• Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Pemasangan Iklan
  • Contact Us
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Tentang NTB POST
  • Login
NtbPost.co
  • Beranda
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Politik
  • Kriminal
  • Pemerintah
  • Pendidikan
  • Pembangunan
  • Investigasi
  • Lainnya
    • Nusantara
    • Pariwisata
    • Sosial Budaya
    • Teknologi
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Politik
  • Kriminal
  • Pemerintah
  • Pendidikan
  • Pembangunan
  • Investigasi
  • Lainnya
    • Nusantara
    • Pariwisata
    • Sosial Budaya
    • Teknologi
No Result
View All Result
NtbPost.co
No Result
View All Result
Home Sosial Budaya

Antara Tumpukan Sampah di Akhir Pekan dan Tuntutan Nasib Petugas Kebersihan Kota

admin by admin
5 Mei 2026
in Sosial Budaya
0
Sampah Belum Maksimal Tertangani, Wajah Dompu Terlihat Suram
2.9k
SHARES
25.8k
VIEWS
Bagikan di WhatsAppBagikan di Facebook

 

DOMPU – Wajah perkotaan Dompu yang sedang bersolek mendadak muram setiap akhir pekan. Harapan masyarakat akan lingkungan yang asri dan bersih justru tertimbun tumpukan sampah rumah tangga, limbah pasar, hingga sisa pertokoan yang meluber ke bahu jalan setiap hari Sabtu dan Minggu hongga Senin bahkan sampai hari Selasa.

BERITA TERKAIT

FABEM & MASKER PRAGI Kawal Komitmen Prabowo: Dorong Desa Komoditi Hingga Revolusi Tata Kelola Pangan

Jejak Kursi Pinjaman: Romantika Gotong Royong Hajatan di Dompu Masa Lalu

Warisan

Persoalan ini tak lagi sekadar masalah estetika kota, namun telah memicu keresahan publik dan berbuntut pada langkah tegas legislatif. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Dompu berencana memanggil Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat melalui Rapat Dengar Pendapat (RDP) untuk meminta pertanggungjawaban dan penjelasannya atas kelumpuhan sistem pengangkutan sampah di hari libur.

Ketua DPRD Dompu, Muttakun, menyoroti dampak domino dari keterlambatan pengangkutan ini. Menurutnya, tumpukan sampah yang dibiarkan berhari-hari menjadi sasaran empuk kawanan anjing liar. Akibatnya, sampah berserakan hingga ke tengah jalan, menciptakan kesan kumuh yang kontras dengan program penataan kota oleh Penerintah Kabupaten Dompu.

“Penumpukan ini sangat mengganggu dan berpotensi menimbulkan persoalan kesehatan bagi warga. Kita sedang gencar menata kota agar lebih asri, tapi jika urusan mendasar seperti sampah di akhir pekan saja macet, ini menjadi kontradiksi,” ujar Muttakun saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Senin (4/5/2026).

Informasi yang berhasil dihimpun wartawan menyebutkan bahwa, persoalan ini bukan sekadar masalah teknis kendaraan atau bensin, melainkan api dalam sekam di internal DLH. Masalah bermuara pada tuntutan kesetaraan status dan beban kerja petugas lapangan.

Ini menunjukkan adanya jurang perbedaan antara PPPK Penuh Waktu dan PPPK Paruh Waktu. Sementara PPPK Penuh Waktu menikmati hari libur di akhir pekan, para petugas pengangkut sampah yang sebagian besar berstatus Paruh Waktu justru dipaksa bekerja tujuh hari seminggu tanpa jeda, termasuk pada tanggal merah.

“Ada ketimpangan yang dirasakan petugas di lapangan. Muncul tuntutan agar ada perlakuan adil. Jumlah petugas juga berkurang karena banyak yang tidak memenuhi syarat administrasi saat pengangkatan sebelumnya,” ungkap seorang sumber di lingkup DLH

Situasi ini diduga menjadi pemantik mogoknya atau tidak maksimalnya operasional armada sampah pada Sabtu dan Minggu, karena petugas menuntut kejelasan status dan kompensasi atas beban kerja yang melebihi standar waktu kerja reguler.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Dompu, Syaukani, saat dikonfirmasi wartawan mengaku prihatin dengan kondisi yang dihadapi oleh para pahlawan kebersihan ini. “Tidak bisa disalahkan apabila mereka menuntut perbaikan nasib mereka, karenanya kami akan menemani mereka untuk menghadap di RDP nanti,” ungkapnya.

