• Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Pemasangan Iklan
  • Contact Us
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Tentang NTB POST
  • Login
NtbPost.co
  • Beranda
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Politik
  • Kriminal
  • Pemerintah
  • Pendidikan
  • Pembangunan
  • Investigasi
  • Lainnya
    • Nusantara
    • Pariwisata
    • Sosial Budaya
    • Teknologi
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Politik
  • Kriminal
  • Pemerintah
  • Pendidikan
  • Pembangunan
  • Investigasi
  • Lainnya
    • Nusantara
    • Pariwisata
    • Sosial Budaya
    • Teknologi
No Result
View All Result
NtbPost.co
No Result
View All Result
Home Tajuk

Narkoba Yang Tak Pernah Habis Diberantas

admin by admin
29 Juli 2026
in Tajuk
0
Narkoba Yang Tak Pernah Habis Diberantas

Screenshot

215
SHARES
29.1k
VIEWS
Bagikan di WhatsAppBagikan di Facebook

Oleh: Muhyiddin (Idin)/Redaksi

Satuan Reserse Narkoba Kepolisian Resor Dompu tidak pernah berhenti bergerak. Razia digelar, penggerebekan dilakukan, tersangka diringkus, barang bukti disita dan dipamerkan dalam konferensi pers. Namun setiap kali satu jaringan dilumpuhkan, muncul lagi kabar penangkapan baru dari kampung lain. Dari kota kecamatan hingga desa-desa yang jauh dari pusat pemerintahan, laporan tentang penyalahgunaan dan peredaran sabu-sabu terus bermunculan seolah tak pernah benar-benar padam. Mengapa narkoba tetap bertahan di Bumi Nggahi Rawi Pahu, padahal aparat sudah bekerja begitu keras ?

BERITA TERKAIT

Alasan Efisiensi, Ombak Lakey Harus Terima Kekalahan dari Rote Ndao

Menelusuri Jejak Gratifikasi: Siapa Sebenarnya yang Menentukan Pemenang Tender ?

Ekspansi Tanpa Henti: Menimbang Untung Rugi Piala Dunia 64 Negara

Jawabannya terletak pada sifat bisnis narkoba itu sendiri, berjalan seperti roda yang terus berputar. Penangkapan bandar besar memang memutus satu mata rantai, tetapi permintaan di lapangan tidak ikut hilang bersamanya. Selama ada pemakai, selalu ada celah bagi pengedar baru untuk mengisi kekosongan itu. Barang datang dari luar daerah melalui jalur yang berubah-ubah, disimpan di tempat tersembunyi, lalu diedarkan lewat jaringan kecil yang saling tidak mengenal satu sama lain. Cara kerja seperti ini membuat satu penangkapan jarang bisa membongkar seluruh jaringan sekaligus. Begitu satu simpul putus, simpul lain segera menggantikan, dan siklus itu berulang lagi.

Siapa sebenarnya yang menguasai peredaran ini ? Fakta di lapangan bahwa pelakunya beragam, mulai dari residivis kasus serupa, warga biasa yang terjerat utang, hingga oknum yang memanfaatkan profesi atau kedudukannya sebagai kedok. Sebagian bertindak sebagai kurir kecil yang hanya mendapat imbalan tipis, sementara pengendali sesungguhnya sering berada jauh di luar jangkauan penangkapan pertama. Struktur berlapis semacam ini membuat narkoba sulit diberantas tuntas hanya dengan menangkap pelaku di ujung rantai paling bawah.

Yang lebih memprihatinkan, jaringan ini telah merambah ke lingkungan sekolah menengah atas. Sejumlah kasus yang terungkap menunjukkan bahwa pelajar tidak lagi sekadar mendengar cerita tentang narkoba dari media, melainkan bersentuhan langsung dengannya, baik sebagai pengguna maupun sebagai perantara kecil dalam peredaran. Usia remaja yang masih dalam masa pencarian jati diri membuat mereka rentan terhadap ajakan pergaulan yang salah, apalagi jika rasa ingin tahu dan tekanan sosial dari teman sebaya bertemu dengan mudahnya akses terhadap barang haram tersebut.

Padahal Badan Narkotika Nasional Kabupaten bersama jajaran Kepolisian Resort Dompu tidak tinggal diam. Sosialisasi bahaya narkoba digencarkan ke sekolah-sekolah, forum warga, hingga kegiatan keagamaan. Penyuluhan, edukasi, dan kampanye pencegahan terus dilakukan sebagai upaya membangun kesadaran sejak dini. Namun sosialisasi semacam ini hanya akan efektif jika diimbangi dengan pengawasan nyata di lingkungan terdekat anak-anak, yakni keluarga dan pergaulan sehari-hari mereka.

