• Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Pemasangan Iklan
  • Contact Us
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Tentang NTB POST
  • Login
NtbPost.co
  • Beranda
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Politik
  • Kriminal
  • Pemerintah
  • Pendidikan
  • Pembangunan
  • Investigasi
  • Lainnya
    • Nusantara
    • Pariwisata
    • Sosial Budaya
    • Teknologi
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Politik
  • Kriminal
  • Pemerintah
  • Pendidikan
  • Pembangunan
  • Investigasi
  • Lainnya
    • Nusantara
    • Pariwisata
    • Sosial Budaya
    • Teknologi
No Result
View All Result
NtbPost.co
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Belanja di Luar Gaji Tinggi, Keuangan Daerah Dompu Terancam Kolaps

admin by admin
12 Juni 2026
in Ekonomi
0
Heboh Perjalanan Dinas Rp19 Miliar, BPKAD Dompu Buka Suara Soal Pemangkasan Dana Pusat

Screenshot

135
SHARES
16.2k
VIEWS
Bagikan di WhatsAppBagikan di Facebook

DOMPU — Kondisi keuangan Pemerintah Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, berada dalam tekanan berat hingga pertengahan tahun anggaran 2025. Tingginya target belanja di luar belanja pegawai, dibarengi lambatnya realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD), membuat kas daerah kembang kempis bahkan sejumlah elemen masyarakat memproyeksikan kolaps sejak bulan April.

Persoalan utama bukan terletak pada tingginya belanja gaji, melainkan pada belanja-belanja lain di luar gaji yang ikut menyedot kas daerah. Besarnya target belanja itu berdampak langsung pada tingginya kebutuhan anggaran setiap bulan, sementara pemasukan tak mengimbangi laju pengeluaran.

BERITA TERKAIT

Kemensos Targetkan 2.000 KPM di Dapil NTB I Terima Bantuan PPSE Rp5 Juta Tahun Ini

Merchant QRIS Bank NTB Syariah Naik Dua Kali Lipat, Dana Tembus Rp140 Miliar

Konsolidasi Kekuatan Baru: BPP KAPMI Menata Ulang Arah Gerak Pengusaha Muda Indonesia

Sesuai proyeksi keuangan dari banyak elemen masyarakat bahwa, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Dompu semula diperkirakan mulai terguncang pada April dan kolaps pada Mei. Tekanan tersebut sempat tertunda sehingga skenario bergeser menjadi terguncang pada Mei dan diprediksikan bakal kolaps pada Juni, yakni setelah pembayaran gaji ke-13.

Penundaan kolaps itu terjadi karena sejumlah pos belanja belum berjalan penuh. Dinas Kesehatan, (Dikes) misalnya, hingga Mei baru satu kali mengajukan Ganti Uang (GU), sementara Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) di lingkup dinas tersebut baru terbayar sampai Februari. Tertahannya realisasi sejumlah pos belanja inilah yang untuk sementara menahan kas daerah dari titik kritis.

PAD baru 7,47 persen

Tekanan diperparah oleh lambatnya realisasi PAD. Target PAD dinilai dipatok terlalu tinggi sehingga sulit dikejar di lapangan. Hingga memasuki akhir semester pertama, realisasi PAD baru menyentuh kisaran 7 persen.

Lemahnya kinerja penerimaan ini juga tercermin pada pos pajak daerah. Pada 2025, realisasi pajak diperkirakan hanya sekitar Rp28,25 miliar dari target Rp33,45 miliar atau tidak mencapai 100 persen. Parahnya lagi, sadar target tahun sebelumnya tidak tercapai, justru target pajak daerah pada 2026 justru dinaikkan menjadi Rp 51,75 miliar.

Pengakuan BPKAD: Kas Sangat Terbatas

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Dompu, Muhammad Syahroni, SP, membenarkan bahwa kondisi kas daerah hingga Juni dalam keadaan tertekan.
“Uang yang ada dalam kas daerah sangat terbatas, sementara proses belanja tetap jalan,” ujar Syahroni.
Dia menjelaskan bahwa, pendapatan yang masuk ke kas daerah masih sangat bergantung pada dana transfer dari pemerintah pusat. Hingga saat ini, secara keseluruhan realisasi pendapatan daerah berada di angka 37,8 persen.

Dari sisi dana transfer, realisasi sudah mencapai 43,8 persen dari target. Sebaliknya, realisasi dari PAD bergerak sangat lambat, yakni baru di angka 7,47 persen.
“Pendapatan yang masuk ke kas daerah memang sangat tergantung pada dana transfer,” terang Syahroni, kepada wartawan via aplikas whatsapp Kamis 11/06/2026.

Terkait TPP yang untuk sementara ditunda, Syahroni menyatakan pembayarannya akan direalisasikan dengan menunggu masuknya dana transfer periode berikutnya pada akhir Juni.

Dengan struktur penerimaan yang masih bertumpu pada dana transfer dan PAD yang seret, ruang gerak fiskal Dompu pada sisa tahun anggaran 2025 diperkirakan tetap sempit.

Percepatan realisasi PAD dan pengendalian belanja di luar gaji menjadi kunci agar kas daerah tidak kembali menyentuh titik kritis. (Idin)

 16,012 kali dilihat,  2 kali dilihat hari ini

Previous Post

TPP ASN Dompu Ditunda, Saldo Kas Daerah Disebut Terbatas

Next Post

Keuangan Pemkab Dompu Terancam Kolaps, Mantan Sekda Zainal Arifin : Kelola Belanja dengan Skala Prioritas Ketat

admin

admin

Related Posts

Kemensos Targetkan 2.000 KPM di Dapil NTB I Terima Bantuan PPSE Rp5 Juta Tahun Ini
Ekonomi

Kemensos Targetkan 2.000 KPM di Dapil NTB I Terima Bantuan PPSE Rp5 Juta Tahun Ini

11 September 2026
Merchant QRIS Bank NTB Syariah Naik Dua Kali Lipat, Dana Tembus Rp140 Miliar
Ekonomi

Merchant QRIS Bank NTB Syariah Naik Dua Kali Lipat, Dana Tembus Rp140 Miliar

11 September 2026
Konsolidasi Kekuatan Baru: BPP KAPMI Menata Ulang Arah Gerak Pengusaha Muda Indonesia
Ekonomi

Konsolidasi Kekuatan Baru: BPP KAPMI Menata Ulang Arah Gerak Pengusaha Muda Indonesia

22 Agustus 2026
Harga Cabai dan Ayam Naik di Pasar Bawah Dompu, Tomat Melonjak 50 Persen
Ekonomi

Harga Cabai dan Ayam Naik di Pasar Bawah Dompu, Tomat Melonjak 50 Persen

20 Agustus 2026
Penerima Bantuan Pangan di Dompu Melonjak, Naik 13.799 Keluarga Dibanding Tahun Lalu
Ekonomi

Penerima Bantuan Pangan di Dompu Melonjak, Naik 13.799 Keluarga Dibanding Tahun Lalu

20 Agustus 2026
Refleksi 81 Tahun Merdeka, Media Askar Soroti Kampus yang Masih Terkekang Kebijakan Negara
Ekonomi

Dua Wajah Indonesia: Gurita Oligarki dan Jurang Ketimpangan Kapital

18 Agustus 2026
Next Post
Keuangan Pemkab Dompu Terancam Kolaps, Mantan Sekda Zainal Arifin : Kelola Belanja dengan Skala Prioritas Ketat

Keuangan Pemkab Dompu Terancam Kolaps, Mantan Sekda Zainal Arifin : Kelola Belanja dengan Skala Prioritas Ketat

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA TERBARU

PWI Pusat Apresiasi UKW Mandiri PWI NTB, Dorong Pemprov NTB Beri Support Menuju Porwanas 2027

PWI Pusat Apresiasi UKW Mandiri PWI NTB, Dorong Pemprov NTB Beri Support Menuju Porwanas 2027

13 September 2026
Kemensos Targetkan 2.000 KPM di Dapil NTB I Terima Bantuan PPSE Rp5 Juta Tahun Ini

Kemensos Targetkan 2.000 KPM di Dapil NTB I Terima Bantuan PPSE Rp5 Juta Tahun Ini

11 September 2026
Merchant QRIS Bank NTB Syariah Naik Dua Kali Lipat, Dana Tembus Rp140 Miliar

Merchant QRIS Bank NTB Syariah Naik Dua Kali Lipat, Dana Tembus Rp140 Miliar

11 September 2026
PWI Sumbawa Barat Periode 2026–2029 Resmi Dilantik, Usung Tema Dedikasi dan Karya

PWI Sumbawa Barat Periode 2026–2029 Resmi Dilantik, Usung Tema Dedikasi dan Karya

10 September 2026
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Pemasangan Iklan
  • Contact Us
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Tentang NTB POST

© 2022 - Ntbpost.co - Developed by Tokoweb.co

  • Beranda
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Politik
  • Kriminal
  • Pemerintah
  • Pendidikan
  • Pembangunan
  • Investigasi
  • Lainnya
    • Nusantara
    • Pariwisata
    • Sosial Budaya
    • Teknologi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
0
SHARES
900
VIEWS