DOMPU — Kabupaten Dompu menyimpan aset wisata yang tak ternilai dan seharusnya mampu mensejahterakan kehidupan masyarakat setempat. Mulai dari deburan ombak kelas dunia di Pantai Lakey, kemegahan Gunung Tambora, keunikan Pulau Satonda, hingga kemunculan Hiu Paus di perairan Teluk Saleh. Potensi ini menjadi sia-sia adanya karena belum mendapat perhatian maksimal dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Barat (NTB).
Lakey, Surga Selancar yang Terabaikan
Pantai Lakey telah lama dikenal di kalangan peselancar dunia sebagai salah satu destinasi surfing terbaik di Asia. Kawasan ini memiliki setidaknya enam titik gelombang legendaris yang menjadi magnet bagi ribuan peselancar mancanegara setiap tahunnya, yakni Lakey Peak, Lakey Pipe, Nungas, Periscope, Couplestone, dan Nangadoros. Karakteristik gelombangnya yang beragam, mulai dari yang ramah bagi pemula hingga yang menantang para profesional, menjadikan Lakey sebagai primadona yang sulit tertandingi.
Hanya saja reputasi pantai Lakey yang gemilang di mata dunia, kondisi di lapangan justru jauh dari kata layak. Para pelaku usaha di kawasan tersebut mengeluhkan absennya perhatian pemerintah yang mestinya hadir sebagai penggerak pembangunan.
Gelap Saat Malam dan Abrasi Menggerus Pantai
Muhammad Ali, seorang pengusaha restoran dan hotel yang telah bertahun-tahun menggantungkan hidupnya di kawasan Pantai Lakey, tak bisa menyembunyikan kekecewaannya terhadap kondisi gelapnya kawasan Lakey saat malam tiba.
“Kami berharap agar di sepanjang pantai ini ada lampu jalannya, ini gelap sama sekali. Bayangkan, kawasan wisata kelas dunia, tapi malam hari gelap gulita. Ini sangat mengganggu kenyamanan tamu dan keamanan kawasan,” ujar Ali.
Dia juga mengungkapkan keresahannya terhadap ancaman abrasi yang kian menggerus garis pantai Lakey. Kerusakan fisik pantai yang terjadi, kata Ali, dapat mengancam keberlangsungan titik-titik gelombang legenda yang selama ini menjadi daya tarik utama kawasan tersebut.
“Abrasinya sudah cukup mengkhawatirkan. Kalau tidak segera ditangani, bukan tidak mungkin kondisi pantai akan rusak dan daya tarik Lakey perlahan menghilang,” tegasnya.
Ali mengingatkan bahwa Pantai Lakey telah ditetapkan sebagai Kawasan Strategis Provinsi (KSP), sehingga sudah sepatutnya Pemprov NTB hadir dan memberikan perhatian serius.
“Ini kawasan strategis provinsi. Tolong dong diperhatikan. Jangan sampai potensi sebesar ini dibiarkan mati suri,” pinta Ali
Tambora, Satonda, dan Hiu Paus, Segitiga Emas yang Butuh Sentuhan
Persoalan tidak berhenti di Pantai Lakey. Kabupaten Dompu masih memiliki segitiga emas pariwisata yang apabila dikelola secara serius dan terpadu, diyakini akan mampu menyaingi destinasi wisata premium mana pun di Indonesia.
Gunung Tambora, yang namanya terukir dalam sejarah dunia sebagai letusan gunung berapi terbesar dalam catatan sejarah manusia, menyimpan keindahan alam dan nilai geoheritage (Warisan Geologi) yang memiliki keragaman luar biasa. Potensi wisata petualangan, pendakian, dan wisata edukasi vulkanologi di Tambora hingga kini belum dikembangkan secara maksimal.
Tak jauh dari sana, Pulau Satonda menawarkan keajaiban alam berupa danau air asin yang tersembunyi di dalam kawah purba, sebuah fenomena geologi langka yang mestinya menjadi destinasi wisata sains dan alam bertaraf internasional.
Sementara itu, perairan Teluk Saleh menjadi salah satu lokasi di dunia dimana wisatawan dapat berinteraksi langsung dengan Hiu Paus (Rhincodon typus), spesies ikan terbesar di muka bumi. Pengalaman berenang bersama Hiu Paus adalah produk wisata premium yang kini menjadi tren global dan sangat diminati wisatawan asing.
Hanya saja faktanya, ketiga destinasi luar biasa ini belum disentuh oleh Pemprov NTB untuk dikembangkan secara memadai.
Pemprov NTB Diminta Segera Bertindak
Para pelaku usaha dan pemerhati pariwisata di Dompu mendesak Pemprov NTB untuk segera mengambil langkah konkret, diantaranya, agar segera melakukan pembangunan infrastruktur dasar di kawasan Pantai Lakey, khususnya penerangan jalan di sepanjang pantai Lakey, sekaligus menangani masalah abrasi pantai secara serius dan berkelanjutan
Selain itu pemprov NTB dituntut untuk segera melakukan pengembangan aksesibilitas menuju Gunung Tambora, Pulau Satonda, dan Teluk Saleh
Hal yang paling penting adalah Promosi wisata yang terstruktur dan berkelanjutan di tingkat nasional maupun internasional
Point yang tidak kalah penting lagi adalah sinergi antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten dalam membangun ekosistem pariwisata di Dompu secara menyeluruh.
Dengan banyaknya potensi wosata ini harusnya kabupaten Dompu sudah menjadi destinasi wisata international, yang kurang hanya karena belum ada keberpihakan dan keseriusan pemerintah. (Idin)
21,735 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini










