• Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Pemasangan Iklan
  • Contact Us
  • Peraturan Perusahaan
  • Tentang PersIndoNews
  • Login
NtbPost.co
  • Beranda
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Politik
  • Kriminal
  • Pemerintah
  • Pendidikan
  • Pembangunan
  • Investigasi
  • Lainnya
    • Nusantara
    • Pariwisata
    • Sosial Budaya
    • Teknologi
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Politik
  • Kriminal
  • Pemerintah
  • Pendidikan
  • Pembangunan
  • Investigasi
  • Lainnya
    • Nusantara
    • Pariwisata
    • Sosial Budaya
    • Teknologi
No Result
View All Result
NtbPost.co
No Result
View All Result
Home Tajuk

DBHCHT : Anggaran Besar, Tiada Manfaat

by redaksi

admin by admin
23 April 2026
in Tajuk
0
DBHCHT : Anggaran Besar, Tiada Manfaat
1.5k
SHARES
29.3k
VIEWS
Bagikan di WhatsAppBagikan di Facebook

DOMPU – Sejak pertama kali dirujuk dalam kerangka penglolaan keuangan daerah pada sekitar tahun 2009, program Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) diharapkan menjadi instrumen afirmatif yang mampu memperbaiki taraf hidup kelompok rentan di rantai produksi tembakau. Namun, realitas di lapangan mperlihatkan ironi yang sulit dibantah.

Kabupaten  Dompu, dengan total anggaran mencapai Rp 24,29 miliar pada tahun anggaran 2025, publik berhak menaruh banyak harapan. Sayangnya, hingga kini, dampak nyata terhadap kesejahteraan petani tembakau dan buruh tani belum tampak signifikan. Di banyak tempat, praktik penjualan rokok tanpa cukai dan cukai ilegal masih marak. Fakta ini bukan hanya menunjukkan lemahnya pengawasan, tetapi juga mengindikasikan bahwa program yang dibiayai DBHCHT belum menyentuh akar persoalan ekonomi masyarakat sasaran.

BERITA TERKAIT

Jalan Umum Bukan Panggung Pemaksaan Kehendak

Rencana Bupati Wawancara 3 Terbaik Hasil Seleksi : Antara Hak Prerogatif dan Bayang-Bayang Transaksional

Ada Yang Ingin Hancurkan PWI ? Cermin Buram Pejabat di Dompu

Lebih memprihatinkan lagi, penggunaan anggaran justru mengarah pada belanja yang tidak relevan dengan tujuan utama. Pengadaan barang seperti kulkas, sofa, hingga pembiayaan kegiatan yang tidak berdampak langsung terhadap peningkatan kapasitas petani menjadi catatan serius.

Yanng lebih mencengangkan ada kegiatan tatap muka singkat (sekali kegiatan) dapat menghabiskan anggaran lebih dari Rp 100 juta. Sosialisasi tatap muka (6 kali kegiatan) dibiayai Rp 352.604.000. Artinya satu kali pertemuan menelan biaya sekitar Rp 58 juta.

Di sisi lain, progrm pelatihan yang seharusnya menjadi sarana peningkatan keterampilan petani dan buruh tani tembakau juga tidak sepenuhnya tepat sasaran. Sejumlah laporan menunjukkan bahwa peserta pelatihan justru berasal dari kalangan masyarakat perkotaan yang tidak memiliki keterkaitan langsung dengan sektor pertanian tembakau. Padahal, dalam praktik yang ideal, pelatihan semestinya dibarengi dengan pemberian alat atau bantuan konkret kepada mereka yang benar-benar membutuhkan dan berhak.

Memang, tidak dapat dipungkiri bahwa sebagian anggaran telah digunakan untuk bantuan benih, alat perajang, dan fasilitas pemanas. Namun, capaian tersebut belum cukup untuk menjawab pertanyaan mendasar, mengapa sejak program ini berjalan lebih dari satu dekade, belum ada lonjakan signifikan dalam kesejahteran petani tembakau dan buruh tani ?

Sorotan lain yang tak kalah penting adalah besarnya porsi anggaran untuk perjalanan dinas pejabat, yang mencapai sekitar 20 persen dari total DBHCHT. Angka ini menimbulkan pertanyaan serius tentang prioritas kebijakan. Ketika satu dinas dapat menghabiskan hingga Rp 500 juta hanya untuk perjalanan dinas dari pos DBHCHT, publik patut mempertanyakn keberpihakan anggaran tersebut.

Kondisi ini menegaskan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap perencanaan dan pelaksanaan program DBHCHT di daerah. Transparansi, akuntabilitas, serta ketepatan sasaran harus menjadi prinsip utama. Tanpa itu, DBHCHT berpotensi hanya menjadi anggaran rutin yang habis tanpa memberi dampak berarti.

Pemerintah daerah bersama organisasi perangkat daerah (OPD) yang mengelola dana ini perlu kembali pada ruh awal kebijakan, keberpihakan kepada petani dan buruh tani tembakau. Pengawasan harus diperketat, distribusi program harus tepat sasaran, dan setiap rupiah yang dibelanjakan harus dapat dipertanggungjawabkan manfaatnya.

Jika tidak, DBHCHT hanya akan menjadi catatan panjang tentang bagaimana sebuah kebijakan yang dirancang untuk kesejahteraan justru tersesat dalam praktik birokrasi yang jauh dari kepentingan rakyat.

 29,286 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Previous Post

DBHCHT 2026, Pentingnya Efisiensi, Regulasi, dan Pembiayaan Untuk Rakyat

Next Post

Airyn Alfarizqia, Melaju ke Ajang Puteri Anak & Remaja NTB 2026

admin

admin

Related Posts

Jalan Umum Bukan Panggung Pemaksaan Kehendak
Tajuk

Jalan Umum Bukan Panggung Pemaksaan Kehendak

16 Juni 2026
Rencana Bupati Wawancara 3 Terbaik Hasil Seleksi : Antara Hak Prerogatif dan Bayang-Bayang Transaksional
Tajuk

Rencana Bupati Wawancara 3 Terbaik Hasil Seleksi : Antara Hak Prerogatif dan Bayang-Bayang Transaksional

10 Juni 2026
Ada Yang Ingin Hancurkan PWI ? Cermin Buram Pejabat di Dompu
Tajuk

Ada Yang Ingin Hancurkan PWI ? Cermin Buram Pejabat di Dompu

9 Juni 2026
Bantuan Pangan yang Menyingkap Data Kemiskinan di Dompu
Tajuk

Bantuan Pangan yang Menyingkap Data Kemiskinan di Dompu

24 Mei 2026
Evaluasi Anggaran Birokrasi : Pemkab Dompu Perlu Bercermin pada Gubernur Jabar
Tajuk

Evaluasi Anggaran Birokrasi : Pemkab Dompu Perlu Bercermin pada Gubernur Jabar

21 Mei 2026
Antara Rencana Pembangunan dari Utang dan Kemandirian Fiskal Pemkab Dompu
Tajuk

Antara Rencana Pembangunan dari Utang dan Kemandirian Fiskal Pemkab Dompu

18 Mei 2026
Next Post
Airyn Alfarizqia, Melaju ke Ajang Puteri Anak & Remaja NTB 2026

Airyn Alfarizqia, Melaju ke Ajang Puteri Anak & Remaja NTB 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA TERBARU

Tanggapi Ketua DPRD, Kepala BPKAD Dompu Sebut Penundaan Bayar Berada di Ranah Teknis

Tanggapi Ketua DPRD, Kepala BPKAD Dompu Sebut Penundaan Bayar Berada di Ranah Teknis

19 Juni 2026
Ketua DPRD Dompu Harapkan Figur Cerdas Berpenglaaman Isi Jabatan Asisten III

Krisis Kas Daerah Tak Pernah Dilaporkan ke DPRD, Ketua DPRD Dompu Minta Bupati Evaluasi TAPD

19 Juni 2026
NTB Kucurkan Rp128 Miliar untuk Desa Berdaya, Sekda Tuntut Dampak yang Terukur

NTB Kucurkan Rp128 Miliar untuk Desa Berdaya, Sekda Tuntut Dampak yang Terukur

17 Juni 2026
Rambut Memutih, Jiwa Kembali ke Masa Putih Abu-Abu: Ratusan Alumni SMAN 1 Kota Bima Bernostalgia di Pantai Lawata

Rambut Memutih, Jiwa Kembali ke Masa Putih Abu-Abu: Ratusan Alumni SMAN 1 Kota Bima Bernostalgia di Pantai Lawata

17 Juni 2026
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Pemasangan Iklan
  • Contact Us
  • Peraturan Perusahaan
  • Tentang PersIndoNews

© 2022 - Ntbpost.co - Developed by Tokoweb.co

  • Beranda
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Politik
  • Kriminal
  • Pemerintah
  • Pendidikan
  • Pembangunan
  • Investigasi
  • Lainnya
    • Nusantara
    • Pariwisata
    • Sosial Budaya
    • Teknologi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
0
SHARES
900
VIEWS