• Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Pemasangan Iklan
  • Contact Us
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Tentang NTB POST
  • Login
NtbPost.co
  • Beranda
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Politik
  • Kriminal
  • Pemerintah
  • Pendidikan
  • Pembangunan
  • Investigasi
  • Lainnya
    • Nusantara
    • Pariwisata
    • Sosial Budaya
    • Teknologi
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Politik
  • Kriminal
  • Pemerintah
  • Pendidikan
  • Pembangunan
  • Investigasi
  • Lainnya
    • Nusantara
    • Pariwisata
    • Sosial Budaya
    • Teknologi
No Result
View All Result
NtbPost.co
No Result
View All Result
Home Tajuk

Provinsi Pulau Sumbawa : Menanti Ketukan Palu Terbukanya Moratorium

admin by admin
16 Mei 2026
in Tajuk
0
Provinsi Pulau Sumbawa : Menanti Ketukan Palu Terbukanya Moratorium
157
SHARES
15.8k
VIEWS
Bagikan di WhatsAppBagikan di Facebook

DOMPU — Bagi masyarakat di lima kabupaten/kota di Pulau Sumbawa yakni, Kabupaten Sumbawa, Kabupaten Sumbawa Barat, Kabupaten Dompu, Kabupaten Bima, dan Kota Bima, perbincangan mengenai pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) bukan lagi sekadar wacana administratif. Ini adalah sebuah ruang rindu yang belum tuntas, sebuah ikhtiar panjang tentang martabat, kemandirian, dan akselerasi sejarah yang terus dirajut dari waktu ke waktu.

Gagasan melahirkan Provinsi Pulau Sumbawa (PPS) telah lama bergaung, melintasi pergantian rezim dan dinamika politik nasional. Bagi masyarakat di lima kabupaten dan Kota ini, provinsi baru adalah jawaban logis untuk mendekatkan pelayanan publik, memotong rentang kendali geografis, dan memaksimalkan potensi lokal yang melimpah, mulai dari sektor agraria hingga investasi pertambangan skala raksasa.

BERITA TERKAIT

Infak Tidak Boleh Dipaksa, tetapi Bisa Dikelola dengan Adil

Kelebihan Guru di Dompu, Persoalan Perencanaan yang Terabaikan

Kekeringan Dompu, Saatnya Pemkab Bertindak Cepat dan Berpikir Jangka Panjang

Menghadapi pasang surut isu ini, secercah harapan terus ditiupkan oleh para wakil rakyat di parlemen. Anggota DPR RI asal Daerah Pemilihan (Dapil) NTB I (Pulau Sumbawa), seperti Mori Hanafi, Magdalena dan Johan Rosihan, masih konsisten mengawal aspirasi ini hingga hari ini.

Mereka berdua terus melangkah di jalur birokrasi, menggedor pintu Komisi II DPR RI dan Badan Legislasi (Baleg) untuk menyodorkan draf Rancangan Undang-Undang (RUU) inisiatif pemekaran wilayah. Langkah politis ini krusial dilakukan demi memastikan dokumen kelayakan PPS tidak sekadar menjadi tumpukan kertas usang di laci birokrasi, melainkan tetap hidup dan masuk dalam daftar prioritas legislasi nasional.

Berdasarkan persyaratan, Pulau Sumbawa dinilai sudah sangat ranum. Kesediaan infrastruktur, kesiapan fiskal, hingga dukungan administratif dari seluruh kepala daerah di pulau tersebut sudah terpenuhi. Namun, mengapa provinsi baru ini belum juga terwujud ?

Musuh utama dari perwujudan mimpi kolektif ini bukanlah ketidaksiapan daerah, melainkan sebuah garis pembatas tak kasat mata yang dipasang rapat oleh Pemerintah Pusat yakni, Moratorium Nasional Pembentukan DOB.

Sudah bertahun-tahun lamanya Jakarta mengunci pintu pemekaran wilayah di luar tanah Papua dengan alasan efisiensi anggaran dan stabilitas fiskal nasional. Ketika beberapa wilayah di Papua mendapat pengecualian khusus demi alasan geopolitik strategis, daerah potensial lain seperti Pulau Sumbawa dipaksa untuk tetap mengantre dalam ketidakpastian politik hukum.

Kondisi moratorium inilah yang menjadi batu sandungan utama. Meskipun perjuangan politik di tingkat bawah dan lobi di DPR RI terus membara, keputusan akhir tetap berada di tangan Pemerintah Pusat untuk memutuskan kapan gembok moratorium tersebut akan dibuka.

Meski terbentur tembok tebal kebijakan nasional, denyut nadi perjuangan PPS menolak mati. Upaya yang dilakukan para tokoh masyarakat dan legislator di Senayan saat ini adalah bentuk investasi masa depan. Mengajukan RUU inisiatif hari ini adalah strategi taktis, agar ketika fajar moratorium dicabut sewaktu-waktu oleh pemerintah, Provinsi Pulau Sumbawa sudah berada di barisan paling depan untuk disahkan.

Bagi masyarakat rumpun Sumbawa, Dompu dan Mbojo, Provinsi Pulau Sumbawa bukanlah sebuah fiksi politik. Ini adalah cita-cita bersama yang terus dirawat, sebuah takdir wilayah yang sedang tertunda dan kini tengah menanti ketukan palu keadilan dari Jakarta. (Redaksi/Idin)

 15,917 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Previous Post

Gubernur Miq Iqbal Buka KK-NTB 2026: Perkuat Pondasi, Dorong UMKM NTB Tembus Pasar Global

Next Post

Viral, Dosen UGM Sebut Program MBG Sebagai ‘Corporate Welfare’, Pertanyakan Aliran Dana Rp 335 Triliun

admin

admin

Related Posts

Infak Tidak Boleh Dipaksa, tetapi Bisa Dikelola dengan Adil
Tajuk

Infak Tidak Boleh Dipaksa, tetapi Bisa Dikelola dengan Adil

1 Oktober 2026
Kelebihan Guru di Dompu, Persoalan Perencanaan yang Terabaikan
Tajuk

Kelebihan Guru di Dompu, Persoalan Perencanaan yang Terabaikan

20 September 2026
Kekeringan Dompu, Saatnya Pemkab Bertindak Cepat dan Berpikir Jangka Panjang
Tajuk

Kekeringan Dompu, Saatnya Pemkab Bertindak Cepat dan Berpikir Jangka Panjang

8 September 2026
Penambangan Liar Kian Marak di Kecamatan Pajo, Dompu
Tajuk

Penambangan Liar Kian Marak di Kecamatan Pajo, Dompu

4 September 2026
Kas Daerah Menyusut, Tersingkap Deposito dan Paket Titipan
Tajuk

Pelantikan Molor Fitnah Menyebar

30 Agustus 2026
Kas Daerah Menyusut, Tersingkap Deposito dan Paket Titipan
Tajuk

Ditunggu Pelantikan Pejabat Eselon II Dompu, Jangan Sampai Hasil Pansel Membeku

29 Agustus 2026
Next Post
Viral, Dosen UGM Sebut Program MBG Sebagai ‘Corporate Welfare’, Pertanyakan Aliran Dana Rp 335 Triliun

Viral, Dosen UGM Sebut Program MBG Sebagai 'Corporate Welfare', Pertanyakan Aliran Dana Rp 335 Triliun

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA TERBARU

Bronson Meydi Anak Pantai Lakey, Juara Kejurnas Surfing 2026

Bronson Meydi Anak Pantai Lakey, Juara Kejurnas Surfing 2026

20 Oktober 2026
Menunggu Pansel Kursi Sekda Domp

Menunggu Pansel Kursi Sekda Domp

19 Oktober 2026
Darurat Karhutla, FABEM Desak Presiden Ambil Komando dan Pecat Pejabat yang Lalai

Darurat Karhutla, FABEM Desak Presiden Ambil Komando dan Pecat Pejabat yang Lalai

19 Oktober 2026
Pesan Bupati Bambang Kepada Pejabat Yang Dilantik

Bupati Bambang Firdaus Sebut Hanya 25 Persen Guru Kuasai Materi, Sekolah Negeri Ditinggalkan

17 Oktober 2026
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Pemasangan Iklan
  • Contact Us
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Tentang NTB POST

© 2022 - Ntbpost.co - Developed by Tokoweb.co

  • Beranda
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Politik
  • Kriminal
  • Pemerintah
  • Pendidikan
  • Pembangunan
  • Investigasi
  • Lainnya
    • Nusantara
    • Pariwisata
    • Sosial Budaya
    • Teknologi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
0
SHARES
900
VIEWS