• Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Pemasangan Iklan
  • Contact Us
  • Peraturan Perusahaan
  • Tentang PersIndoNews
  • Login
NtbPost.co
  • Beranda
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Politik
  • Kriminal
  • Pemerintah
  • Pendidikan
  • Pembangunan
  • Investigasi
  • Lainnya
    • Nusantara
    • Pariwisata
    • Sosial Budaya
    • Teknologi
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Politik
  • Kriminal
  • Pemerintah
  • Pendidikan
  • Pembangunan
  • Investigasi
  • Lainnya
    • Nusantara
    • Pariwisata
    • Sosial Budaya
    • Teknologi
No Result
View All Result
NtbPost.co
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Krisis Kas Daerah Tak Pernah Dilaporkan ke DPRD, Ketua DPRD Dompu Minta Bupati Evaluasi TAPD

admin by admin
19 Juni 2026
in Ekonomi
0
Ketua DPRD Dompu Harapkan Figur Cerdas Berpenglaaman Isi Jabatan Asisten III

Ir. Muttakun Ketua DPRD Kabupaten Dompu

147
SHARES
19.3k
VIEWS
Bagikan di WhatsAppBagikan di Facebook

DOMPU — Ketua DPRD Kabupaten Dompu, Ir. Muttakun, melontarkan kritik keras kepada Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Pemerintah Kabupaten Dompu. Para pembantu Bupati yang tergabung dalam tim itu dinilai tidak pernah melaporkan maupun berkoordinasi dengan lembaga legislatif saat daerah menghadapi krisis kas. Padahal, menurut Muttakun, DPRD merupakan mitra strategis kepala daerah dalam setiap pengambilan kebijakan keuangan.

“Sangat disayangkan para pembantu Bupati yang ada dalam wadah TAPD tidak pernah berkoordinasi dengan DPRD menghadapi krisis kas daerah,” ungkapan Muttakun dalam tulisannua di beberapa group whatsapp.

BERITA TERKAIT

Tanggapi Ketua DPRD, Kepala BPKAD Dompu Sebut Penundaan Bayar Berada di Ranah Teknis

Keuangan Pemkab Dompu Terancam Kolaps, Mantan Sekda Zainal Arifin : Kelola Belanja dengan Skala Prioritas Ketat

Belanja di Luar Gaji Tinggi, Keuangan Daerah Dompu Terancam Kolaps

Ketua DPRD Dompu menilai TAPD memandang sebelah mata peran, tugas, dan fungsi DPRD. Akibatnya, persoalan pelik yang kini dihadapi rakyat dan daerah yaitu krisis kas yang membuat sejumlah program dan kegiatan tidak dapat dijalankan, sama sekali tidak pernah dilaporkan kepada dewan. Kondisi tersebut bahkan memaksa pemerintah daerah menempuh penundaan pembayaran atas kewajiban yang seharusnya mendesak untuk diselesaikan.

Dampak pada Roda Pembangunan

Muttakun mengingatkan, kebijakan penundaan pembayaran berisiko memperlambat roda pembangunan daerah. Dengan kemampuan beli masyarakat yang saat ini rendah, tertahannya pembayaran membuat peredaran uang menyusut.

Padahal lanjit Muttakun, uang yang beredar merupakan salah satu indikator denyut pembangunan di daerah.

Dia menysbut sikap TAPD yang berupaya menyelesaikan krisis kas tanpa melibatkan DPRD untuk urun rembuk sama dengan tidak menghargai posisi dewan sebagai mitra strategis Bupati Dompu.

Curiga Ada yang Ditutupi

Lebih jauh, Muttakun mempertanyakan alasan TAPD tidak pernah mengomunikasikan kondisi keuangan daerah kepada institusi DPRD. Ia bahkan menaruh curiga ada persoalan yang sengaja disembunyikan.

“Bahkan saya mencurigai ada yang ditutup-tutupi oleh TAPD sehingga krisis kas tidak pernah dikomunikasikan dengan institusi DPRD,” tuturnya.

Sejumlah pertanyaan mendasar, kata dia, hingga kini belum terjawab: apa yang sebenarnya terjadi, mengapa dan bagaimana krisis itu bisa muncul, serta sampai kapan kondisi tersebut akan berlangsung.

Muttakun menegaskan, sepanjang sejarah pengelolaan keuangan pemerintahan di Kabupaten Dompu, baru kali ini rakyat dan daerah mengalami krisis kas.

Yang membuatnya prihatin, informasi mengenai krisis kas itu justru diketahui DPRD dari pemberitaan media, bukan dari laporan resmi pemerintah daerah. “Kami di DPRD hanya mengetahui dari membaca link media,” kata Muttakun.

Bupati Diminta Mengevaluasi Kinerja TAPD

Menghadapi kondisi ini, Muttakun meminta Bupati Dompu mengevaluasi cara kerja TAPD. Ia menilai pola kerja yang tertutup justru merugikan Bupati sendiri. Sebab, setiap kali diperlukan kebijakan untuk memperkuat tata kelola keuangan, DPRD semestinya dilibatkan sesuai peran, tugas, dan fungsinya.

Muttakun juga menyampaikan sikap kelembagaan dewan. Karena tidak pernah dilaporkan dan diajak berkoordinasi dalam menghadapi krisis kas, DPRD menyatakan tidak akan ikut bertanggung jawab atas perubahan kebijakan anggaran yang dilakukan tanpa sepengetahuan dewan.

“Kami tidak akan bertanggung jawab ketika ada perubahan kebijakan anggaran tanpa sepengetahuan kami di DPRD,” tegasnya.

Ia menolak posisi DPRD diperlakukan sebagai “alat stempel” yang dibutuhkan tanda tangan pimpinannya untuk urusan administrasi.

Muttakun menegaskan, dewan perlu diberi tahu, diajak berkomunikasi, hingga turut membahas setiap perubahan kebijakan yang menurut regulasi wajib diketahui legislatif.

Muttakun bahkan mempersilakan TAPD menyelesaikan sendiri persoalan krisis kas apabila memang mampu mengatasinya tanpa urun rembuk dengan DPRD. Namun, ia mengingatkan, pola kerja semacam itu pada akhirnya merugikan rakyat dan daerah jika kemudian tetap membutuhkan keterlibatan dewan ketika muncul persoalan yang memerlukan intervensi.

Sikap yang tidak transparan, kata dia, hanya akan memperpanjang masalah. Komunikasi dengan Bupati Terjaga, dengan TAPD Belum

Pada sisi lain, Muttakun mengakui komunikasi dan koordinasi DPRD dengan Bupati Dompu di tingkat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) berjalan baik dan terawat.

Namun, kualitas komunikasi dewan dengan TAPD maupun organisasi perangkat daerah (OPD) dinilainya belum setara dengan hubungan yang terbangun bersama Bupati.

Ia berharap komunikasi dan koordinasi DPRD dengan TAPD serta OPD dapat dirawat dan ditingkatkan kualitasnya. Hal itu, kata Muttakun, menjadi modal penting untuk bersama-sama menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi rakyat dan daerah Dompu, termasuk dalam menghadapi krisis kas daerah.

Krisis Kas, Tekanan Fiskal yang Meluas pada 2026
Tekanan keuangan yang dialami pemerintah daerah bukan persoalan yang berdiri sendiri di Dompu. Sepanjang 2026, sejumlah daerah di Indonesia menghadapi tekanan likuiditas serupa.

Dalam rapat kerja Komisi II DPR RI bersama Kementerian Dalam Negeri pada Juni 2026, sebanyak 39 pemerintah daerah dilaporkan mengalami kesulitan keuangan, sebagian bahkan kesulitan membayar gaji pegawai berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan akan berkoordinasi dengan Kemendagri untuk merumuskan solusi atas kebuntuan anggaran di daerah.

Secara umum, krisis kas dan kebijakan penundaan pembayaran (tunda bayar) dipicu oleh sejumlah faktor: target Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang tidak tercapai, keterlambatan transfer dana dari pemerintah pusat, beban belanja pegawai yang besar, hingga kewajiban pembayaran utang tahun anggaran sebelumnya. Kondisi ini kerap memaksa pemerintah daerah menggeser prioritas anggaran dan menunda pencairan untuk berbagai program. (Idin)

 19,259 kali dilihat,  5 kali dilihat hari ini

Previous Post

NTB Kucurkan Rp128 Miliar untuk Desa Berdaya, Sekda Tuntut Dampak yang Terukur

Next Post

Tanggapi Ketua DPRD, Kepala BPKAD Dompu Sebut Penundaan Bayar Berada di Ranah Teknis

admin

admin

Related Posts

Tanggapi Ketua DPRD, Kepala BPKAD Dompu Sebut Penundaan Bayar Berada di Ranah Teknis
Ekonomi

Tanggapi Ketua DPRD, Kepala BPKAD Dompu Sebut Penundaan Bayar Berada di Ranah Teknis

19 Juni 2026
Keuangan Pemkab Dompu Terancam Kolaps, Mantan Sekda Zainal Arifin : Kelola Belanja dengan Skala Prioritas Ketat
Ekonomi

Keuangan Pemkab Dompu Terancam Kolaps, Mantan Sekda Zainal Arifin : Kelola Belanja dengan Skala Prioritas Ketat

12 Juni 2026
Heboh Perjalanan Dinas Rp19 Miliar, BPKAD Dompu Buka Suara Soal Pemangkasan Dana Pusat
Ekonomi

Belanja di Luar Gaji Tinggi, Keuangan Daerah Dompu Terancam Kolaps

12 Juni 2026
TPP ASN Dompu Ditunda, Saldo Kas Daerah Disebut Terbatas
Ekonomi

TPP ASN Dompu Ditunda, Saldo Kas Daerah Disebut Terbatas

11 Juni 2026
Harga Gas LPG 3 Kg Melonjak, Pemkab Dompu Turun Tangan
Ekonomi

Harga Gas LPG 3 Kg Melonjak, Pemkab Dompu Turun Tangan

8 Juni 2026
Rupiah Tersungkur, Sandiaga Uno Punya Resep  dan Sejarah Pernah Membuktikannya
Ekonomi

Rupiah Tersungkur, Sandiaga Uno Punya Resep dan Sejarah Pernah Membuktikannya

5 Juni 2026
Next Post
Tanggapi Ketua DPRD, Kepala BPKAD Dompu Sebut Penundaan Bayar Berada di Ranah Teknis

Tanggapi Ketua DPRD, Kepala BPKAD Dompu Sebut Penundaan Bayar Berada di Ranah Teknis

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA TERBARU

Tanggapi Ketua DPRD, Kepala BPKAD Dompu Sebut Penundaan Bayar Berada di Ranah Teknis

Tanggapi Ketua DPRD, Kepala BPKAD Dompu Sebut Penundaan Bayar Berada di Ranah Teknis

19 Juni 2026
Ketua DPRD Dompu Harapkan Figur Cerdas Berpenglaaman Isi Jabatan Asisten III

Krisis Kas Daerah Tak Pernah Dilaporkan ke DPRD, Ketua DPRD Dompu Minta Bupati Evaluasi TAPD

19 Juni 2026
NTB Kucurkan Rp128 Miliar untuk Desa Berdaya, Sekda Tuntut Dampak yang Terukur

NTB Kucurkan Rp128 Miliar untuk Desa Berdaya, Sekda Tuntut Dampak yang Terukur

17 Juni 2026
Rambut Memutih, Jiwa Kembali ke Masa Putih Abu-Abu: Ratusan Alumni SMAN 1 Kota Bima Bernostalgia di Pantai Lawata

Rambut Memutih, Jiwa Kembali ke Masa Putih Abu-Abu: Ratusan Alumni SMAN 1 Kota Bima Bernostalgia di Pantai Lawata

17 Juni 2026
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Pemasangan Iklan
  • Contact Us
  • Peraturan Perusahaan
  • Tentang PersIndoNews

© 2022 - Ntbpost.co - Developed by Tokoweb.co

  • Beranda
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Politik
  • Kriminal
  • Pemerintah
  • Pendidikan
  • Pembangunan
  • Investigasi
  • Lainnya
    • Nusantara
    • Pariwisata
    • Sosial Budaya
    • Teknologi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
0
SHARES
900
VIEWS