DOMPU – Penerintah kabupaten (Pemkab) Dompu terus berupaya unruk menekan munculnya kasus stunting pada anak-anak dengan satu program prioritS yakni gerakan orang tua asuh cegah stunting (OTA Genting). Program ini merupakan jalan pintas untuk mencegah dan menurunkan kasus stunting di Dompu.
Plt Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) kabupaten Dompu, Zulkarnain kepada wartawan Selasa 27/05/2025 menyampaikan, sejak bulan Maret program Genting sudah mulai dilaksanakan berupa pembagian telor kepada setiap sasaran yakni bayi di bawah dua tahun (Baduta) dan bayi di bawah lima tahun (Balita).

“Untuk keluarga yang berresiko stunting dibagikan masing-masing dua krat telur yang pembiayaannya bersumber dari orang tua asuh (OTA),” jelasnya.
Menurut Zulkarnain, untuk mencegah terjadinya kasus stunting pada anak-anak, maka yang sangat penting untuk dilakukan adalah pemberian nutrisi atau makanan bergizi pada bayi di usia seribu hari pertama kehidupan (HPK) atau disebut dengan Baduta. “Periode ini sangat krusial untuk proses pertunbuhan dan perkembangan anak sehingga harus diupayakan agar ada pasokan nuteisi yang baik,” urai Zulkarnain.
Menjawab pertanyaan wartawan, Plt Kepala DPPKB Dompu menegaskan bahwa dipilihnya telur untuk dibagikan kepada sasaran adalah karena telur mengandung nutrisi yang tinggi, di telor terdapat protein yang baik untuk pertumbuhan dan perkembangan anak.
Karenanya dia mengajak seluruh elemen masyarakat kabupaten Dompu untuk ambil bagian dalam program orang tua asuh (OTA) guna bersama-sama berkontribusi dan mendukung percepatan penurunan kasus stunting dan mencegah terjadinya kasus stunting baru.
“Kepada bapak-bapak dan ibu-ibu yang sudah berkenan meniadi OTA kami menyampaikan apresiasi yang luar biasa semoga menjadi ladang amal nantinya,” urai Zulkarnain.
“Warga sasaran dan Pemerintah kabupaten Dompu sangat bangga memiliki orang-oang yang berhati mulai seperti bapak-bapak dan ibu-ibu karena sudah berganung di program OTA,” tambahnya. (F16/ad)











