• Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Pemasangan Iklan
  • Contact Us
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Tentang NTB POST
  • Login
NtbPost.co
  • Beranda
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Politik
  • Kriminal
  • Pemerintah
  • Pendidikan
  • Pembangunan
  • Investigasi
  • Lainnya
    • Nusantara
    • Pariwisata
    • Sosial Budaya
    • Teknologi
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Politik
  • Kriminal
  • Pemerintah
  • Pendidikan
  • Pembangunan
  • Investigasi
  • Lainnya
    • Nusantara
    • Pariwisata
    • Sosial Budaya
    • Teknologi
No Result
View All Result
NtbPost.co
No Result
View All Result
Home Sosial Budaya

Antara Tumpukan Sampah di Akhir Pekan dan Tuntutan Nasib Petugas Kebersihan Kota

admin by admin
5 Mei 2026
in Sosial Budaya
0
Sampah Belum Maksimal Tertangani, Wajah Dompu Terlihat Suram
2.9k
SHARES
25.8k
VIEWS
Bagikan di WhatsAppBagikan di Facebook

 

DOMPU – Wajah perkotaan Dompu yang sedang bersolek mendadak muram setiap akhir pekan. Harapan masyarakat akan lingkungan yang asri dan bersih justru tertimbun tumpukan sampah rumah tangga, limbah pasar, hingga sisa pertokoan yang meluber ke bahu jalan setiap hari Sabtu dan Minggu hongga Senin bahkan sampai hari Selasa.

BERITA TERKAIT

Muhasabah Diri Ketika Ditimpa Bencana

HPN Lampung 2027: PWI, Sejarah, dan Ujian Inklusivitas

Penerima PKH di Kelurahan Karijawa Diberhentikan, Diduga Terkait Judi Online

Persoalan ini tak lagi sekadar masalah estetika kota, namun telah memicu keresahan publik dan berbuntut pada langkah tegas legislatif. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Dompu berencana memanggil Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat melalui Rapat Dengar Pendapat (RDP) untuk meminta pertanggungjawaban dan penjelasannya atas kelumpuhan sistem pengangkutan sampah di hari libur.

Ketua DPRD Dompu, Muttakun, menyoroti dampak domino dari keterlambatan pengangkutan ini. Menurutnya, tumpukan sampah yang dibiarkan berhari-hari menjadi sasaran empuk kawanan anjing liar. Akibatnya, sampah berserakan hingga ke tengah jalan, menciptakan kesan kumuh yang kontras dengan program penataan kota oleh Penerintah Kabupaten Dompu.

“Penumpukan ini sangat mengganggu dan berpotensi menimbulkan persoalan kesehatan bagi warga. Kita sedang gencar menata kota agar lebih asri, tapi jika urusan mendasar seperti sampah di akhir pekan saja macet, ini menjadi kontradiksi,” ujar Muttakun saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Senin (4/5/2026).

Informasi yang berhasil dihimpun wartawan menyebutkan bahwa, persoalan ini bukan sekadar masalah teknis kendaraan atau bensin, melainkan api dalam sekam di internal DLH. Masalah bermuara pada tuntutan kesetaraan status dan beban kerja petugas lapangan.

Ini menunjukkan adanya jurang perbedaan antara PPPK Penuh Waktu dan PPPK Paruh Waktu. Sementara PPPK Penuh Waktu menikmati hari libur di akhir pekan, para petugas pengangkut sampah yang sebagian besar berstatus Paruh Waktu justru dipaksa bekerja tujuh hari seminggu tanpa jeda, termasuk pada tanggal merah.

“Ada ketimpangan yang dirasakan petugas di lapangan. Muncul tuntutan agar ada perlakuan adil. Jumlah petugas juga berkurang karena banyak yang tidak memenuhi syarat administrasi saat pengangkatan sebelumnya,” ungkap seorang sumber di lingkup DLH

Situasi ini diduga menjadi pemantik mogoknya atau tidak maksimalnya operasional armada sampah pada Sabtu dan Minggu, karena petugas menuntut kejelasan status dan kompensasi atas beban kerja yang melebihi standar waktu kerja reguler.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Dompu, Syaukani, saat dikonfirmasi wartawan mengaku prihatin dengan kondisi yang dihadapi oleh para pahlawan kebersihan ini. “Tidak bisa disalahkan apabila mereka menuntut perbaikan nasib mereka, karenanya kami akan menemani mereka untuk menghadap di RDP nanti,” ungkapnya.

Pekerjaan yang paling gampang dinilai lanjut Syaukani adalah kerjanya petugas kebersihan, karena setiap mereka tidak bekerja, sampah langsung menumpuk. “Selain itu ada banyak persoalan yang menyertai tuntutan petugas kebersihan di DLH, masalah armada dan bensin juga merupakan hal pokok yang menjadi penggerak utama,” tegasnya

Ketua DPRD Dompu menegaskan bahwa RDP mendatang bukan sekadar ajang teguran, melainkan pencarian solusi agar polemik status kepegawaian tidak mengorbankan hak masyarakat atas lingkungan yang bersih. (Idin)

 

 26,063 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Previous Post

Kolaborasi STM dan Pemkab Dompu, Rencanakan Bangun Pelabuhan Nelayan

Next Post

Mandalika Bangun Pilar Kedua: Wellness dan Budaya Jadi Mesin Pertumbuhan Baru

admin

admin

Related Posts

Muhasabah Diri Ketika Ditimpa Bencana
Sosial Budaya

Muhasabah Diri Ketika Ditimpa Bencana

8 September 2026
HPN Lampung 2027: PWI, Sejarah, dan Ujian Inklusivitas
Sosial Budaya

HPN Lampung 2027: PWI, Sejarah, dan Ujian Inklusivitas

2 September 2026
Penerima PKH di Kelurahan Karijawa Diberhentikan, Diduga Terkait Judi Online
Sosial Budaya

Penerima PKH di Kelurahan Karijawa Diberhentikan, Diduga Terkait Judi Online

20 Agustus 2026
Panjat Pinang, Ruh Gotong Royong Yang Kian Pudar
Sosial Budaya

Panjat Pinang, Ruh Gotong Royong Yang Kian Pudar

16 Agustus 2026
Rumah Pohon, Menelusuri Kehidupan Suku Korowai di Pedalaman Papua
Sosial Budaya

Rumah Pohon, Menelusuri Kehidupan Suku Korowai di Pedalaman Papua

14 Agustus 2026
30 Tahun Kepergian Udin, PWI DIY Bersiap Abadikan Nama Wartawan Bernas di Aula hingga Makam
Sosial Budaya

30 Tahun Kepergian Udin, PWI DIY Bersiap Abadikan Nama Wartawan Bernas di Aula hingga Makam

12 Agustus 2026
Next Post
Mandalika Bangun Pilar Kedua: Wellness dan Budaya Jadi Mesin Pertumbuhan Baru

Mandalika Bangun Pilar Kedua: Wellness dan Budaya Jadi Mesin Pertumbuhan Baru

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA TERBARU

PWI Pusat Apresiasi UKW Mandiri PWI NTB, Dorong Pemprov NTB Beri Support Menuju Porwanas 2027

PWI Pusat Apresiasi UKW Mandiri PWI NTB, Dorong Pemprov NTB Beri Support Menuju Porwanas 2027

13 September 2026
Merchant QRIS Bank NTB Syariah Naik Dua Kali Lipat, Dana Tembus Rp140 Miliar

Merchant QRIS Bank NTB Syariah Naik Dua Kali Lipat, Dana Tembus Rp140 Miliar

11 September 2026
PWI Sumbawa Barat Periode 2026–2029 Resmi Dilantik, Usung Tema Dedikasi dan Karya

PWI Sumbawa Barat Periode 2026–2029 Resmi Dilantik, Usung Tema Dedikasi dan Karya

10 September 2026
Diikuti 120 Wartawan Se-NTB, PWI Gelar OKK Perdana dan UKW di Gedung Bank NTB Syariah

Diikuti 120 Wartawan Se-NTB, PWI Gelar OKK Perdana dan UKW di Gedung Bank NTB Syariah

10 September 2026
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Pemasangan Iklan
  • Contact Us
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Tentang NTB POST

© 2022 - Ntbpost.co - Developed by Tokoweb.co

  • Beranda
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Politik
  • Kriminal
  • Pemerintah
  • Pendidikan
  • Pembangunan
  • Investigasi
  • Lainnya
    • Nusantara
    • Pariwisata
    • Sosial Budaya
    • Teknologi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
0
SHARES
900
VIEWS