MANDALIKA – Dengan semangat menjadikan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika sebagai episentrum sportainment dunia, InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) melakukan langkah strategis di level manajerial. I Made Pari Wijaya resmi ditunjuk sebagai General Manager (GM) The Mandalika, sebuah posisi krusial yang akan menentukan arah investasi dan operasional kawasan seluas 1.175 hektar ke depan.
Prosesi serah terima jabatan yang berlangsung di Pullman Lombok Mandalika Beach Resort pada Minggu (3/5) ini bukan sekadar rotasi rutin. Penunjukan Pari Wijaya, yang menggantikan Pelaksana Tugas Sementara (PGS) GM Agus Setiawan, membawa sinyal kuat mengenai fokus ITDC dalam memperkuat tata kelola operasional yang lebih terintegrasi.
Pari Wijaya bukanlah orang baru di lingkungan ITDC. Bergabung sejak Agustus 2006, ia merupakan saksi hidup transformasi perusahaan, termasuk saat membidangi Tim Transisi dari BTDC menjadi ITDC pada 2008. Latar belakang pendidikan Teknik Arsitektur dari Universitas Udayana memberinya perspektif teknis yang kuat dalam mengelola kawasan pariwisata terintegrasi.
Sebelum dipercaya memegang tongkat komando di Mandalika, Pari telah mengasah taji di The Nusa Dua, Bali, mulai dari staf operasional hingga menjabat sebagai Vice President Operation. Sejak 2019, ia telah berada di garis depan operasional The Mandalika, termasuk mengawal kesiapan layanan untuk berbagai ajang balap internasional yang menjadi magnet utama kawasan tersebut.
Dalam pernyataan perdananya sebagai GM, Pari mengakui bahwa tantangan di Mandalika tidaklah ringan. “KEK Mandalika memiliki kompleksitas yang sangat tinggi. Diperlukan penguatan tata kelola operasional dan kolaborasi yang solid dengan seluruh stakeholder,” ungkapnya.
Salah satu poin krusial yang ditekanan Pari adalah mengenai “pemanfaatan lahan”. Hal ini menjadi menarik mengingat KEK Mandalika masih memiliki ruang yang luas untuk pengembangan investasi di luar sirkuit. Di bawah kepemimpinannya, ITDC diharapkan mampu mendorong pertumbuhan revenue (pendapatan) melalui optimalisasi lahan yang belum tergarap, guna memastikan keberlanjutan ekonomi bagi daerah dan masyarakat lokal.
Pari juga menegaskan pentingnya dukungan masyarakat lokal sebagai generator pertumbuhan. “Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mendukung pengembangan The Mandalika,” tambahnya.
Warisan Infrastruktur Agus Setiawan
Di sisi lain, kontribusi Agus Setiawan selama menjabat sebagai PGS GM dan Vice President Project Engineering & Construction tidak bisa dipandang sebelah mata. Sebagai lulusan Teknik Sipil Universitas Mataram, Agus adalah salah satu “arsitek” di balik kesiapan infrastruktur dasar yang kini dinikmati wisatawan.
“Menjadi bagian dari perjalanan pengembangan The Mandalika adalah pengalaman yang sangat berharga. Saya percaya di bawah kepemimpinan baru, kawasan ini akan memberikan kontribusi lebih besar bagi pariwisata nasional,” ujar Agus menutup masa tugasnya di posisi tersebut.
Penunjukan ini dilakukan di saat ITDC sedang gencar mempromosikan Mandalika sebagai destinasi berbasis sportainment. Tugas Pari Wijaya kini tidak hanya memastikan sirkuit tetap berjalan lancar untuk event internasional, tetapi juga bagaimana meyakinkan investor global bahwa Mandalika adalah tempat yang aman dan menguntungkan untuk menanamkan modal.
Dengan formasi baru ini, publik kini menanti gebrakan nyata dari “tangan dingin” Pari Wijaya dalam menyelaraskan antara ambisi pariwisata kelas dunia dengan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat Nusa Tenggara Barat (NTB). (Idin)
35,821 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini










