• Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Pemasangan Iklan
  • Contact Us
  • Peraturan Perusahaan
  • Tentang PersIndoNews
  • Login
NtbPost.co
  • Beranda
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Politik
  • Kriminal
  • Pemerintah
  • Pendidikan
  • Pembangunan
  • Investigasi
  • Lainnya
    • Nusantara
    • Pariwisata
    • Sosial Budaya
    • Teknologi
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Politik
  • Kriminal
  • Pemerintah
  • Pendidikan
  • Pembangunan
  • Investigasi
  • Lainnya
    • Nusantara
    • Pariwisata
    • Sosial Budaya
    • Teknologi
No Result
View All Result
NtbPost.co
No Result
View All Result
Home Pariwisata

Kilas Balik Letusan Gunung Tambora Yang Merubah Iklim di Eropa

Dahsyatnya Sebabkan Puluhan Ribu Orang Alami Kelaparan Juga Kematian

admin by admin
28 Mei 2022
in Pariwisata
0
Kilas Balik Letusan Gunung Tambora Yang Merubah Iklim di Eropa

Kaldera di Gunung Tambora. Foto : Georesearch Volcanedo Germany/Wikimedia Commons

0
SHARES
139
VIEWS
Bagikan di WhatsAppBagikan di Facebook

DOMPU, PersIndoNews – Untuk menyuguhkan fakta ilmiah tentang dahsyatnya letusan gunung Tambora pada tahun 1815 silam, tim redaksi PersIndoNews dengan banyak keterbatasan menterjemahkan sebuah tulisan yang dikutip di AMUSINGPLANET, berjudul, “Mount Tambora And The Year Without a Summer” oleh KAUSHIK PATOWARY.

Letusan gunung berapi dapat mengubah iklim di planet ini. Dimana sejumlah besar abu vulkanik dilepaskan ke ruang angkasa membentuk penutup seperti kerudung yang mencegah sinar matahari agar panas tidak mencapai bumi. Selain itu, gas vulkanik seperti belerang dioksida memiliki efek pendinginan, berlawanan dengan gas rumah kaca seperti karbon dioksida.

BERITA TERKAIT

Pemprov NTB Masih Abai Terhadap Potensi Wisata di Dompu

2 Hari Terombang Ambing Gelombang Lakey, Rian Ditemukan Tak Bernyawa

Pemkab Dompu Harus Jadikan Aset Lakey Sebagai Mesin Pencetak PAD

Letusan Gunung Api Tambora pada tahun 1815 di pulau Sumbawa Provinsi Nusa Tenggara Barat Indonesia, memuntahkan sekitar 120 juta ton belerang dioksida sampai 40 kilometer ke luar angkasa. Sulfur dioksida berubah menjadi aerosol asam sulfat yang halus, dan dalam beberapa minggu menyelimuti sebagian besar bumi. Lapisan aerosol memantulkan radiasi dari matahari kembali ke angkasa sehingga menghasilkan efek dingin di seluruh dunia. Tahun berikutnya setelah letusan Gunung Tambora, dilalui dengan cuaca yang terdingin dalam sejarah.

Letusan Gunung Tambora merupakan letusan gunung berapi paling dahsyat yang pernah disaksikan manusia. Letusan itu berawal pada 5 April 1815 dan terjadi letusan susulan selama empat bulan. Erupsi ini memuntahkan lebih dari 150 kilometer kubik batu dan magma yang menghasilkan kaldera sepanjang 7 kilometer. Gunung Tambora yang semula ketinggian puncaknya 4.300 meter runtuh menjadi hanya tersisa 2.850 meter.

Akibat dari erupsi Gunung Tambora menimbulkan bencana, batu apung dan abu menghujani wilayah tersebut selama berminggu-minggu. Abu yang dihempaskan Gunung Tambora sampai menutup langit  Sumatera Selatan dan Kalimantan, sejauh 1.300 km. Seluruh pulau tertutup abu dan aliran piroklastik hingga sedalam satu meter menghancurkan rumah, tanaman, dan menumbangkan pohon. Abu dan batu apung yang jatuh ke laut membentuk rakit selebar lima kilometer. Rakit-rakit ini kemudian melayang ke laut lepas, di mana mereka ditemui oleh kapal-kapal Inggris yang jaraknya 3.600 km jauhnya.

Partikel abu halus terus bertahan di atmosfer selama beberapa tahun mengakibatkan warna matahari seperti  terbenam atau seakan seperti senja berwarna cerah. Hal ini terlihat sampai ke London, Inggris.

Dampak buruk terjadi setelah letusan Gunung Tambora adalah kelaparan karena seluruh  rusaknya tanaman dan pertanian. Muncul berbagai macam penyakit di kalangan masyarakat, terutama diare yang disebabkan air minum yang sudah tercemar. Kelaparan itu begitu parah sehingga orang-orang di Pulau Sumbawa terpaksa makan daun kering dan umbi-umbian beracun. Bahkan ada warga yang tega menjual anaknya hanya untuk mendapatkan beras. Sekitar 48.000 orang tewas di Pulau Sumbawa dan 44.000 di Lombok. Puluhan ribu orang mengungsi ke Jawa, Bali, dan Sulawesi Selatan untuk menghindari kelaparan.

Efek erupsi tidak hanya dirasakan di Indonesia. Cuaca dingin yang bukan pada musimnya mematikan pohon, padi, dan hewan. Kasus yang juga terjadi di utara Cina dan Tibet. Banjir menghancurkan banyak tanaman yang tersisa. Di beberapa kota di Taiwan, yang beriklim tropis, justru dilaporkan banyak terjadi hujan salju.

Di Eropa, yang masih memulihkan diri dari Perang Napoleon, suhu rendah dan hujan lebat mengakibatkan gagal panen di seluruh benua, yang menyebabkan kelaparan serius di Irlandia dan Wales. Ini diikuti oleh epidemi tifus besar di beberapa bagian Eropa, termasuk Irlandia, Italia, Swiss, dan Skotlandia, diperburuk lagi oleh kasus kekurangan gizi yang disebabkan oleh Tahun Tanpa Musim Panas.

Suhu anjlok di seluruh Amerika Utara, terutama di bagian timur laut Amerika Serikat dan Kanada. Sepanjang musim semi dan musim panas, ada kabut kering terus-menerus yang memerahkan dan meredupkan sinar matahari. Embun beku dan salju turun di dataran tinggi New Hampshire, Maine, Vermont, dan utara New York di tengah musim panas. Cuaca dingin merusak sebagian besar tanaman pertanian di Amerika Utara yang menyebabkan kenaikan harga. Di Kanada, Quebec kehabisan roti dan susu dan warga di salah satu Provinsi Nova Scotians di Canada, mereka merebus ramuan hijauan untuk makanan. (El & Tim/ad)

Previous Post

Ustadz Das’ad Latif Urung Hadir di Festival Tambora Dompu

Next Post

RSUD Dompu Rencanakan Buka Kamar Pelayanan VVIP

admin

admin

Related Posts

Di Mana Lakey-Tambora dalam Skema Bali-Nusra ?
Pariwisata

Pemprov NTB Masih Abai Terhadap Potensi Wisata di Dompu

1 Juni 2026
2 Hari Terombang Ambing Gelombang Lakey, Rian Ditemukan Tak Bernyawa
Pariwisata

2 Hari Terombang Ambing Gelombang Lakey, Rian Ditemukan Tak Bernyawa

29 Mei 2026
Pemkab Dompu Harus Jadikan Aset Lakey Sebagai Mesin Pencetak PAD
Pariwisata

Pemkab Dompu Harus Jadikan Aset Lakey Sebagai Mesin Pencetak PAD

18 Mei 2026
Bayang-Bayang Festival Lakey, Akankah Terhenti ?
Pariwisata

Festival Lakey Terancam Redup, Pemkab Dompu Diminta Tata Ulang Konsep

7 Mei 2026
Bayang-Bayang Festival Lakey, Akankah Terhenti ?
Pariwisata

Bayang-Bayang Festival Lakey, Akankah Terhenti ?

7 Mei 2026
PSOI Dompu Minta Cabor Selancar Ombak PON 2028 Dipertandingkan di Pantai Lakey
Pariwisata

PSOI Dompu Minta Cabor Selancar Ombak PON 2028 Dipertandingkan di Pantai Lakey

6 Mei 2026
Next Post
Agustus 2022, Klinik Cuci Darah di RSUD Dompu Bakal Dioperasikan

RSUD Dompu Rencanakan Buka Kamar Pelayanan VVIP

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA TERBARU

Rupiah Tersungkur, Sandiaga Uno Punya Resep  dan Sejarah Pernah Membuktikannya

Rupiah Tersungkur, Sandiaga Uno Punya Resep dan Sejarah Pernah Membuktikannya

5 Juni 2026
DPRD Dompu Apresiasi Kemitraan Petani Tebu dengan PT SMS di Kecamatan Pekat

DPRD Dompu Apresiasi Kemitraan Petani Tebu dengan PT SMS di Kecamatan Pekat

4 Juni 2026
Bupati Dompu Resmikan Rumah Produksi Rokok PR Imilna dan Buka Pelatihan Desain Produk di Pekat

Bupati Dompu Resmikan Rumah Produksi Rokok PR Imilna dan Buka Pelatihan Desain Produk di Pekat

4 Juni 2026
Bupati Dompu : Infrastruktur Masih Jadi PR Besar, Perbaikan Jalan Ditarget Tuntas 2026

Bupati Dompu : Infrastruktur Masih Jadi PR Besar, Perbaikan Jalan Ditarget Tuntas 2026

3 Juni 2026
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Pemasangan Iklan
  • Contact Us
  • Peraturan Perusahaan
  • Tentang PersIndoNews

© 2022 - Ntbpost.co - Developed by Tokoweb.co

  • Beranda
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Politik
  • Kriminal
  • Pemerintah
  • Pendidikan
  • Pembangunan
  • Investigasi
  • Lainnya
    • Nusantara
    • Pariwisata
    • Sosial Budaya
    • Teknologi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
0
SHARES
900
VIEWS