MANDALIKA – Pertumbuhan pariwisata di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika bukan sekadar angka di atas kertas. Selain mampu menaikan lonjakan kunjungan wisatawan, terdapat misi besar untuk menjadikan putra-putri daerah sebagai aktor utama, bukan sekadar penonton di rumah sendiri.

Gresita FY Siahaan, Manager Atake Holder & Public Relation ITDC (Indonesia Tourism Development Corporation), menekankan bahwa keterlibatan masyarakat lokal adalah kunci keberlanjutan destinasi. Fokus utama saat ini adalah memastikan rasa memiliki (sense of belonging) yang kuat di kalangan warga Lombok terhadap perkembangan Mandalika.
“Kami ingin mereka yang terlibat benar-benar orang Lombok. Bukan hanya bekerja, tapi mereka harus merasa memiliki tempat ini,” ujar Gresita.
Bicara tentang kunjungan di Mandalika, Gresita mengungkap data jumlah penonton pada event MotoGP tahun 2025 yang menunjukan adanya tren positif yang signifikan. Pada event tersebut, tercatat sebanyak 140.324 penonton memadati arena MotoGP. “artinya terjadi kenaikan sebesar 15,7 persen dibandingkan periode sebelumnya,” jelas Gresita. “Angka ini menjadi indikator bahwa daya tarik Mandalika terus menguat di mata dunia,” tambahnya.
Gres juga menyampaikan tentang kebijakn manajwmen terhadap kwalitas sumbar daya manusia (SDM) tenaga kerja, sehingga dilakukan program tranafer knowledge untuk menghadapi semakin tingginya kwantitas penonton. “ITDC sudah mengirimkan Marshal ke Malaysia. Para Marshal ini sudah dikirim ke luar negeri,” sebutnya.
Strategi ITDC dalam menampung tenaga kerja lokal juga menyentuh aspek ekonomi kreatif dan budaya. Salah satu inovasi yang menarik adalah integrasi pertunjukan seni dalam alur pengalaman wisatawan.
Setiap tujuh menit, terdapat momen khusus yang menampilkan tarian tradisional khas Lombok. Kehadiran para penari lokal ini tidak hanya memberikan nilai tambah bagi wisatawan, tetapi juga memastikan tradisi tetap lestari dan memberikan dampak ekonomi langsung bagi para seniman daerah.
Komitmen ITDC terhadap keterlibatan lokal lanjut Gres pada acara Media Gathering JMSI yang dilangsungkan di titIk ikonik bukit 360 Sirkuit Mandalika, dibuktikan dengan kehadiran lebih dari 600 UMKM yang kini beroperasi di dalam ekosistem Mandalika. Produk-produk lokal mulai dari kerajinan tangan hingga kuliner khas kini mendapatkan panggung internasional.
Dalam struktur internal dan koordinasi lapangan, ITDC juga menempatkan figur-figur kunci asal daerah. Salah satunya adalah Mas Dika, sosok asli Lombok yang mengambil peran penting dalam menjembatani kepentingan korporasi dengan pemberdayaan masyarakat sekitar. Kehadiran pemimpin lokal seperti ini dianggap krusial untuk memastikan komunikasi dan kebijakan tetap berpijak pada kearifan lokal.
Dengan pertumbuhan penonton yang diprediksi akan terus naik, tantangan ke depan adalah konsistensi dalam pembinaan. ITDC menegaskan bahwa inklusivitas tenaga kerja lokal bukan sekadar program musiman, melainkan fondasi jangka panjang.
35,396 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini










