• Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Pemasangan Iklan
  • Contact Us
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Tentang NTB POST
  • Login
NtbPost.co
  • Beranda
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Politik
  • Kriminal
  • Pemerintah
  • Pendidikan
  • Pembangunan
  • Investigasi
  • Lainnya
    • Nusantara
    • Pariwisata
    • Sosial Budaya
    • Teknologi
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Politik
  • Kriminal
  • Pemerintah
  • Pendidikan
  • Pembangunan
  • Investigasi
  • Lainnya
    • Nusantara
    • Pariwisata
    • Sosial Budaya
    • Teknologi
No Result
View All Result
NtbPost.co
No Result
View All Result
Home Hukum

Menanti Palu Kejagung, Nestapa Camat Pajo dalam Dugaan Pungli Oknum Jaksa

admin by admin
29 April 2026
in Hukum
0
Menanti Palu Kejagung, Nestapa Camat Pajo dalam Dugaan Pungli Oknum Jaksa

Asisten Bidang Pengawasan (Aswas) Kejati NTB, I Wayan Eka Widdyara

1.8k
SHARES
26.1k
VIEWS
Bagikan di WhatsAppBagikan di Facebook

MATARAM – Tabir gelap dugaan praktik curang di Korps Adhyaksa Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mulai tersingkap. Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTB mengonfirmasi adanya temuan bukti krusial berupa penyerahan uang dalam kasus dugaan pemerasan yang melibatkan tiga oknum jaksa terhadap Imran, Camat Pajo, di Kabupaten Dompu

Temuan ini menjadi “pintu masuk” bagi Bidang Pengawasan Kejati NTB untuk membedah lebih dalam pelanggaran etik yang dilakukan oleh para pengawal hukum tersebut.

BERITA TERKAIT

Rusdiansyah Tegaskan MK Tak Pernah Putuskan Gibran Terbukti Tak Punya Ijazah

Peradi Lantik 25 Advokat Baru di Bandung, Bekali Mereka Panduan AI dan Manajemen Kantor Hukum

Instruksi Potong Gaji ASN untuk Zakat dan Infaq Dinilai Cacat Hukum

Asisten Bidang Pengawasan (Aswas) Kejati NTB, I Wayan Eka Widdyara, menegaskan bahwa penanganan kasus ini telah dinaikkan statusnya ke tahap inspeksi kasus. Keputusan ini diambil bukan tanpa alasan. Validitas penyerahan uang puluhan juta rupiah tersebut kini telah dikantongi pihak kejaksaan.

“Iya, ada (bukti penyerahan uang). Kalau enggak ada bukti, saya enggak mungkin berani menaikkan ke inspeksi kasus,” tegas Wayan Eka di Mataram, Selasa (28/4/2026).

Meski enggan merinci bentuk fisik bukti tersebut—apakah berupa dokumen transfer atau catatan tunai—Wayan memastikan bahwa pengakuan pemberi uang menjadi pilar utama. Dalam proses pemeriksaan, Imran secara konsisten mengakui adanya transaksi di bawah meja tersebut saat dirinya masih berstatus tersangka dalam perkara penganiayaan.

Kasus ini bermula dari luka lama. Saat itu, Imran tersandung kasus hukum penganiayaan. Dalalm kondisi ketidakpastian hukum, tiga oknum jaksa yang saat itu menduduki posisi strategis di Kejari Dompu diduga menjanjikan jalan keluar dengan imbalan materi.

Imran yang merasa sudah menempuh upaya damai dengan korban, mengira setoran puluhan juta tersebut akan menghentikan langkah hukumnya. Namun, realita berkata lain. Proses hukum terus bergulir hingga keluar putusan berkekuatan hukum tetap (inkrah) yang mengharuskannya mendekam di penjara.

Merasa dikhianati oleh janji palsu dan diperas di saat sulit, Imran akhirnya bernyanyi saat proses eksekusi penahanan berlangsung. Nyanyian inilah yang kemudian memicu guncangan internal di tubuh Kejati NTB.

Sayangnya, tiga oknum yang dilaporkan bukanlah jaksa fungsional biasa. Berdasarkan data yang dihimpun, ketiganya merupakan mantan pejabat teras di Kejaksaan Negeri Dompu saat kasus penganiayaan Imran bergulir. Inisial J adalah mantan Kepala Seksi Intelijen. Inisial K kala itu menjabat sebagai Kepala Seksi Pidana Umum dan Inisial IS memegang jabatan sebagai Kepala Seksi Pidana Khusus.

Saat ini, ketiga jaksa tersebut diketahui sudah pindah tugas dari Kabupaten Dompu. Namun, mutasi jabatan tidak lantas menggugurkan dugaan pelanggaran disiplin yang mereka tinggalkan.

Meskipun bukti penyerahan uang sudah di tangan, nasib ketiga oknum jaksa ini tidak diputuskan di Mataram. Wayan Eka menjelaskan bahwa wewenang Kejati NTB dalam inspeksi kasus ini terbatas pada penguatan bukti dan penelusuran pelanggaran etik.

“Kami hanya menyajikan (hasil pemeriksaan). Nanti pimpinan di Jakarta (Kejagung RI) yang menyimpulkan. Apakah diberi hukuman dan bagaimana tindak lanjutnya, itu ada di pusat,” kata Wayan. (Dat)

 26,120 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Previous Post

Menembus Sekat Patriarki : Perjuangan Encop Sopia Membedah Politik Gender di Tanah Jawara

Next Post

Memagari Integritas Medis, Sinergi RSUD Dompu dan Kejaksaan dalam Transformasi Infrastruktur

admin

admin

Related Posts

Rusdiansyah Tegaskan MK Tak Pernah Putuskan Gibran Terbukti Tak Punya Ijazah
Hukum

Rusdiansyah Tegaskan MK Tak Pernah Putuskan Gibran Terbukti Tak Punya Ijazah

7 Oktober 2026
Peradi Lantik 25 Advokat Baru di Bandung, Bekali Mereka Panduan AI dan Manajemen Kantor Hukum
Hukum

Peradi Lantik 25 Advokat Baru di Bandung, Bekali Mereka Panduan AI dan Manajemen Kantor Hukum

5 Oktober 2026
Kembangkan dan Bina Olahraga Prestasi, KONI Agendakan PORKAB Tahun 2025
Hukum

Instruksi Potong Gaji ASN untuk Zakat dan Infaq Dinilai Cacat Hukum

1 Oktober 2026
PMI Asal Mataram Kini Ditangani Kepolisian Myawaddy, Disnakertrans NTB Koordinasi dengan KBRI Yangon
Hukum

PMI Asal Mataram Kini Ditangani Kepolisian Myawaddy, Disnakertrans NTB Koordinasi dengan KBRI Yangon

25 September 2026
Pemenang Dua Tender Food Court Dompu Disanggah, Pokja Tunggu Bukti Pasti
Hukum

Pemenang Dua Tender Food Court Dompu Disanggah, Pokja Tunggu Bukti Pasti

25 September 2026
Dijanjikan Kerja di Singapura, Yanuar Berakhir di Pegunungan Myanmar: Keluarga Diminta Tebusan Rp 70 Juta
Hukum

Dijanjikan Kerja di Singapura, Yanuar Berakhir di Pegunungan Myanmar: Keluarga Diminta Tebusan Rp 70 Juta

24 September 2026
Next Post
Memagari Integritas Medis, Sinergi RSUD Dompu dan Kejaksaan dalam Transformasi Infrastruktur

Memagari Integritas Medis, Sinergi RSUD Dompu dan Kejaksaan dalam Transformasi Infrastruktur

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA TERBARU

Bronson Meydi Anak Pantai Lakey, Juara Kejurnas Surfing 2026

Bronson Meydi Anak Pantai Lakey, Juara Kejurnas Surfing 2026

20 Oktober 2026
Menunggu Pansel Kursi Sekda Domp

Menunggu Pansel Kursi Sekda Domp

19 Oktober 2026
Darurat Karhutla, FABEM Desak Presiden Ambil Komando dan Pecat Pejabat yang Lalai

Darurat Karhutla, FABEM Desak Presiden Ambil Komando dan Pecat Pejabat yang Lalai

19 Oktober 2026
Pesan Bupati Bambang Kepada Pejabat Yang Dilantik

Bupati Bambang Firdaus Sebut Hanya 25 Persen Guru Kuasai Materi, Sekolah Negeri Ditinggalkan

17 Oktober 2026
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Pemasangan Iklan
  • Contact Us
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Tentang NTB POST

© 2022 - Ntbpost.co - Developed by Tokoweb.co

  • Beranda
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Politik
  • Kriminal
  • Pemerintah
  • Pendidikan
  • Pembangunan
  • Investigasi
  • Lainnya
    • Nusantara
    • Pariwisata
    • Sosial Budaya
    • Teknologi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
0
SHARES
900
VIEWS