• Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Pemasangan Iklan
  • Contact Us
  • Peraturan Perusahaan
  • Tentang PersIndoNews
  • Login
NtbPost.co
  • Beranda
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Politik
  • Kriminal
  • Pemerintah
  • Pendidikan
  • Pembangunan
  • Investigasi
  • Lainnya
    • Nusantara
    • Pariwisata
    • Sosial Budaya
    • Teknologi
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Politik
  • Kriminal
  • Pemerintah
  • Pendidikan
  • Pembangunan
  • Investigasi
  • Lainnya
    • Nusantara
    • Pariwisata
    • Sosial Budaya
    • Teknologi
No Result
View All Result
NtbPost.co
No Result
View All Result
Home Opini

Menjaga Marwah Pacuan Kuda Dompu di Era Modernitas

Oleh : Najih Kholif Arrahman

admin by admin
14 Mei 2026
in Opini
0
Menjaga Marwah Pacuan Kuda Dompu di Era Modernitas
1.8k
SHARES
19.4k
VIEWS
Bagikan di WhatsAppBagikan di Facebook

Indonesia adalah mozaik keberagaman budaya, di mana setiap daerah menyimpan identitas unik yang diwariskan lintas generasi. Di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, identitas tersebut tercermin kuat dalam tradisi pacuan kuda. Bagi masyarakat setempat, pacuan kuda bukan sekadar kompetisi ketangkasan atau hiburan rakyat, melainkan manifestasi dari sejarah panjang dan sistem nilai yang mendalam.

Akar Sejarah dan Simbol Kehormatan

BERITA TERKAIT

Quo Vadis Tuntutan Jaksa terhadap Nadiem Makarim: Kriminalisasi Kebijakan atau Pertanggungjawaban Kekuasaan?

Merawat Demokrasi dari Hal yang Sederhana

Apakabar Industri Tekstile Indonesia ? Industri Manufaktur Penggerak utama Menopang Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Kedekatan masyarakat Dompu dengan kuda bermula dari kebutuhan fungsional. Dahulu, kuda adalah urat nadi kehidupan sebagai alat transportasi dan rekan setia petani di ladang. Seiring waktu, ikatan emosional ini bertransformasi menjadi perlombaan yang kemudian mengkristal sebagai tradisi.

Lebih dari sekadar olahraga, memiliki kuda pacu yang tangguh adalah simbol status sosial. Kemenangan di arena pacuan membawa kehormatan bagi pemiliknya, menjadikannya sosok yang disegani. Di sinilah letak uniknya: pacuan kuda adalah pertaruhan harga diri dan martabat keluarga yang terus dijaga hingga hari ini.

Napas Hukum Adat di Arena Pacuan

Pacuan kuda Dompu berdiri di atas fondasi hukum adat yang kuat. Meski tidak tertulis secara formal, aturan main dalam perlombaan ini sangat dihormati. Nilai-nilai seperti sportivitas, penghormatan terhadap lawan, dan etika berkompetisi menjadi pedoman utama.

Jika timbul perselisihan, masyarakat lebih mengedepankan musyawarah mufakat melalui peran tokoh adat daripada jalur hukum formal. Hal ini membuktikan bahwa nilai-nilai kekeluargaan dan kearifan lokal masih menjadi panglima dalam interaksi sosial mereka.

Tantangan Globalisasi dan Pergeseran Fungsi

Namun, ketahanan budaya ini sedang diuji oleh arus modernisasi. Di era digital, perhatian generasi muda mulai terpecah oleh hiburan instan di media sosial. Secara fungsional, posisi kuda pun telah digantikan oleh kendaraan bermotor, yang secara tidak langsung menurunkan populasi peternak kuda lokal.

Globalisasi membawa risiko besar: anggapan bahwa tradisi daerah adalah sesuatu yang “kuno”. Jika persepsi ini dibiarkan tanpa adanya counter-culture, identitas lokal Dompu terancam memudar dan hanya menjadi catatan sejarah.

Dampak Sosial-Ekonomi dan Sisi Gelapnya

Selain nilai filosofis, perhelatan pacuan kuda adalah katalisator ekonomi rakyat. Kerumunan penonton menciptakan pasar tumpah bagi pedagang kecil, sekaligus menjadi ruang interaksi sosial yang mempererat persaudaraan.

Namun, kejujuran dalam memandang tradisi ini juga diperlukan. Munculnya praktik perjudian di sela-sela perlombaan menjadi noda yang perlu diantisipasi. Agar tradisi ini tetap luhur, pengawasan dari berbagai pihak sangat penting agar nilai budayanya tidak tergerus oleh penyakit sosial.

Estafet Pelestarian di Tangan Generasi Muda

Masa depan pacuan kuda Dompu bergantung pada kesediaan generasi muda untuk menerima estafet budaya ini. Alih-alih menjauhi teknologi, modernisasi seharusnya dijadikan alat. Media sosial dapat dimanfaatkan untuk mempromosikan pacuan kuda Dompu ke kancah nasional maupun internasional sebagai daya tarik wisata budaya yang prestisius.

Kesimpulan

Pelestarian tradisi ini memerlukan sinergi kolektif antara masyarakat, tokoh adat, dan pemerintah. Menjaga pacuan kuda bukan berarti menolak kemajuan, melainkan merawat akar agar tidak tercerabut saat diterpa badai globalisasi. Dengan menjaga marwah pacuan kuda, masyarakat Dompu sejatinya sedang menjaga jati diri mereka sendiri di tengah dunia yang terus berubah.

 19,439 kali dilihat,  2 kali dilihat hari ini

Previous Post

Quo Vadis Tuntutan Jaksa terhadap Nadiem Makarim: Kriminalisasi Kebijakan atau Pertanggungjawaban Kekuasaan?

Next Post

Gubernur Miq Iqbal Buka KK-NTB 2026: Perkuat Pondasi, Dorong UMKM NTB Tembus Pasar Global

admin

admin

Related Posts

Kritikan Ibu Hamil Terhadap MBG Direspon Laporan Hukum
Hukum

Quo Vadis Tuntutan Jaksa terhadap Nadiem Makarim: Kriminalisasi Kebijakan atau Pertanggungjawaban Kekuasaan?

14 Mei 2026
Merawat Demokrasi dari Hal yang Sederhana
Opini

Merawat Demokrasi dari Hal yang Sederhana

25 Februari 2026
Apakabar Industri Tekstile Indonesia ? Industri Manufaktur Penggerak utama Menopang Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Opini

Apakabar Industri Tekstile Indonesia ? Industri Manufaktur Penggerak utama Menopang Pertumbuhan Ekonomi Nasional

10 Februari 2026
Tantangan Kebebasan Pers di Era Algoritme Digital
Opini

Tantangan Kebebasan Pers di Era Algoritme Digital

9 Februari 2026
PENYELESAIAN SENGKETA PROSES PEMILIHAN KEPALA DAERAH KABUPATEN DOMPU TAHUN 2020
Opini

PENYELESAIAN SENGKETA PROSES PEMILIHAN KEPALA DAERAH KABUPATEN DOMPU TAHUN 2020

13 Oktober 2024
ASN, Mau Kemana ?
Opini

ASN, Mau Kemana ?

17 Agustus 2023
Next Post
Gubernur Miq Iqbal Buka KK-NTB 2026: Perkuat Pondasi, Dorong UMKM NTB Tembus Pasar Global

Gubernur Miq Iqbal Buka KK-NTB 2026: Perkuat Pondasi, Dorong UMKM NTB Tembus Pasar Global

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA TERBARU

Reuni Lintas Angkatan SMANBIMA : Pulang Bukan untuk Nostalgia, tapi untuk Berbuat

Reuni Lintas Angkatan SMANBIMA : Pulang Bukan untuk Nostalgia, tapi untuk Berbuat

6 Juni 2026
Rupiah Tersungkur, Sandiaga Uno Punya Resep  dan Sejarah Pernah Membuktikannya

Rupiah Tersungkur, Sandiaga Uno Punya Resep dan Sejarah Pernah Membuktikannya

5 Juni 2026
DPRD Dompu Apresiasi Kemitraan Petani Tebu dengan PT SMS di Kecamatan Pekat

DPRD Dompu Apresiasi Kemitraan Petani Tebu dengan PT SMS di Kecamatan Pekat

4 Juni 2026
Bupati Dompu Resmikan Rumah Produksi Rokok PR Imilna dan Buka Pelatihan Desain Produk di Pekat

Bupati Dompu Resmikan Rumah Produksi Rokok PR Imilna dan Buka Pelatihan Desain Produk di Pekat

4 Juni 2026
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Pemasangan Iklan
  • Contact Us
  • Peraturan Perusahaan
  • Tentang PersIndoNews

© 2022 - Ntbpost.co - Developed by Tokoweb.co

  • Beranda
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Politik
  • Kriminal
  • Pemerintah
  • Pendidikan
  • Pembangunan
  • Investigasi
  • Lainnya
    • Nusantara
    • Pariwisata
    • Sosial Budaya
    • Teknologi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
0
SHARES
900
VIEWS