DOMPU – Pemerintah Kabupaten Dompu ke depan dituntut untuk mampu mencari anggaran tambahan untuk penyelenggaraan program prioritas pembangunan yang sudah dicanangkan melalui Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Dompu 2025 – 2030.
Pasalnya Anggaran pembangunan dan belanja daerah (APBD) Kabupaten Dompu sudah dipastikan banyak berkurang setelah adanya kebijakan pemerintah pusat yang memotong dana transfer ke daerah sebesar Rp 199,7 milyar atau sekitar 16,67 persen. Sehingga besaran dana transfer pusat untuk Kabupaten Dompu di tahun anggaran 2026 hanya berjumlah Rp 887,7 milyar.
Putra Agung Iwin Duarta, Kepala bidang (Kabid) P2EPD dan Litbang, Bappeda Litbang Kabupaten Dompu, Senin, 06/10/2025 kepada wartawan membenarkan adanya pengurangan dana transfer pusat untuk APBD tahun 2026 tersebut.
Dia menyebutkan bahwa kebijakan pemerintah pusat itu tidak membuat kiamat bagi Dompu karena Pemkab Dompu memiliki banyak ruang dan gerakan yang akan digunakan untuk menanggulangi pemotongan dana transfer ini. “diantaranya dengan melakukan loby dan mengajukan proposal ke Lembaga dan Kementerian melalui anggaran yang ada di APBN (Anggaran Pembangunan dan Belanja Negara),” urainya.
Selain itu Iwin menyebut adanya Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang dia yakini dapat menanggulangi perihal pemotongan dana transfer ini. “Artinya Pemkab Dompu masih akan tetap mampu melaksanakan program prioritas Pemkab Dompu sesuai yang tertuang di dalam RPJMD,” sebutnya.
Disebutkan bahwa target PAD Kabupaten Dompu tahun 2026 sebesar Rp 156 milyar lebih tinggi dari target tahun sebelumnya yang hanya di angka Rp 151,8 milyar. “Kita memiliki banyak sektor yang bisa digerakkan untuk terrealisasinya target PAD ini,” jelas Iwin.
Adapun angka secara persentasi pemotongan dana transfer pusat bagi pembiayaan pembangunan di Kabupaten Dompu yakni, Dana Bagi Hasil (DBH) turun 87,78%, Dana Alokasi Umum (DAU) turun 11,13% Dana Alokasi Khusus (DAK) FISIK turun 91,9%, DAK Non Fisik naik 38,82% dan Dana Desa (DD) turun 13,46%.
Menghadapi kebijakan pemotongan dana transfer ini, Bupati Dompu Bambang Firdaus yang dikonfirmasi wartawan menekankan pentingnya sikap penghematan di semua sektor organisasi perangkat daerah (OPD) terutama dengan mengurangi perjalanan keluar daerah.
“Selain itu kita akan menggenjot realisasi PAD karena kita punya banyak sektornya seperti Perikanan dan kelautan, pertanian dan perkebunan juga dari sisi usaha kecil dan menengah (UKM). Kita akan upayakan agar ekonomi di Dompu tetap dinamis,” harapnya. (Al)
35,367 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini











