperti ini tidak akan pernah membuat ide cemerlang Trias Politica berhasil diwujudkan,” paparnya.

Di sisi lain, Alexander bersikap objektif dengan mengingatkan bahwa rusaknya sistem tata kelola ini tidak selalu murni kesalahan oknum dewan. Peluang intervensi kerap kali justru dibuka oleh institusi OPD itu sendiri yang berambisi memperbesar alokasi anggarannya melalui jalur lobi-lobi politik kepada anggota dewan.

Praktik lobi anggaran ini, menurut Alexander, pada akhirnya akan menjadi bumerang yang merugikan birokrasi itu sendiri. “Peluang terjadinya fenomena seperti ini bisa datang dari institusi yang ingin memperbesar anggarannya. Namun pada gilirannya akan merugikan mereka sendiri, karena dalam politik transaksional, tidak ada makan siang yang gratis,” tuturnya.

H. Mohamad Alexander berpesan agar para wakil rakyat kembali ke khitah tugas konstitusionalnya dan berhenti mencampuri urusan teknis birokrasi.

“oknum anggota dan oknum pimpinan DPRD jangan mengganggu OPD dengan pesanan macam-macam, seperti ikut mengatur jatah proyek dan lain-lain. Biarkan masing-masing bekerja sesuai fungsinya agar pemerintahan berjalan sehat,” pungkas Alexander. (Idin)

 9,133 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Previous Post

Lelang 11 JPT Pratama Pemkab Dompu, Pansel Dituntut Profesional, Bupati Diminta Utamakan Rekam Jejak

Next Post

Klarifikasi Isu, Ketua DPRD Dompu Minta Pimpinan OPD Lapor Bupati, Bukan Umbar ke Media

admin

admin

Related Posts

Dinsos dan Kejari Dompu Padukan Data, Kawal Bantuan Sosial Sampai ke Sasaran yang Tepat
Lainnya

Dinsos dan Kejari Dompu Padukan Data, Kawal Bantuan Sosial Sampai ke Sasaran yang Tepat

21 Juli 2026
Guru PPPK Paruh Waktu Dompu : Cukupkah Rp300 Ribu untuk Tiga Bulan ?
Lainnya

Guru PPPK Paruh Waktu Dompu : Cukupkah Rp300 Ribu untuk Tiga Bulan ?

11 Mei 2026
Bupati Bambang Firdaus Targetkan Juara Pertama di Porprov NTB 2026
Lainnya

Bupati Bambang Firdaus Targetkan Juara Pertama di Porprov NTB 2026

23 November 2025
Zulkarnain : Program OTA Genting Jalan Pintas Turunkan Angka Stunting
Lainnya

Zulkarnain : Program OTA Genting Jalan Pintas Turunkan Angka Stunting

27 Mei 2025
UPTD BLUD Puskesmas Dompu Barat Edukasi Warga tentang PSN dan Pembagian Obat Cacing
Lainnya

UPTD BLUD Puskesmas Dompu Barat Edukasi Warga tentang PSN dan Pembagian Obat Cacing

12 Februari 2025
Terungkap di Rapat Koordinasi Penanggulangan KLB DBD di Dompu
Lainnya

Terungkap di Rapat Koordinasi Penanggulangan KLB DBD di Dompu

10 Februari 2025
Next Post
Ketua DPRD Dompu Harapkan Figur Cerdas Berpenglaaman Isi Jabatan Asisten III

Klarifikasi Isu, Ketua DPRD Dompu Minta Pimpinan OPD Lapor Bupati, Bukan Umbar ke Media

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA TERBARU

Menelusuri Rote Ndao Sebagai Calon Venue Surfing PON NTB-NTT 2028

Menelusuri Rote Ndao Sebagai Calon Venue Surfing PON NTB-NTT 2028

27 Juli 2026
Evaluasi Menyeluruh Jadi Harapan Setelah Dompu Terpuruk di Porprov XII NTB 2026

Evaluasi Menyeluruh Jadi Harapan Setelah Dompu Terpuruk di Porprov XII NTB 2026

27 Juli 2026
Aroma Maladministrasi dan Dualisme Terselubung di Internal PPP Dompu

Prestasi Terjun Bebas, KONI Dompu Dituntut Evaluasi Total Jelang PON

26 Juli 2026
Ko-Infeksi HIV-TBC, Ancaman Ganda yang Menggerogoti Imun dan Nyawa

Ko-Infeksi HIV-TBC, Ancaman Ganda yang Menggerogoti Imun dan Nyawa

25 Juli 2026
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Pemasangan Iklan
  • Contact Us
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Tentang NTB POST

© 2022 - Ntbpost.co - Developed by Tokoweb.co

  • Beranda
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Politik
  • Kriminal
  • Pemerintah
  • Pendidikan
  • Pembangunan
  • Investigasi
  • Lainnya
    • Nusantara
    • Pariwisata
    • Sosial Budaya
    • Teknologi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
0
SHARES
900
VIEWS