• Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Pemasangan Iklan
  • Contact Us
  • Peraturan Perusahaan
  • Tentang PersIndoNews
  • Login
NtbPost.co
  • Beranda
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Politik
  • Kriminal
  • Pemerintah
  • Pendidikan
  • Pembangunan
  • Investigasi
  • Lainnya
    • Nusantara
    • Pariwisata
    • Sosial Budaya
    • Teknologi
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Politik
  • Kriminal
  • Pemerintah
  • Pendidikan
  • Pembangunan
  • Investigasi
  • Lainnya
    • Nusantara
    • Pariwisata
    • Sosial Budaya
    • Teknologi
No Result
View All Result
NtbPost.co
No Result
View All Result
Home Pariwisata

Mandalika Bangun Pilar Kedua: Wellness dan Budaya Jadi Mesin Pertumbuhan Baru

admin by admin
5 Mei 2026
in Pariwisata
0
Mandalika Bangun Pilar Kedua: Wellness dan Budaya Jadi Mesin Pertumbuhan Baru
2.4k
SHARES
29.2k
VIEWS
Bagikan di WhatsAppBagikan di Facebook

LOMBOK TENGAH — Hari ini, suasana Bazaar Mandalika berbeda dari biasanya. Tidak ada deru mesin balap atau hiruk-pikuk paddock. Yang terdengar justru instruksi instruktur yoga, alunan musik akustik dan riuh anak-anak yang mengikuti lomba mewarnai. Sebanyak 563 peserta dari berbagai latar belakang berkumpul di kawasan The Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk mengikuti Mandalika Wellness & Cultural Festival 2026 pada Minggu, 3 Mei 2026.

Mereka yang datang bukan hanya wisatawan. Komunitas wellness, pegiat kesehatan, pelaku seni, hingga masyarakat lokal turut memadati area festival. Komposisi peserta lintas segmen ini menjadi gambaran awal dari arah baru yang sedang dibangun oleh InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) dalam mengelola kawasan The Mandalika – bergerak melampaui identitas sebagai destinasi balap, menuju ekosistem pariwisata yang lebih beragam dan berakar pada komunitas.

BERITA TERKAIT

Pemprov NTB Masih Abai Terhadap Potensi Wisata di Dompu

2 Hari Terombang Ambing Gelombang Lakey, Rian Ditemukan Tak Bernyawa

Pemkab Dompu Harus Jadikan Aset Lakey Sebagai Mesin Pencetak PAD

Selama beberapa tahun terakhir,  Mandalika selalu identik dengan event motorsport berskala internasional. Sirkuit Pertamina Mandalika menjadi panggung utama, dan kalender balap menjadi penanda denyut kawasan. Model ini berhasil mengangkat citra Mandalika ke pentas global, tetapi juga memunculkan satu kelemahan struktural: kawasan cenderung sangat hidup pada periode event besar, dan relatif sepi di luar momentum tersebut.

Mandalika Wellness & Cultural Festival 2026 dapat dibaca sebagai upaya menjawab kelemahan tersebut. Festival ini bukan event berskala internasional, tetapi memiliki fungsi strategis yang berbeda. Ia hadir untuk mengaktivasi kawasan secara reguler, memberi alasan baru bagi wisatawan untuk datang, dan membuka ruang bagi komunitas untuk terlibat dalam ekosistem pariwisata.

Pergeseran ini penting karena destinasi pariwisata kelas dunia tidak cukup dibangun dari satu identitas tunggal. Bali, sebagai pembanding terdekat, tidak hanya bertumpu pada pantai atau budaya, tetapi juga pada wellness, kuliner, ekonomi kreatif, dan komunitas internasional yang tinggal di sana. The Mandalika tampaknya mulai menapaki jalur serupa, dengan menambahkan lapisan baru di atas fondasi sport tourism yang sudah terbentuk.

Festival ini dirancang dengan pendekatan yang relatif holistik. Aktivitasnya tidak hanya menyasar segmen wellness dewasa, tetapi juga keluarga, anak-anak, dan masyarakat umum. Kombinasi ini membuat festival memiliki daya tarik yang lebih luas dibanding event wellness konvensional.

Rangkaian kegiatan yang dihadirkan mencakup, Sunrise yoga sebagai pembuka yang memanfaatkan suasana pagi kawasan The Mandalika. Mini seminar tentang kesehatan dan gaya hidup berkelanjutan. Pemeriksaan kesehatan gratis sebagai bentuk pendekatan preventif. Sesi pranic healing yang merepresentasikan tren penyembuhan holistik. Pembagian makanan sehat disertai edukasi gizi. Pertunjukan musik interaktif yang mencairkan suasana. Lomba mewarnai untuk anak-anak. Aktivasi panggung Bazaar Mandalika sebagai ruang seni dan budaya.

Pendekatan lintas generasi ini menjadi salah satu kekuatan festival. Wellness tourism sering kali distereotipkan sebagai segmen eksklusif untuk kelas menengah atas atau wisatawan asing tertentu. Dengan membuka ruang bagi keluarga dan masyarakat lokal, festival ini berpeluang membentuk basis peminat yang lebih luas dan organik.

Salah satu elemen penting dari festival ini adalah penggunaan Bazaar Mandalika sebagai pusat kegiatan. Selama ini, bazaar di kawasan wisata umumnya hanya berfungsi sebagai ruang komersial. Pendekatan ITDC dalam festival ini menempatkan Bazaar Mandalika dalam fungsi yang lebih luas yakni, sebagai ruang publik pariwisata, panggung seni, dan titik temu komunitas.

Pergeseran fungsi ini relevan dengan tren global pengembangan destinasi. Ruang publik yang hidup, fleksibel, dan mampu menampung berbagai aktivitas menjadi salah satu indikator destinasi yang matang. Tanpa ruang seperti ini, kawasan wisata cenderung hanya berfungsi sebagai latar belakang foto, bukan sebagai tempat di mana pengalaman terbentuk.

Jika dikelola secara konsisten, Bazaar Mandalika berpotensi menjadi simpul aktivitas tematik sepanjang tahun: festival kuliner, pertunjukan budaya Sasak, kelas yoga reguler, pasar produk lokal, hingga event komunitas kreatif. Pola ini telah terbukti berhasil di sejumlah destinasi internasional, dan dapat diadaptasi untuk konteks NTB.

General Manager The Mandalika, Pari Wijaya, menempatkan festival ini dalam kerangka strategi yang lebih besar. Menurutnya, pengembangan kawasan tidak dapat sepenuhnya bergantung pada event internasional. Aktivasi reguler berbasis komunitas menjadi kunci untuk menjaga kawasan tetap hidup sekaligus memperluas pasar pariwisata.

“Melalui program seperti ini, kami ingin memperkenalkan ekosistem pariwisata yang lebih beragam, termasuk wellness tourism. Aktivasi kawasan berbasis komunitas menjadi salah satu kunci meningkatkan daya tarik destinasi sekaligus mendorong pertumbuhan kunjungan secara berkelanjutan,” ujar Pari.

Pernyataan tersebut memuat tiga gagasan strategis. Pertama, pengakuan bahwa diversifikasi adalah kebutuhan, bukan pelengkap. Kedua, posisi wellness tourism sebagai segmen prioritas baru. Ketiga, penekanan pada peran komunitas sebagai motor aktivasi kawasan.

Aktivasi berbasis komunitas memiliki implikasi penting. Model ini menempatkan komunitas wellness, pelaku seni, UMKM, dan masyarakat lokal sebagai pemain aktif dalam ekosistem pariwisata, bukan sekadar objek. Jika dijalankan secara konsisten, pendekatan ini dapat mengubah relasi antara pengelola kawasan dan masyarakat sekitar menjadi lebih setara dan berkelanjutan.

Pilihan ITDC untuk mengembangkan wellness tourism tidak berdiri sendiri. Sektor ini menjadi salah satu tren global yang tumbuh signifikan pasca-pandemi, dengan permintaan yang meningkat untuk pengalaman wisata yang menggabungkan kesehatan fisik, mental, dan spiritual. Indonesia memiliki keunggulan kompetitif dalam segmen ini melalui kekayaan tradisi penyembuhan, budaya, dan lanskap alam.

The Mandalika memiliki sejumlah aset yang relevan untuk segmen wellness diantaranya, Aset Relevansi untuk Wellness Tourism. Lanskap pantai dan perbukitan Mendukung aktivitas yoga, meditasi, dan retret luar ruang.
Iklim tropis Memungkinkan aktivitas wellness sepanjang tahun. Budaya Sasak Memberi dimensi kultural yang otentik dan berbeda dari destinasi lain. Infrastruktur hospitality Sudah tersedia hotel berbintang dan fasilitas pendukung. Aksesibilitas Bandara internasional Lombok memudahkan kunjungan wisatawan asing.

Kombinasi aset ini memberi Mandalika peluang untuk memposisikan diri sebagai salah satu pusat wellness tourism di Indonesia, melengkapi Bali yang selama ini mendominasi segmen tersebut. Diferensiasi dapat dilakukan melalui penguatan identitas Sasak, integrasi dengan sport tourism, serta pengembangan produk wellness yang lebih terjangkau bagi pasar domestik.

Festival ini juga memuat dimensi sosial yang patut dicatat. Lebih dari 300 orang menerima layanan kesehatan dan program makanan sehat selama acara berlangsung. Angka ini menunjukkan bahwa event pariwisata dapat dirancang dengan fungsi ganda: menarik kunjungan sekaligus memberi manfaat langsung bagi masyarakat.

Pendekatan preventif dalam kesehatan masyarakat — melalui edukasi gizi, pemeriksaan kesehatan, dan promosi pola hidup sehat — sejalan dengan kebutuhan NTB yang masih menghadapi berbagai tantangan kesehatan publik. Dalam konteks ini, festival tidak hanya menjadi instrumen ekonomi, tetapi juga instrumen sosial.

Model semacam ini relevan untuk dikembangkan lebih jauh. Event pariwisata yang memuat komponen layanan publik dapat memperkuat legitimasi sosial pengelola kawasan, sekaligus memperluas dampak positif kehadiran The Mandalika bagi masyarakat sekitar. Dalam jangka panjang, hubungan yang harmonis antara kawasan wisata dan masyarakat menjadi salah satu fondasi keberlanjutan destinasi. (Idin)

 29,206 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Previous Post

Antara Tumpukan Sampah di Akhir Pekan dan Tuntutan Nasib Petugas Kebersihan Kota

Next Post

Di Mana Lakey-Tambora dalam Skema Bali-Nusra ?

admin

admin

Related Posts

Di Mana Lakey-Tambora dalam Skema Bali-Nusra ?
Pariwisata

Pemprov NTB Masih Abai Terhadap Potensi Wisata di Dompu

1 Juni 2026
2 Hari Terombang Ambing Gelombang Lakey, Rian Ditemukan Tak Bernyawa
Pariwisata

2 Hari Terombang Ambing Gelombang Lakey, Rian Ditemukan Tak Bernyawa

29 Mei 2026
Pemkab Dompu Harus Jadikan Aset Lakey Sebagai Mesin Pencetak PAD
Pariwisata

Pemkab Dompu Harus Jadikan Aset Lakey Sebagai Mesin Pencetak PAD

18 Mei 2026
Bayang-Bayang Festival Lakey, Akankah Terhenti ?
Pariwisata

Festival Lakey Terancam Redup, Pemkab Dompu Diminta Tata Ulang Konsep

7 Mei 2026
Bayang-Bayang Festival Lakey, Akankah Terhenti ?
Pariwisata

Bayang-Bayang Festival Lakey, Akankah Terhenti ?

7 Mei 2026
PSOI Dompu Minta Cabor Selancar Ombak PON 2028 Dipertandingkan di Pantai Lakey
Pariwisata

PSOI Dompu Minta Cabor Selancar Ombak PON 2028 Dipertandingkan di Pantai Lakey

6 Mei 2026
Next Post
Di Mana Lakey-Tambora dalam Skema Bali-Nusra ?

Di Mana Lakey-Tambora dalam Skema Bali-Nusra ?

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA TERBARU

Rupiah Tersungkur, Sandiaga Uno Punya Resep  dan Sejarah Pernah Membuktikannya

Rupiah Tersungkur, Sandiaga Uno Punya Resep dan Sejarah Pernah Membuktikannya

5 Juni 2026
DPRD Dompu Apresiasi Kemitraan Petani Tebu dengan PT SMS di Kecamatan Pekat

DPRD Dompu Apresiasi Kemitraan Petani Tebu dengan PT SMS di Kecamatan Pekat

4 Juni 2026
Bupati Dompu Resmikan Rumah Produksi Rokok PR Imilna dan Buka Pelatihan Desain Produk di Pekat

Bupati Dompu Resmikan Rumah Produksi Rokok PR Imilna dan Buka Pelatihan Desain Produk di Pekat

4 Juni 2026
Bupati Dompu : Infrastruktur Masih Jadi PR Besar, Perbaikan Jalan Ditarget Tuntas 2026

Bupati Dompu : Infrastruktur Masih Jadi PR Besar, Perbaikan Jalan Ditarget Tuntas 2026

3 Juni 2026
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Pemasangan Iklan
  • Contact Us
  • Peraturan Perusahaan
  • Tentang PersIndoNews

© 2022 - Ntbpost.co - Developed by Tokoweb.co

  • Beranda
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Politik
  • Kriminal
  • Pemerintah
  • Pendidikan
  • Pembangunan
  • Investigasi
  • Lainnya
    • Nusantara
    • Pariwisata
    • Sosial Budaya
    • Teknologi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
0
SHARES
900
VIEWS