Berkumpul kembali sebagai satu keluarga, para alumni SMAN 1 Kota Bima mendengar ajakan dari Wali Kota H. Arahman H. Abidin SE., lulusan angkatan 1985 untuk turun tangan membangun daerah melalui gagasan, jejaring, dan pengabdian.
KOTA BIMA — Seragam putih abu-abu itu telah lama tersimpan rapi di lemari, dan bel masuk yang dulu dikejar dengan napas tersengal kini hanya hidup di dalam ingatan. Namun begitu para alumni SMAN 1 Kota Bima saling bertemu pandang dalam sebuah acara reuni, tahun-tahun yang telah berlalu seolah memendek. Wajah-wajah memang berubah, sebagian rambut memutih, tetapi persahabatan yang dirajut sejak bangku sekolah ternyata sanggup bertahan puluhan tahun.
Di ruangan itu berkumpul beragam cerita. Ada yang dahulu dikenal sebagai ketua kelas, ada yang namanya melekat karena deretan prestasi, ada yang diingat lewat suara lantangnya saat lomba pidato, bahkan ada pula yang akrab dengan panggilan ke ruang guru. Hari itu, semua latar yang berbeda-beda melebur menjadi satu.
“Semua perbedaan itu melebur menjadi satu identitas yang sama: Keluarga Besar SMAN 1 Kota Bima,” ujar Wali Kota Bima H. Arahman Abidin SE dalam sambutannya. Ia berbicara bukan hanya sebagai kepala daerah, akan tetapi juga sebagai bagian dari seorang lulusan angkatan 1985 yang pernah menapaki lorong-lorong sekolah yang sama.
Menurut Arahman, ada satu hal yang selalu mengemuka dari setiap reuni yakni, bertambahnya usia yang membuat seseorang makin menyadari bahwa hal paling berharga tidak melulu soal jabatan, gelar, atau kesuksesan yang berhasil diraih. “Tetapi juga hubungan baik yang tetap terjaga sepanjang perjalanan hidup,” tuturnya.
Dari kehangatan itu, Arahman menarik benang menuju persoalan yang lebih luas yakni, kemajuan daerah. Ia mengingatkan bahwa maju atau tidaknya sebuah daerah tidak melulu bergantung pada besarnya Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Banyak daerah, kata dia, justru tumbuh karena mampu merajut kolaborasi yang kuat antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, serta putra-putri terbaiknya yang tersebar di berbagai tempat.
Dengan melihat posisi strategis para alumni karenanya Wali Kota Bima Arahman mengajak seluruh lulusan SMAN 1 Kota Bima mengambil peran dalam pembangunan daerah sesuai kapasitas dan bidang pengabdian masing-masing. Kontribusi, tegasnya, tidak harus selalu berwujud bantuan materi.
Sumbangsih itu, lanjut dia, bisa hadir dalam bentuk gagasan, jejaring, pendampingan generasi muda, promosi investasi, dukungan terhadap pendidikan, pemberdayaan UMKM, hingga membuka akses dan peluang bagi anak-anak muda Kota Bima untuk berkembang. “Sekecil apa pun kontribusi yang diberikan, apabila dilakukan bersama-sama, akan menjadi kekuatan besar bagi kemajuan daerah,” ucapnya.
Ajakan itu mengemuka ketika Kota Bima, sebagaimana banyak daerah lain di Indonesia, sedang menghadapi tantangan fiskal yang tidak ringan. Kondisi tersebut, menurutnya, menuntut pemerintah lebih cermat menyusun skala prioritas agar program-program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat tetap dapat berjalan optimal. Justru pada situasi seperti inilah, lanjut Wali Kota, pengalaman, pengetahuan, dan jejaring yang dimiliki para alumni menjadi sangat berarti.
“Kemajuan daerah bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan tanggung jawab kita bersama sebagai anak-anak Bima yang mencintai tanah kelahirannya,” ungkapnya.
Untuk itu, ia mengajak seluruh yang hadir merawat silaturahmi dan menjaga semangat kekeluargaan yang telah lama terjalin. Lebih dari itu, ia menantang rekan-rekan seangkatan dan seluruh lulusan untuk membuktikan bahwa nama besar mereka tidak berhenti pada nostalgia.
“Alumni SMAN 1 Kota Bima bukan hanya hebat dalam cerita masa lalu, tetapi juga hebat dalam karya dan pengabdian untuk hari ini dan masa depan,” pungkasnya.
Seragam putih abu-abu boleh jadi telah berganti dengan kemeja, jas, dan beragam atribut profesi. Namun di hadapan tanah kelahiran, para alumni itu kembali berdiri sebagai satu hal yang sederhana sekaligus istimewa: anak-anak Bima. (Idin)
9,144 kali dilihat, 9,144 kali dilihat hari ini










