DOMPU — Bronson Meidy kini menjadi buah bibir dunia selancar Indonesia. Peselancar kelahiran Desa Hu’u, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, ini dipastikan mewakili Indonesia pada cabang olahraga selancar di Asian Games 2026 yang berlangsung di Aichi-Nagoya, Jepang, 19 September hingga 4 Oktober mendatang. Kabar ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) khususnya warga dan anak-anak Pantai Lakey, kampung halaman Bronson yang selama ini dikenal sebagai salah satu titik selancar terbaik di dunia.
Lahir pada 23 Mei 2004 dari pasangan ayah asal Australia dan ibu asli Dompu, Bronson tumbuh besar di tepi ombak Lakey Peak. Sejak usia sebelas tahun, ia sudah dikenal sebagai bocah ajaib yang mampu menaklukkan ombak besar dengan gaya matang untuk anak seusianya. Bakat itu kemudian dilirik legenda selancar nasional, Rizal Tanjung, yang membawanya berlatih dan bersekolah di Bali agar mendapat akses kompetisi dan pembinaan yang lebih memadai.
Perjalanan panjang itu membuahkan hasil manis. Awal tahun 2025, Bronson mencatatkan sejarah sebagai peselancar Indonesia pertama yang merebut gelar juara dunia lewat ajang World Surf League (WSL) World Junior Championship di San Juan, La Union, Filipina. Pada laga puncak, ia mengumpulkan total 18,80 poin, unggul atas peselancar Australia, Winter Vincent, yang mengantongi 17,84 poin. Nilai sempurna 10,00 dari aksi aerial di ombak pertama menjadi penentu kemenangannya. Gelar emas ini sekaligus mengunci tiketnya ke WSL Challenger Series, kompetisi bergengsi yang mempertemukan seratus peselancar terbaik dari lima benua.
Prestasi Bronson tidak berhenti di titik itu. Ia juga pernah menjadi juara pada ajang Siargao International Surfing Cup QS6000 di Filipina, serta mencatat sejumlah hasil solid pada seri kualifikasi WSL lain seperti Wanning Corona Cero Pro dan Taiwan Open of Surfing. Rangkaian pencapaian itu mengantarkan namanya ke puncak peringkat Asia kategori junior, mengungguli rekan setimnya, I Made Pajar Ariyana.
Menjelang Asian Games 2026, Bronson masih aktif berlaga pada rangkaian turnamen WSL internasional, termasuk US Open di Huntington Beach, California. Tim nasional selancar Indonesia menyiapkan program latihan khusus untuk empat atlet yang lolos ke Aichi-Nagoya, dua putra dan dua putri, dengan Padang Padang Cup 2026 di Bali sebagai ajang uji coba menjelang keberangkatan. Selancar hanya mempertandingkan satu nomor pada Asian Games 2026, yakni short board, sehingga persaingan diprediksi berlangsung ketat.
Pelatih kepala tim nasional selancar Indonesia, Arya Subyakto, menyebut capaian Bronson sebagai buah pembinaan berjenjang yang dijalankan federasi bersama Asian Surf Cooperative. Tiketnya menuju kejuaraan dunia junior maupun Asian Games diraih murni lewat jalur peringkat, bukan wildcard, sehingga konsistensi performanya teruji. Gaya bermainnya yang memadukan manuver aerial dengan penguasaan barrel dianggap cocok dengan karakter ombak di banyak lokasi kompetisi Asia, menjadikannya salah satu andalan Indonesia di nomor short board.
Kehadiran Bronson di Asian Games menjadi penanda tumbuhnya ekosistem selancar di kawasan timur Indonesia, khususnya Dompu, yang selama ini lebih akrab di mata wisatawan mancanegara dibanding publik domestik. Dukungan dari kampung halaman terus mengalir seiring makin dekatnya jadwal keberangkatan tim selancar Indonesia ke Jepang.
Tersemat harapan besar terutama dari anak-anak Pantai Lakey, agar rekam jejak emasnya di level junior dan kualifikasi dunia dapat berlanjut menjadi medali untuk Merah Putih pada pesta olahraga terbesar se-Asia tersebut. Jika target itu tercapai, nama Bronson Meidy akan tercatat ganda dalam sejarah, sebagai peselancar pertama Indonesia peraih gelar dunia junior sekaligus pengukir prestasi selancar nasional di ajang multieven Asia. (Idin)
21,103 kali dilihat, 21,103 kali dilihat hari ini