Pekerjaan yang paling gampang dinilai lanjut Syaukani adalah kerjanya petugas kebersihan, karena setiap mereka tidak bekerja, sampah langsung menumpuk. “Selain itu ada banyak persoalan yang menyertai tuntutan petugas kebersihan di DLH, masalah armada dan bensin juga merupakan hal pokok yang menjadi penggerak utama,” tegasnya

Ketua DPRD Dompu menegaskan bahwa RDP mendatang bukan sekadar ajang teguran, melainkan pencarian solusi agar polemik status kepegawaian tidak mengorbankan hak masyarakat atas lingkungan yang bersih. (Idin)

 

 26,054 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Previous Post

Kolaborasi STM dan Pemkab Dompu, Rencanakan Bangun Pelabuhan Nelayan

Next Post

Mandalika Bangun Pilar Kedua: Wellness dan Budaya Jadi Mesin Pertumbuhan Baru

admin

admin

Related Posts

FABEM & MASKER PRAGI Kawal Komitmen Prabowo: Dorong Desa Komoditi Hingga Revolusi Tata Kelola Pangan
Sosial Budaya

FABEM & MASKER PRAGI Kawal Komitmen Prabowo: Dorong Desa Komoditi Hingga Revolusi Tata Kelola Pangan

28 Juli 2026
Jejak Kursi Pinjaman: Romantika Gotong Royong Hajatan di Dompu Masa Lalu
Sosial Budaya

Jejak Kursi Pinjaman: Romantika Gotong Royong Hajatan di Dompu Masa Lalu

23 Juli 2026
Warisan
Sosial Budaya

Warisan

13 Juli 2026
Jembatan Masa Depan Sumbawa: Mentransformasi Pemuda Lingkar Tambang Melalui Vokasi dan Karakter
Sosial Budaya

Jembatan Masa Depan Sumbawa: Mentransformasi Pemuda Lingkar Tambang Melalui Vokasi dan Karakter

11 Juli 2026
Kesepakatan dari Ruang Rapat Kerja Alumni SMAN Bima 86
Sosial Budaya

Kesepakatan dari Ruang Rapat Kerja Alumni SMAN Bima 86

7 Juli 2026
Krisis Pasokan Batu Bara Picu Pemadaman Bergilir di Jawa, FABEM Desak Evaluasi Direksi PLN
Sosial Budaya

Krisis Pasokan Batu Bara Picu Pemadaman Bergilir di Jawa, FABEM Desak Evaluasi Direksi PLN

23 Juni 2026
Next Post
Mandalika Bangun Pilar Kedua: Wellness dan Budaya Jadi Mesin Pertumbuhan Baru

Mandalika Bangun Pilar Kedua: Wellness dan Budaya Jadi Mesin Pertumbuhan Baru

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA TERBARU

FABEM & MASKER PRAGI Kawal Komitmen Prabowo: Dorong Desa Komoditi Hingga Revolusi Tata Kelola Pangan

FABEM & MASKER PRAGI Kawal Komitmen Prabowo: Dorong Desa Komoditi Hingga Revolusi Tata Kelola Pangan

28 Juli 2026
Menelusuri Rote Ndao Sebagai Calon Venue Surfing PON NTB-NTT 2028

PSOI Dompu Perjuangkan Lakey Peak Sebagai Venue Cabor Surfing PON NTB-NTT

28 Juli 2026
Pohon Literasi di Ruang BK: Merajut Resiliensi Remaja Lewat Teduhnya Pojok Baca

Pohon Literasi di Ruang BK: Merajut Resiliensi Remaja Lewat Teduhnya Pojok Baca

28 Juli 2026
Menelusuri Rote Ndao Sebagai Calon Venue Surfing PON NTB-NTT 2028

Menelusuri Rote Ndao Sebagai Calon Venue Surfing PON NTB-NTT 2028

27 Juli 2026
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Pemasangan Iklan
  • Contact Us
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Tentang NTB POST

© 2022 - Ntbpost.co - Developed by Tokoweb.co

  • Beranda
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Politik
  • Kriminal
  • Pemerintah
  • Pendidikan
  • Pembangunan
  • Investigasi
  • Lainnya
    • Nusantara
    • Pariwisata
    • Sosial Budaya
    • Teknologi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
0
SHARES
900
VIEWS