LOMBOK TENGAH – Lengkingan mesin motor berkekuatan 1000cc itu perlahan memudar, berganti dengan desir angin pantai yang tenang. Langit senja yang mulai meredup, Mandalika tidak sedang tertidur. Dalam kemegahan aspal sirkuitnya, sebuah babak baru sedang dipahat dengan penuh ketelitian.
Mandalika Resort, dengan segala kompleksitas dan dinamika pembangunannya, kini tengah bersiap melepas satu fase awal yang penuh tantangan demi menyambut fase transformasi yang lebih matang.
Di titik krusial inilah, sebuah sinergi penting lahir. Bendera kolaborasi resmi dikibarkan yakni, Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) sepakat untuk berjalan beriringan.
Sikap optimisme terpancar jelas saat Ketua JMSI NTB, H. Boy Mashudi, dan Gresita FY Siahaan Manager Stake Holder & Publoc Relation ITDC berjabat erat. Pertemuan yang berlangsung di Bukit 360, titik tertinggi yang memandang langsung ke sirkuit dan samudera, menjadi simbol bahwa pembangunan fisik harus selaras dengan pembangunan narasi.
“Dukungan media sangat kami butuhkan untuk menjaga stabilitas informasi. Pertemuan di Bukit 360 ini adalah wujud keterbukaan kami untuk terus berkolaborasi dengan insan pers dalam memotret setiap perkembangan positif di Mandalika,” ungkap Gresita dengan nada yakin.
Bagi ITDC, media bukan sekadar penyampai berita, melainkan mitra strategis yang menjaga agar denyut nadi investasi dan pariwisata tetap sehat di mata publik nasional maupun internasional.
Kolaborasi antara JMSI dan ITDC diharapkan menjadi motor penggerak baru yang menjaga agar “api” Mandalika tetap menyala, bahkan saat kalender balap dunia sedang jeda. Tantangan besar telah menanti di depan mata, yakni optimalisasi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika sebagai destinasi sport tourism unggulan dunia.
Namun, pembangunan bukan sekadar angka kunjungan. Ada tanggung jawab moral untuk memastikan pemberdayaan UMKM lokal. Masyarakat sekitar harus menjadi pemain utama dalam ekosistem ini, bukan sekadar penonton di rumah sendiri. Di sinilah peran media pers diuji, konsisten mempromosikan keindahan alam dan kearifan lokal di luar pagar sirkuit.
Mandalika mungkin sedang menyapu debu-debu ban dari lintasannya pasca balapan. Namun, dengan kolaborasi yang kokoh antara pengelola kawasan dan insan pers, arah pembangunan kini lebih terukur.
Sinergi ini memastikan bahwa cerita tentang Mandalika tidak akan berakhir saat bendera finish dikibarkan. Melalui untaian kata dan fakta yang akurat dari jurnalisme siber, masa depan kawasan ini dipastikan akan tetap benderang, membawa harapan baru bagi masyarakat Nusa Tenggara Barat. (Idin
36,060 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini










