• Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Pemasangan Iklan
  • Contact Us
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Tentang NTB POST
  • Login
NtbPost.co
  • Beranda
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Politik
  • Kriminal
  • Pemerintah
  • Pendidikan
  • Pembangunan
  • Investigasi
  • Lainnya
    • Nusantara
    • Pariwisata
    • Sosial Budaya
    • Teknologi
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Politik
  • Kriminal
  • Pemerintah
  • Pendidikan
  • Pembangunan
  • Investigasi
  • Lainnya
    • Nusantara
    • Pariwisata
    • Sosial Budaya
    • Teknologi
No Result
View All Result
NtbPost.co
No Result
View All Result
Home Pemerintah

Kas Daerah Menyusut, Tersingkap Deposito dan Paket Titipan

admin by admin
15 Juni 2026
in Pemerintah
0
Kas Daerah Menyusut, Tersingkap Deposito dan Paket Titipan

Gedung Pemerintah Kabupaten Dompu

154
SHARES
21.3k
VIEWS
Bagikan di WhatsAppBagikan di Facebook

Pengakuan tentang merosotnya kas daerah menyingkap adanya paket proyek titipan dan kebijakan deposito sejumlah besar anggaran. Tiga kepentingan harus ada yang mengalah, pegawai, program prioritas, ataukah paket titipan.

DOMPU — Pengakuan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dompu tentang kas daerahnya yang merosot ternyata tidak meredakan persoalan, malah memperbesarnya. Begitu pernyataan itu beredar, dua dugaan langsung mengemuka secara bersamaan. Pertama, adanya paket proyek “titipan” yang menumpang di lembar anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD). Kedua, kecurigaan bahwa Pemkab sempat mengejar keuntungan dengan menempatkan dana dalam bentuk deposito bernilai besar.

BERITA TERKAIT

Plh Sekda Dompu Tegaskan Fokus Jaga Stabilitas Birokrasi dan Hormati Mekanisme Pengisian Jabatan Definitif

Kursi Sekda Dompu Terus Diisi Pejabat Sementara, Tokoh Masyarakat Desak Proses Seleksi Definitif Segera Dimulai

Pemkab Dompu Siapkan Seleksi Terbuka Jabatan Sekda, Pansel Independen Bakal Dibentuk

Screenshot

Deposito dan paket titipan adalah dua urusan terpisah tetapi, keduanya bertemu pada satu titik yang sama yakni, melambatnya belanja daerah untuk program yang semestinya dirasakan langsung oleh masyarakat.

Deposito, uang yang terkunci, belanja tertahan

Menempatkan kas daerah dalam deposito sebenarnya bukan praktik yang dilarang. Pemerintah daerah lazim memarkir dana menganggur untuk memetik bunga, dan hasilnya masuk sebagai pendapatan daerah. Persoalan muncul ketika dana yang seharusnya mengalir menjadi jalan, gedung sekolah, layanan kesehatan, atau bantuan sosial justru tertahan di rekening berjangka demi bunga. Saat itu terjadi, penyerapan anggaran melambat dan program untuk warga ikut tertunda.

Apabila kas daerah benar-benar merosot, lantas mengapa dana dalam jumlah besar sempat disimpan sebagai deposito, dan bukan dibelanjakan untuk kebutuhan rakyat ?

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Dompu, Muhammad Syahroni, SP, menyatakan dana deposito itu kini nyaris habis ditarik. “Deposito hampir semua sudah ditarik,” ujarnya.

Pernyataan itu sendiri menyimpan makna. Penarikan deposito secara besar-besaran umumnya dilakukan ketika kas operasional menipis dan pemerintah membutuhkan likuiditas cepat untuk menutup kewajiban. Dengan kata lain, jawaban Syahroni justru memperkuat gambaran bahwa kondisi keuangan daerah sedang tertekan. Akan tetapi mengapa dana sebesar itu sempat terparkir, dan apa keuntungan yang diperoleh selama uang tersebut mengendap.

Dugaan kedua menyangkut paket proyek titipan, pekerjaan yang diselipkan ke dalam APBD, kerap tanpa melalui perencanaan yang utuh. Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan paket-paket semacam ini sebagian besar bersumber dari Pokok Pikiran (Pokir) DPRD, dan hingga kini belum berjalan.

Ketika dimintai keterangan soal paket titipan, Kepala BPKAD memilih tidak menjawab. “Yang ini saya no comment,” katanya.

Sikap menahan diri itu bukan pengakuan atas apa pun, dan tidak boleh dibaca sebagai bukti. Namun dalam situasi keuangan yang sedang seret, paket pekerjaan yang sudah teranggarkan tetapi belum dieksekusi menambah beban yang harus ditanggung kas daerah. Komitmen belanja tetap tercatat, sementara uang untuk membayarnya belum tentu tersedia.

Pilihan yang tidak menyenangkan, TPP, Program Prioritas atau Pokir

Tekanan pada kas daerah memaksa Pemkab Dompu masuk ke pilihan yang sama-sama pahit. Anggaran terbatas, sementara kebutuhan berebut pada antrean yang sama yakni, Pokir DPRD, program prioritas dan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP).

Logikanya saling meniadakan. Bila Pemkab mendahulukan Pokir dan program prioritas, tentu saja ruang untuk membayar TPP menyempit dan  pegawai harus melepas tambahan penghasilan yang selama ini mereka terima. Sebaliknya, bila TPP yang diselamatkan, maka Pokir dan program prioritas yang harus dikorbankan atau ditunda.

Tidak ada opsi yang membuat semua pihak puas karena setiap rupiah yang dialokasikan ke satu pos otomatis mengurangi pos yang lain.

Bagi banyak pegawai, TPP bukan sekadar bonus, melainkan bagian dari penghasilan yang sudah dihitung untuk kebutuhan rumah tangga seperti, cicilan, biaya sekolah anak, hingga belanja harian. Ketika pembayarannya terancam, tekanan itu merembet ke keluarga-keluarga yang bergantung padanya.

Pada saat yang sama, menunda Pokir dan program prioritas berarti menunda layanan dan pembangunan yang dijanjikan kepada masyarakat luas. Apa pun yang dipilih Pemkab Dompu nanti, ada kelompok yang dirugikan.

Sampai laporan ini diterbitkan, Pemkab Dompu belum merinci secara terbuka berapa nilai kas yang tersisa, berapa besar dana yang sempat didepositokan beserta bunga yang diperoleh, serta daftar paket pekerjaan yang sudah teranggarkan namun belum berjalan. 

Tanpa keterbukaan angka, publik sulit menilai sejauh mana kondisi keuangan daerah benar-benar genting dan apakah ada pengelolaan yang patut dipersoalkan.

Banyak pertanyaan yang terus mengalir seperti, ke mana arah uang rakyat selama disimpan, siapa yang menitipkan paket dan atas dasar apa, dan pos mana yang akhirnya dikorbankan ketika kas tak lagi cukup untuk semua. Jawabannya akan menentukan siapa yang menanggung beban paling berat dari keuangan daerah yang sedang surut. (Idin)

 21,131 kali dilihat,  2 kali dilihat hari ini

Previous Post

Ketika Angka Rapor Terlalu Mulus untuk Jadi Nyata

Next Post

Jalan Umum Bukan Panggung Pemaksaan Kehendak

admin

admin

Related Posts

Plh Sekda Dompu Tegaskan Fokus Jaga Stabilitas Birokrasi dan Hormati Mekanisme Pengisian Jabatan Definitif
Pemerintah

Plh Sekda Dompu Tegaskan Fokus Jaga Stabilitas Birokrasi dan Hormati Mekanisme Pengisian Jabatan Definitif

8 Juli 2026
Kursi Sekda Dompu Terus Diisi Pejabat Sementara, Tokoh Masyarakat Desak Proses Seleksi Definitif Segera Dimulai
Pemerintah

Kursi Sekda Dompu Terus Diisi Pejabat Sementara, Tokoh Masyarakat Desak Proses Seleksi Definitif Segera Dimulai

8 Juli 2026
Pemkab Dompu Siapkan Seleksi Terbuka Jabatan Sekda, Pansel Independen Bakal Dibentuk
Pemerintah

Pemkab Dompu Siapkan Seleksi Terbuka Jabatan Sekda, Pansel Independen Bakal Dibentuk

7 Juli 2026
Kursi Pj Sekda Dompu Kosong Sebulan Lebih, Pemkab Tunggu Kepastian Kemendagri Soal Perpanjangan Kedua
Pemerintah

Kursi Pj Sekda Dompu Kosong Sebulan Lebih, Pemkab Tunggu Kepastian Kemendagri Soal Perpanjangan Kedua

6 Juli 2026
Pilkada Serentak 2024 Kabupaten Dompu, AKJ – SYAH vs BBF – DJ
Pemerintah

Jabatan Berakhir Dipercepat, Mantan Bupati dan Wakil Bupati Dompu Masih Menanti SK Pemberhentian

5 Juli 2026
NTB Jadi Lokasi Uji Coba Kebijakan Layanan Digital Pemerintah Tingkat Nasional
Pemerintah

NTB Jadi Lokasi Uji Coba Kebijakan Layanan Digital Pemerintah Tingkat Nasional

23 Juni 2026
Next Post
Jalan Umum Bukan Panggung Pemaksaan Kehendak

Jalan Umum Bukan Panggung Pemaksaan Kehendak

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA TERBARU

Prodi Pendidikan Bahasa Inggris STKIP Yapis Dompu Raih Akreditasi Baik Sekali

Prodi Pendidikan Bahasa Inggris STKIP Yapis Dompu Raih Akreditasi Baik Sekali

30 Juli 2026
Narkoba Yang Tak Pernah Habis Diberantas

Narkoba Yang Tak Pernah Habis Diberantas

29 Juli 2026
FABEM & MASKER PRAGI Kawal Komitmen Prabowo: Dorong Desa Komoditi Hingga Revolusi Tata Kelola Pangan

FABEM & MASKER PRAGI Kawal Komitmen Prabowo: Dorong Desa Komoditi Hingga Revolusi Tata Kelola Pangan

28 Juli 2026
Menelusuri Rote Ndao Sebagai Calon Venue Surfing PON NTB-NTT 2028

PSOI Dompu Perjuangkan Lakey Peak Sebagai Venue Cabor Surfing PON NTB-NTT

28 Juli 2026
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Pemasangan Iklan
  • Contact Us
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Tentang NTB POST

© 2022 - Ntbpost.co - Developed by Tokoweb.co

  • Beranda
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Politik
  • Kriminal
  • Pemerintah
  • Pendidikan
  • Pembangunan
  • Investigasi
  • Lainnya
    • Nusantara
    • Pariwisata
    • Sosial Budaya
    • Teknologi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
0
SHARES
900
VIEWS