• Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Pemasangan Iklan
  • Contact Us
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Tentang NTB POST
  • Login
NtbPost.co
  • Beranda
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Politik
  • Kriminal
  • Pemerintah
  • Pendidikan
  • Pembangunan
  • Investigasi
  • Lainnya
    • Nusantara
    • Pariwisata
    • Sosial Budaya
    • Teknologi
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Politik
  • Kriminal
  • Pemerintah
  • Pendidikan
  • Pembangunan
  • Investigasi
  • Lainnya
    • Nusantara
    • Pariwisata
    • Sosial Budaya
    • Teknologi
No Result
View All Result
NtbPost.co
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Koperasi Berkedok, Anggota Jadi Korban: Dinas Koperasi Didesak Tegas Awasi Lembaga Keuangan Bermasalah

admin by admin
8 Agustus 2026
in Ekonomi
0
Koperasi Berkedok, Anggota Jadi Korban: Dinas Koperasi Didesak Tegas Awasi Lembaga Keuangan Bermasalah
129
SHARES
16.5k
VIEWS
Bagikan di WhatsAppBagikan di Facebook

DOMPU — Praktik lembaga keuangan yang mengaku berbadan hukum koperasi namun beroperasi jauh dari prinsip dasarnya kembali menjadi sorotan. H. Muhamad Alexander menyampaikan keprihatinannya terhadap fenomena ini, yang menurutnya sudah cukup meresahkan dan berpotensi sangat merugikan masyarakat luas, khususnya para anggota koperasi itu sendiri.

Katanya, banyak lembaga yang menyandang nama koperasi tetapi dalam praktiknya tidak menjalankan asas dari, oleh, dan untuk kesejahteraan anggota. Padahal, prinsip tersebut merupakan fondasi utama yang membedakan koperasi dengan badan usaha lain yang berorientasi murni pada keuntungan pemilik modal.
“Banyak lembaga keuangan yang berlabel koperasi, tetapi dalam operasionalnya jauh dari prinsip koperasi,” ujar Alexander.

BERITA TERKAIT

Konsolidasi Kekuatan Baru: BPP KAPMI Menata Ulang Arah Gerak Pengusaha Muda Indonesia

Harga Cabai dan Ayam Naik di Pasar Bawah Dompu, Tomat Melonjak 50 Persen

Penerima Bantuan Pangan di Dompu Melonjak, Naik 13.799 Keluarga Dibanding Tahun Lalu

Ia menyoroti secara khusus mekanisme rapat anggota tahunan atau RAT, yang seharusnya menjadi forum pengambilan keputusan tertinggi dalam menentukan berbagai kebijakan koperasi. Dalam praktik ideal, RAT menjadi ruang bagi anggota untuk menyampaikan aspirasi, mengevaluasi kinerja pengurus, hingga menetapkan arah kebijakan usaha ke depan.

Namun realitas di lapangan sering kali berbeda. Banyak koperasi yang tidak lagi menempatkan RAT sebagai forum yang substantif, melainkan sekadar formalitas administratif yang digelar untuk memenuhi kewajiban regulasi.

Kondisi ini membuka celah bagi pengurus atau segelintir pihak untuk mengambil keputusan sepihak tanpa melibatkan anggota secara utuh. Akibatnya, kepentingan anggota kerap terabaikan, sementara kebijakan yang diambil lebih menguntungkan pihak tertentu yang mengendalikan operasional koperasi.

Alexander menekankan bahwa Dinas Koperasi selaku instansi yang membidangi pengawasan lembaga koperasi harus mengambil peran aktif. Ia meminta agar Dinas Koperasi tidak duduk manis melihat fenomena ini terus berlangsung tanpa tindakan nyata.
“Dinas Koperasi tidak boleh duduk manis melihat fenomena ini, untuk melindungi masyarakat dari pemburu rente,” tegasnya.

Istilah pemburu rente yang digunakan Alexander merujuk pada pihak-pihak yang memanfaatkan celah regulasi dan kelemahan pengawasan untuk meraup keuntungan pribadi melalui skema lembaga keuangan berkedok koperasi. Praktik semacam ini rawan menjerat masyarakat, terutama kalangan ekonomi menengah ke bawah yang menjadikan koperasi sebagai alternatif akses permodalan dan simpan pinjam.

Lemahnya pengawasan terhadap badan usaha berbentuk koperasi dinilai turut memperbesar risiko penyimpangan. Tanpa audit yang ketat serta evaluasi berkala terhadap pelaksanaan RAT, potensi penyalahgunaan dana anggota maupun praktik pengelolaan yang tidak transparan akan terus terbuka lebar.

Alexander berharap ada langkah konkret dari pemerintah daerah melalui Dinas Koperasi untuk melakukan pembenahan menyeluruh. Pembenahan itu mencakup penertiban badan usaha yang menyalahgunakan status hukum koperasi, penguatan mekanisme pelaporan, hingga pendampingan bagi koperasi agar kembali menjalankan fungsi sesuai jati dirinya.

Dia juga mengingatkan bahwa koperasi seharusnya menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi rakyat, bukan alat bagi segelintir orang untuk mencari keuntungan pribadi dengan mengatasnamakan kepentingan bersama. Jika pembiaran terus terjadi, kepercayaan masyarakat terhadap koperasi sebagai lembaga ekonomi kerakyatan dikhawatirkan akan semakin menurun.

Desakan Alexander ini menjadi pengingat bagi seluruh pemangku kepentingan, termasuk regulator, pengurus koperasi, dan anggota, untuk bersama-sama mengembalikan koperasi pada khittahnya sebagai lembaga ekonomi yang berpihak pada kesejahteraan bersama. (Idin)

 16,424 kali dilihat,  2 kali dilihat hari ini

Previous Post

Bupati Dompu Undang Pelari Se-Nusantara Ramaikan Tambora Jungle Run 2026

Next Post

Rajut Silaturrahmi di Pantai Wadu Jao, The Rosca Family Ceria Gelar Arisan Kemerdekaan

admin

admin

Related Posts

Konsolidasi Kekuatan Baru: BPP KAPMI Menata Ulang Arah Gerak Pengusaha Muda Indonesia
Ekonomi

Konsolidasi Kekuatan Baru: BPP KAPMI Menata Ulang Arah Gerak Pengusaha Muda Indonesia

22 Agustus 2026
Harga Cabai dan Ayam Naik di Pasar Bawah Dompu, Tomat Melonjak 50 Persen
Ekonomi

Harga Cabai dan Ayam Naik di Pasar Bawah Dompu, Tomat Melonjak 50 Persen

20 Agustus 2026
Penerima Bantuan Pangan di Dompu Melonjak, Naik 13.799 Keluarga Dibanding Tahun Lalu
Ekonomi

Penerima Bantuan Pangan di Dompu Melonjak, Naik 13.799 Keluarga Dibanding Tahun Lalu

20 Agustus 2026
Refleksi 81 Tahun Merdeka, Media Askar Soroti Kampus yang Masih Terkekang Kebijakan Negara
Ekonomi

Dua Wajah Indonesia: Gurita Oligarki dan Jurang Ketimpangan Kapital

18 Agustus 2026
Masuki Agustus, TPP Bulan Juni di Sebagian OPD Masih Belum Cair
Ekonomi

Masuki Agustus, TPP Bulan Juni di Sebagian OPD Masih Belum Cair

2 Agustus 2026
Efek Ganda Batu Hijau: Akselerasi Tenaga Kerja Lokal dan Penguatan UMKM KSB
Ekonomi

Efek Ganda Batu Hijau: Akselerasi Tenaga Kerja Lokal dan Penguatan UMKM KSB

16 Juli 2026
Next Post
Rajut Silaturrahmi di Pantai Wadu Jao, The Rosca Family Ceria Gelar Arisan Kemerdekaan

Rajut Silaturrahmi di Pantai Wadu Jao, The Rosca Family Ceria Gelar Arisan Kemerdekaan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA TERBARU

Anak Pantai Lakey Menuju Asian Games: Kisah Emas Bronson Meidy

Anak Pantai Lakey Menuju Asian Games: Kisah Emas Bronson Meidy

3 September 2026
HPN Lampung 2027: PWI, Sejarah, dan Ujian Inklusivitas

HPN Lampung 2027: PWI, Sejarah, dan Ujian Inklusivitas

2 September 2026
Dirangkai UKW, PWI NTB Gelar OKK Perdana Untuk Seluruh Anggota

Dirangkai UKW, PWI NTB Gelar OKK Perdana Untuk Seluruh Anggota

1 September 2026
Kas Daerah Menyusut, Tersingkap Deposito dan Paket Titipan

Pelantikan Molor Fitnah Menyebar

30 Agustus 2026
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Pemasangan Iklan
  • Contact Us
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Tentang NTB POST

© 2022 - Ntbpost.co - Developed by Tokoweb.co

  • Beranda
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Politik
  • Kriminal
  • Pemerintah
  • Pendidikan
  • Pembangunan
  • Investigasi
  • Lainnya
    • Nusantara
    • Pariwisata
    • Sosial Budaya
    • Teknologi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
0
SHARES
900
VIEWS