Di sinilah peran orang tua menjadi kunci yang tidak bisa digantikan oleh institusi manapun. Kesibukan mencari nafkah kerap membuat pengawasan terhadap anak menjadi longgar, sementara pergaulan anak semakin luas dan sulit dipantau sepenuhnya. Orang tua perlu meluangkan waktu untuk mengenal teman-teman anaknya, memperhatikan perubahan perilaku yang mencurigakan, serta membangun komunikasi terbuka agar anak merasa nyaman bercerita tentang tekanan atau ajakan yang mereka terima. Menjaga anak dari narkoba bukan pekerjaan sekali jalan, melainkan proses berkelanjutan yang membutuhkan kehadiran, perhatian, dan ketegasan yang konsisten.

Selain itu, lingkungan tempat tinggal juga perlu dijaga bersama. Kepedulian warga untuk saling mengingatkan, melaporkan kejanggalan kepada pihak berwenang, dan menciptakan suasana kampung yang ramah anak akan memperkecil ruang gerak peredaran narkoba. Pemberantasan oleh aparat penegak hukum akan jauh lebih berarti jika didukung oleh kesadaran kolektif masyarakat, ditambah pengawasan ketat dari keluarga sebagai benteng pertama.

Dompu tidak akan bebas dari ancaman ini hanya dengan mengandalkan razia dan penangkapan. Dibutuhkan kerja sama semua pihak, dari aparat, sekolah, tokoh masyarakat, hingga orang tua di rumah, untuk memastikan generasi muda daerah ini tumbuh jauh dari jerat sabu-sabu dan racun sejenisnya.

 29,139 kali dilihat,  29,139 kali dilihat hari ini

Previous Post

FABEM & MASKER PRAGI Kawal Komitmen Prabowo: Dorong Desa Komoditi Hingga Revolusi Tata Kelola Pangan

admin

admin

Related Posts

Alasan Efisiensi, Ombak Lakey Harus Terima Kekalahan dari Rote Ndao
Tajuk

Alasan Efisiensi, Ombak Lakey Harus Terima Kekalahan dari Rote Ndao

25 Juli 2026
Menelusuri Jejak Gratifikasi: Siapa Sebenarnya yang Menentukan Pemenang Tender ?
Tajuk

Menelusuri Jejak Gratifikasi: Siapa Sebenarnya yang Menentukan Pemenang Tender ?

24 Juli 2026
Ekspansi Tanpa Henti: Menimbang Untung Rugi Piala Dunia 64 Negara
Tajuk

Ekspansi Tanpa Henti: Menimbang Untung Rugi Piala Dunia 64 Negara

17 Juli 2026
Kas Daerah Menyusut, Tersingkap Deposito dan Paket Titipan
Tajuk

APBD Perubahan Dompu 2026: Waktunya Menginjak Bumi dan Jujur pada Kantong Sendiri

16 Juli 2026
Jalan Umum Bukan Panggung Pemaksaan Kehendak
Tajuk

Jalan Umum Bukan Panggung Pemaksaan Kehendak

16 Juni 2026
Rencana Bupati Wawancara 3 Terbaik Hasil Seleksi : Antara Hak Prerogatif dan Bayang-Bayang Transaksional
Tajuk

Rencana Bupati Wawancara 3 Terbaik Hasil Seleksi : Antara Hak Prerogatif dan Bayang-Bayang Transaksional

10 Juni 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA TERBARU

Narkoba Yang Tak Pernah Habis Diberantas

Narkoba Yang Tak Pernah Habis Diberantas

29 Juli 2026
FABEM & MASKER PRAGI Kawal Komitmen Prabowo: Dorong Desa Komoditi Hingga Revolusi Tata Kelola Pangan

FABEM & MASKER PRAGI Kawal Komitmen Prabowo: Dorong Desa Komoditi Hingga Revolusi Tata Kelola Pangan

28 Juli 2026
Menelusuri Rote Ndao Sebagai Calon Venue Surfing PON NTB-NTT 2028

PSOI Dompu Perjuangkan Lakey Peak Sebagai Venue Cabor Surfing PON NTB-NTT

28 Juli 2026
Pohon Literasi di Ruang BK: Merajut Resiliensi Remaja Lewat Teduhnya Pojok Baca

Pohon Literasi di Ruang BK: Merajut Resiliensi Remaja Lewat Teduhnya Pojok Baca

28 Juli 2026
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Pemasangan Iklan
  • Contact Us
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Tentang NTB POST

© 2022 - Ntbpost.co - Developed by Tokoweb.co

  • Beranda
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Politik
  • Kriminal
  • Pemerintah
  • Pendidikan
  • Pembangunan
  • Investigasi
  • Lainnya
    • Nusantara
    • Pariwisata
    • Sosial Budaya
    • Teknologi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
0
SHARES
900
VIEWS