• Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Pemasangan Iklan
  • Contact Us
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Tentang NTB POST
  • Login
NtbPost.co
  • Beranda
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Politik
  • Kriminal
  • Pemerintah
  • Pendidikan
  • Pembangunan
  • Investigasi
  • Lainnya
    • Nusantara
    • Pariwisata
    • Sosial Budaya
    • Teknologi
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Politik
  • Kriminal
  • Pemerintah
  • Pendidikan
  • Pembangunan
  • Investigasi
  • Lainnya
    • Nusantara
    • Pariwisata
    • Sosial Budaya
    • Teknologi
No Result
View All Result
NtbPost.co
No Result
View All Result
Home Tajuk

Menelusuri Jejak Gratifikasi: Siapa Sebenarnya yang Menentukan Pemenang Tender ?

admin by admin
24 Juli 2026
in Tajuk
0
Menelusuri Jejak Gratifikasi: Siapa Sebenarnya yang Menentukan Pemenang Tender ?
143
SHARES
23.2k
VIEWS
Bagikan di WhatsAppBagikan di Facebook

Oleh : Muhyiddin/Redaksi
Setiap
kali Komisi Pemberantasan Korupsi menggelar operasi tangkap tangan (OTT) di daerah, publik nyaris selalu disodori narasi yang sama yakni, pejabat ditangkap, uang disita, dan proyek disebut sebagai sumber muasal. Jarang ada yang benar-benar bertanya, dari mana sesungguhnya proyek itu bermula bocor menjadi ladang gratifikasi. Jawabannya, jika ditelusuri dengan jujur, tidak berada di ruang rapat UKPBJ (Unit Kerja Pengadaan Barang/Jasa) yang dulu bernama Unit Layanan Pengadaan. Jawabannya berada jauh sebelum aplikasi tender itu dibuka.

Tender Online, Kesepakatan Offline

BERITA TERKAIT

Infak Tidak Boleh Dipaksa, tetapi Bisa Dikelola dengan Adil

Kelebihan Guru di Dompu, Persoalan Perencanaan yang Terabaikan

Kekeringan Dompu, Saatnya Pemkab Bertindak Cepat dan Berpikir Jangka Panjang

Sistem pengadaan barang dan jasa di Indonesia sudah lama beralih ke skema daring. Setiap penawaran, setiap dokumen, setiap tahapan tercatat di aplikasi dan bisa diaudit kapan saja. Secara teori, sistem ini dirancang untuk menutup celah permainan. Tetapi praktik di lapangan berkata lain. Sebelum satu pun kontraktor mengunggah dokumen penawaran, sudah ada komunikasi yang berlangsung antara calon peserta tender dengan pihak yang memiliki kuasa menentukan siapa yang akan menang.

Aplikasi hanya menjadi panggung akhir dari sebuah pertunjukan yang naskahnya sudah selesai ditulis. UKPBJ, dalam banyak kasus, hanyalah pihak yang memproses apa yang sudah masuk ke sistem. Mereka menjalankan prosedur, memverifikasi syarat administrasi, dan mengumumkan hasil sesuai mekanisme yang berlaku. Tapi siapa yang sesungguhnya menetapkan pemenang, itu soal lain sama sekali.

Nama Perusahaan Ada, Pekerjanya Tidak Jelas

Persoalan menjadi lebih rumit ketika ditemukan pola berulang seperti, perusahaan atau CV tertentu tercatat sebagai pemenang tender, tetapi orang yang benar-benar mengerjakan proyek tersebut sering kali bukan pemilik perusahaan itu sendiri. Nama badan usaha hanya berfungsi sebagai bendera formal, sementara pelaksanaan pekerjaan diserahkan kepada pihak lain yang sudah lebih dulu ditunjuk.

Pihak lain ini bisa siapa saja. Bisa orang dekat pejabat, bisa anggota tim sukses pemenangan kepala daerah, bisa juga makelar proyek yang sudah lama bermain di lingkaran pengadaan. Pola ini menjelaskan mengapa dokumen administrasi selalu tampak rapi, sementara realitas di lapangan menunjukkan wajah yang sangat berbeda dari apa yang tertulis di atas kertas.

UKPBJ Sering Disalahkan, Padahal Bukan Pengambil Keputusan

Ketika kasus semacam ini mencuat, UKPBJ kerap menjadi sasaran kecurigaan pertama. Wajar, karena secara kelembagaan merekalah yang mengumumkan hasil tender. Tetapi menuduh UKPBJ sebagai dalang dari seluruh skema ini sama saja dengan menyalahkan kasir karena harga barang di rak sudah dicurangi sejak dari gudang.

Keputusan siapa yang menang sudah diambil oleh kelompok atau orang tertentu yang memiliki pengaruh, jauh sebelum penawaran resmi diajukan. UKPBJ, dalam banyak kasus, hanya menjalankan formalitas atas keputusan yang sebenarnya sudah final.

Benang Merah dengan OTT di Lombok

Operasi tangkap tangan yang dilakukan KPK di Pulau Lombok sulit dipisahkan dari pola yang sama. Kasus itu memberi gambaran nyata bagaimana proses penentuan pemenang proyek berlangsung di ruang gelap, jauh sebelum aplikasi pengadaan dibuka untuk umum.

Bila pola ini dibiarkan berulang di berbagai daerah, maka setiap kali ada operasi tangkap tangan baru, publik hanya akan menonton babak akhir dari sebuah drama yang sebenarnya sudah lama dipentaskan.

Siapa yang Berani Membongkar Sistem Ini?

Pertanyaannya adalah, siapa di daerah yang punya kewenangan sekaligus keberanian untuk membongkar pola ini ? Bupati dan wali kota kerap disebut sebagai pihak yang paling mungkin melakukan perombakan, karena merekalah pemegang kebijakan tertinggi di tingkat kabupaten dan kota.

Tetapi harapan ini menyimpan risiko besar apabila kepala daerah sendiri justru menjadi bagian dari lingkaran yang menentukan pemenang tender. Jika demikian, siapa lagi yang tersisa untuk mengawasi ? Inspektorat daerah yang secara struktural berada di bawah kepala daerah ? Ataukah Dewan yang kursinya juga lahir dari mesin politik yang sama dengan tim sukses tadi ?

Reformasi sistem pengadaan tidak akan pernah tuntas hanya dengan memperbarui aplikasi atau menambah lapisan verifikasi digital. Selama keputusan pemenang tender masih bisa ditentukan di luar sistem, aplikasi secanggih apa pun hanya akan menjadi etalase yang menyembunyikan kesepakatan yang sudah selesai dibuat jauh sebelum tombol submit ditekan.

Pemberantasan korupsi di sektor pengadaan barang dan jasa harus dimulai dari titik paling awal yaitu, siapa yang duduk dan berbicara sebelum tender dibuka, bukan hanya siapa yang tertangkap setelah proyek berjalan.

 23,130 kali dilihat,  3 kali dilihat hari ini

Previous Post

Jejak Kursi Pinjaman: Romantika Gotong Royong Hajatan di Dompu Masa Lalu

Next Post

Alasan Efisiensi, Ombak Lakey Harus Terima Kekalahan dari Rote Ndao

admin

admin

Related Posts

Infak Tidak Boleh Dipaksa, tetapi Bisa Dikelola dengan Adil
Tajuk

Infak Tidak Boleh Dipaksa, tetapi Bisa Dikelola dengan Adil

1 Oktober 2026
Kelebihan Guru di Dompu, Persoalan Perencanaan yang Terabaikan
Tajuk

Kelebihan Guru di Dompu, Persoalan Perencanaan yang Terabaikan

20 September 2026
Kekeringan Dompu, Saatnya Pemkab Bertindak Cepat dan Berpikir Jangka Panjang
Tajuk

Kekeringan Dompu, Saatnya Pemkab Bertindak Cepat dan Berpikir Jangka Panjang

8 September 2026
Penambangan Liar Kian Marak di Kecamatan Pajo, Dompu
Tajuk

Penambangan Liar Kian Marak di Kecamatan Pajo, Dompu

4 September 2026
Kas Daerah Menyusut, Tersingkap Deposito dan Paket Titipan
Tajuk

Pelantikan Molor Fitnah Menyebar

30 Agustus 2026
Kas Daerah Menyusut, Tersingkap Deposito dan Paket Titipan
Tajuk

Ditunggu Pelantikan Pejabat Eselon II Dompu, Jangan Sampai Hasil Pansel Membeku

29 Agustus 2026
Next Post
Alasan Efisiensi, Ombak Lakey Harus Terima Kekalahan dari Rote Ndao

Alasan Efisiensi, Ombak Lakey Harus Terima Kekalahan dari Rote Ndao

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA TERBARU

Bronson Meydi Anak Pantai Lakey, Juara Kejurnas Surfing 2026

Bronson Meydi Anak Pantai Lakey, Juara Kejurnas Surfing 2026

20 Oktober 2026
Menunggu Pansel Kursi Sekda Domp

Menunggu Pansel Kursi Sekda Domp

19 Oktober 2026
Darurat Karhutla, FABEM Desak Presiden Ambil Komando dan Pecat Pejabat yang Lalai

Darurat Karhutla, FABEM Desak Presiden Ambil Komando dan Pecat Pejabat yang Lalai

19 Oktober 2026
Pesan Bupati Bambang Kepada Pejabat Yang Dilantik

Bupati Bambang Firdaus Sebut Hanya 25 Persen Guru Kuasai Materi, Sekolah Negeri Ditinggalkan

17 Oktober 2026
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Pemasangan Iklan
  • Contact Us
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Tentang NTB POST

© 2022 - Ntbpost.co - Developed by Tokoweb.co

  • Beranda
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Politik
  • Kriminal
  • Pemerintah
  • Pendidikan
  • Pembangunan
  • Investigasi
  • Lainnya
    • Nusantara
    • Pariwisata
    • Sosial Budaya
    • Teknologi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
0
SHARES
900
VIEWS