DOMPU – Mewujudkan peningkatan kunjungan wisatawan serta pertumbuhan ekonomi dan perluasan lapangan kerja di tengah masyarakat Kabupaten Dompu merupakan target utama dari agenda Festival Lakey yang akan digelar kurang lebih 8 hari dari tanggal 12 hingga 20 Juli 2025 ke depan.
Agenda ini murni dilaksanakan melalui anggaran pembangunan dan belanja daerah (APBD) kabupaten Dompu tahun 2025. “Ada juga dukungan dari pihak swasta. Dengan pemeritnah Provinsi dan Pusat terutama Kementerian, kami hanya lakukan koordinasi untuk mendapatkan petunjuk pelaksanaan Festival,” jelas Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Dompu Ir. Abdul Muis M.Si saat dijumpai wartawan di ruang kerjanya.
Disebutkan bahwa, Festival Lakey adalah murni eksplor terhadap sejumlah kekayaan budaya lokal dan promosi potensi wisata terutama wisata bahari di Pantai Lakey yang selama ini sudah sangat dikenal secara mendunia sebagai wahana olahraga surf (Selancar Ombak) dan Kite Surf (Selancar Layangan).
Pada Festival Lakey ini terdapat satu atraksi budaya unggulan pariwisata yang benar-benar pernah hidup dan dijalani oleh warga setempat yakni, Prosesi Pemanggilan Gelombang yang dikemas dalam Tarian Kolosal dengan menampilkan sekitar 15 ribu penari. “Tarian ini akan dipentaskan di pinggir Pantai di Pantai Lakey,” jelas Muis.
Untuk itu dia mengajak masyarakat Dompu guna menghadiri dan menyukseskan Festival Lakey. Dia juga berharap agar tarian kolosal “Ou Balumba (Memanggil Ombak) dapat dinikmati bersama. “Tarian ini tidak akan mengakibatkan terjadinya gelombang sebagaimana biasa anak-anak pantai lakukan saat mereka memanggil ombak agar tamu betah bertahan di Lakey,” tambahnya.
“jangan takut, tidak akan ada gelombang pasang apalagi sampai terjadi tsunami. yang dipertunjukan hanya sebatas tarian biasa saja,” tambah pejabat yang menrgarsiteki berdirinya gedung Pemkab Dompu cluster I ini.
Menurut Abdul Muis, ternyata Ombak di Pantai Lakey pada saat-saat tertentu bisa dipanggil laksana pesanan. Para pelaku wisata terutama anak-anak pantai dengan terpaksa harus melakukan prosesi pemanggilan Ombak untuk memenuhi keinginan para wisatawan mancanegara (Wisman) yang hendak bermain selancar tatkala lagi low tide (gelombang kecil).
Memang lanjut Muis, ombak ini tidak langsung datang pada saat dipanggil, biasanya gelombang besar dan tinggi selalu datang memenuhi undangan dari anak-anak pantai Lakey. “bisa sampai berhari-hari bahkan lebih dari satu minggu gelombang panggilan ini datang,” jelasnya.
Beberapa wisman yang pernah mendapatkan layanan pemanggilan ombak pantai Lakey ini, sampai sekarang setiap tahun masih tetap bermain selancar di gelombang pantai Lakey.
“Pemkab Dompu akan menggelar Festival Lakey ini setiap tahun dan kami yakin bahwa dengan event seperti ini tentu saja akan berpengaruh pada naiknya kunjungan wisata baik wisman maupun domestik yang juga pasti akan berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi masyarakat,” pungkasnya.
Adapun rangkaian kegiatan Festival Lakey 2025 yang akan digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dompu nanti diantaranya :
Kabupaten Dompu Ekonomi Kreatif : Festival Kopi Tambora, Festival Timbu, Fashion Show “MUNA PA’A” dan Gelar UMKM
Seni dan Budaya : Atraksi Budaya, Biola, Tarian Daerah, Paguyuban, Lomba Perahu layar Mini dan Live Musik, Pameran Foto BUDAYA Ma Ntoi
Atraksi Ikonik : Ritual dan Tarian Massal ”Ou Balumba”
Sport & Advanture : Jelajah Destinasi Wisata, King of Rod, Gowes, Fun Run, Lakey Surf Competition
Social & Environment Activities Dompu Melayani dan Zero Waste. (F.16)
39,331 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini










