DOMPU – Kabupaten Dompu bersiap melakukan lompatan besar dalam sektor peternakan. Tak sekadar menjadi pemain lokal, Bumi Nggahi Rawi Pahu ini terpilih sebagai satu dari sedikit wilayah di Indonesia yang mendapatkan kucuran dana hibah internasional dari Food and Agriculture Organization (FAO) melalui program Global Environment Facility (GEF) 8.
Kabar gembira ini dikonfirmasi langsung oleh Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Dompu, Ilham, SP., Rabu 29/04/2026. Program ambisius ini bukan sekadar bantuan teknis biasa, melainkan proyek multiyear yang akan berlangsung selama enam tahun, terhitung sejak 2026 hingga 2031.
Terpilihnya Dompu bukanlah perkara mudah. Dari sekian banyak kabupaten/kota di seluruh Indonesia yang diusulkan untuk mendapatkan pendanaan ini, FAO hanya menjatuhkan pilihan pada lima daerah terpilih. Dompu bersanding dengan nama-nama besar seperti, Lampung Tengah, Lampung Selatan, Kabupaten Paser (Kalimantan Timur), Kabupaten Sumbawa dan Kabupaten Dompu
Masuknya dua kabupaten dari Pulau Sumbawa (Sumbawa dan Dompu), Ilham menegaskan bahwa, wilayah NTB kini dipandang sebagai episentrum pertumbuhan peternakan nasional yang memiliki nilai strategis di mata dunia.
Katanya, dana yang digelontorkan untuk program ini tidak main-main. Total anggaran diperkirakan mencapai 12 hingga 13 juta USD (atau setara dengan kisaran Rp180 – Rp 200 miliar tergantung kurs).
Agar dana tersebut efektif, Ilham menjelaskan bahwa ada lima aspek krusial yang akan diintervensi secara menyeluruh yakni, Budidaya Pemuliaan – Memastikan genetik ternak di Dompu semakin berkualitas. Agribisnis – Mengubah pola pikir peternak dari sekadar memelihara menjadi entitas bisnis yang menguntungkan. Kesehatan Ternak – Penguatan sistem imun dan pencegahan wabah secara sistematis. Distribusi – Memperbaiki rantai pasok agar nilai jual ternak tetap tinggi di tangan peternak. Kelembagaan: – Penguatan kelompok tani dan regulasi pendukung.
Ilham juga menyampaikan, meski kontrak dimulai secara resmi di 2026, langkah awal dimulai sangat cepat. Pada minggu kedua Mei 2026, tim ahli akan melakukan road show dan silaturahmi ke Dompu untuk memetakan potensi riil di lapangan.
“Juni sudah mulai kegiatan awal untuk GEF ini. Pada tahun pertama (2026), fokus utama kami adalah Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM). Kami ingin memastikan masyarakat dan petugas siap mengelola teknologi serta sistem yang dibawa oleh FAO nanti,” ujar Ilham.
Dia berharap, dengan durasi program selama enam tahun, kabupaten Dompu tidak lagi hanya mengirim ternak hidup keluar daerah, tetapi mampu menciptakan ekosistem peternakan yang berkelanjutan dan ramah lingkungan, sesuai dengan misi utama GEF dalam menjaga keseimbangan alam. (Idin)
19,927 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini










