DOMPU – Aula Pendopo Bupati Dompu menjadi saksi bisu pengukuhan 42 Kepala Sekolah jenjang TK, SD, dan SMP se-Kabupaten Dompu pada Rabu (13/05/2026). Dalam khidmatnya prosesi pelantikan tersebut, publik menyoroti ketiadaan kursi orang nomor dua di Kabupaten Dompu.
Wakil Bupati Dompu tidak tampak hadir mendampingi Bupati Bambang Firdaus dalam agenda yang dianggap sakral bagi dunia pendidikan daerah tersebut. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi terkait alasan ketidakhadiran sang Wakil Bupati.
Pantauan di lokasi, deretan kursi kehormatan di barisan depan hanya diisi oleh Bupati Dompu Bambang Firdaus, Penjabat (Pj) Sekda Dompu, Plt Kepala Badan Kepegawaian PSDM Asraruddin SH, Asisten II Muhammad Nukman SH, dan Kepala Dinas Dikpora Drs. H. Muhammad Rifai M. Pd.

Ketidakhadiran Wakil Bupati dalam momen pelantikan perdana kepala sekolah di era kepemimpinan Bambang Firdaus ini memicu tanda tanya. Padahal, acara ini merupakan agenda strategis pemerintah daerah dalam menata kembali fondasi pendidikan di Bumi Nggahi Rawi Pahu.
Meski tanpa didampingi Wakil Bupati, prosesi pelantikan tetap berjalan lancar. Bupati Dompu, Bambang Firdaus, dalam sambutannya menegaskan bahwa jabatan kepala sekolah adalah amanah besar yang menuntut integritas, bukan sekadar hadiah atau status sosial.

“Jabatan ini adalah amanah berat dan tanggung jawab moral. Saya ingatkan, kepala sekolah adalah pemimpin perubahan di sekolahnya masing-masing,” tegas Bupati Bambang di hadapan para pejabat yang dilantik.
Bupati juga memberikan perhatian khusus pada masalah literasi siswa. Ia memberikan instruksi keras agar para kepala sekolah yang baru dilantik memastikan tidak ada lagi siswa kelas 5 atau 6 SD yang belum bisa membaca.
Pelantikan ini merupakan momen perdana bagi Bupati Bambang Firdaus sejak resmi menjabat setahun lalu. Pentingnya agenda ini terlihat dari kewajiban para kepala sekolah untuk menandatangani pakta integritas dan pernyataan kinerja sebagai bentuk komitmen nyata terhadap perubahan.
Publik kini menanti penjelasan dari pihak Sekretariat Daerah maupun Bagian Protokol terkait absennya Wakil Bupati dalam agenda penting ini. Ketidakhadiran pimpinan daerah dalam acara resmi kerap menjadi sorotan karena berkaitan dengan koordinasi dan sinergitas di pucuk pimpinan pemerintahan kabupaten.
Hadir dalam kegiatan tersebut jajaran pimpinan daerah dan keluarga para kepala sekolah, namun hingga acara ditutup dengan sesi foto bersama, sosok Wakil Bupati tetap tidak terlihat di area Pendopo. (Idin)
25,858 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini











