Oleh: Muhyiddin (Idin)/Redaksi
Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) NTB yang sedang bergelora saat ini membawa cermin besar bagi seluruh pimpinan daerah. Pesta olahraga regional ini menjadi panggung pengujian kesiapan NTB menyambut perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII 2028 mendatang bersama NTT. Sukses atau gagalnya persiapan daerah dalam ajang Porprov hari ini menentukan kualitas penyelenggaraan pesta olahraga tertinggi di Tanah Air tersebut.
Dari sorak-sorai gelanggang Porprov, pesan tegas datang dari Kabupaten Dompu. PSOI (Persatuan Selancar Ombak Indonesia) Kabupaten Dompu meminta kepastian hukum dan komitmen resmi dari Pemerintah Provinsi NTB serta KONI untuk menetapkan Pantai Lakey, Kecamatan Hu’u, sebagai lokasi tanding resmi cabang olahraga selancar ombak (surfing) pada PON 2028.
Murni Pertimbangan Kualitas dan Standar Dunia
Permintaan Dompu berdasar pada realitas di lapangan. Pantai Lakey telah lama menjadi ikon selancar kelas dunia. Karakteristik ombaknya langka dan presisi, memiliki gelombang kiri dan kanan (left and right-handers) yang konsisten sepanjang tahun. Keberadaan titik ombak ternama seperti Lakey Peak, Lakey Pipe, hingga Periscopes memberikan jaminan kualitatif bagi kompetisi tingkat nasional.
Menempatkan cabor selancar di luar Lakey merupakan langkah mundur yang merugikan standar olahraga NTB di mata internasional. Pilihan arena pertandingan olahraga harus didasarkan pada kelayakan teknis serta keunggulan alami, dan Lakey memenuhi seluruh kriteria tersebut tanpa tanding.
Mendesak Pemprov NTB: Hentikan Ketimpangan Pembangunan
Keunggulan alam Lakey Hu’u membutuhkan polesan nyata dari kebijakan anggaran provinsi. Aspirasi warga Dompu harus dibaca sebagai peringatan keras untuk Pemerintah Provinsi NTB. Pembangunan infrastruktur olahraga serta sarana pariwisata di NTB terlalu lama tertumpu di Pulau Lombok. Ketimpangan fasilitas antara Lombok dan Sumbawa harus diselesaikan melalui momentum persiapan PON 2028.
Pemprov NTB perlu menaruh perhatian serius pada kawasan pariwisata Lakey. Potensi ombak kelas dunia terancam sia-sia jika aksesibilitas jalan menuju lokasi pertandingan masih menyulitkan atlet, official, dan wisatawan. Perbaikan fasilitas dasar mencakup:
Aksesibilitas Jalan, percepatan pelebaran dan perbaikan jalan jalur utama Bima-Dompu menuju kawasan Pantai Lakey.
Infrastruktur Dasar seperti, kepastian pasokan listrik tanpa gangguan, jaringan air bersih yang memadai, serta koneksi telekomunikasi berkecepatan tinggi.
Pengelolaan Kawasan: Penataan kebersihan pesisir, penyediaan fasilitas medis darurat, serta dukungan bagi penginapan lokal (homestay).
Momentum Emas Pemerataan Ekonomi
Penetapan Lakey Hu’u sebagai arena PON 2028 memberi dampak berantai yang besar bagi perekonomian masyarakat. Industri penginapan, UMKM kuliner, hingga sektor jasa transportasi di Kabupaten Dompu akan bertumbuh pesat. Langkah ini menjadi momentum strategis untuk menaikkan kelas pariwisata Pulau Sumbawa secara keseluruhan, sejalan dengan visi pemerataan ekonomi daerah.
Sikap Redaksi:
Waktu menuju penyelenggaraan PON 2028 terus berjalan cepat. Proyeksi pembangunan fisik kawasan butuh perencanaan dan eksekusi yang matang. Pemprov NTB jangan lagi menunda penetapan status lokasi pertandingan. Menunda keputusan sama artinya dengan menghambat proses penataan kawasan wisata Lakey Hu’u.
Kesimpulan
Porprov NTB hari ini harus menjadi fondasi kokoh untuk melangkah ke level nasional. Pemprov NTB wajib mengambil langkah berani, resmikan Pantai Lakey Hu’u sebagai venue resmi surfing PON XXII 2028 dan masukkan anggaran penataan kawasannya ke dalam skala prioritas APBD. Keberhasilan NTB sebagai tuan rumah PON diukur dari keadilan pembangunan di seluruh wilayahnya, dari Lombok hingga Dompu.
12,755 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini










