DOMPU – Kondisi jalan raya lintas Kecamatan Kilo, Kabupaten Dompu, hingga kini masih memprihatinkan. Sekitar 80 persen ruas jalan di kecamatan tersebut dilaporkan rusak, dengan titik terparah membentang dari Desa Mbuju hingga Desa Kramat, serta dari Desa Malaju menuju Desa Lasi. Di Desa Kramat, hanya 20 persen ruas jalan yang masih dalam kondisi baik.
Anggota DPRD Kabupaten Dompu, Syirajuddin, S.Sos, meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Barat (NTB) memberi perhatian serius dan segera memperbaiki infrastruktur jalan di wilayah tersebut.
“Kerusakan jalan di Kecamatan Kilo ini sudah berlangsung lebih dari 10 tahun. Bahkan ada tiga jalur yang kondisinya hampir putus, yaitu di Dusun Enca dan Dusun Rasta, Desa Kramat,” ujar Syirajuddin.
Menurutnya, upaya untuk mendorong perbaikan jalan ini sebenarnya sudah pernah dilakukan. Pada 2025, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Dompu bersama Camat Kilo mendatangi PUPR Provinsi NTB untuk mengajukan program perbaikan agar segera dikerjakan. Namun, hingga saat ini belum ada kejelasan maupun realisasi dari pengajuan tersebut.
“Kami sudah mengajukan ke provinsi sejak tahun lalu, tapi sampai sekarang belum ada kabar kelanjutannya,” kata Syirajuddin.
Hambat Mobilitas, Padahal Pelabuhan Nusantara Sedang Dibangun
Kerusakan jalan ini berdampak langsung pada mobilitas warga dan distribusi hasil bumi maupun hasil laut dari Kecamatan Kilo ke wilayah lain di Dompu. Warga harus menempuh perjalanan dengan waktu lebih lama dan risiko kerusakan kendaraan yang lebih tinggi akibat jalan berlubang dan rusak parah.
Kondisi ini lanjut Syirajuddin, harusnya menjadi perhatian khusus mengingat saat ini pembangunan Pelabuhan Nusantara di Kecamatan Kilo sedang berjalan. Pelabuhan tersebut diproyeksikan menjadi simpul penting untuk mendukung distribusi logistik dan hasil perikanan dari wilayah pesisir Kilo ke pasar yang lebih luas.
Katanya, tanpa akses jalan yang memadai, manfaat pelabuhan ini dikhawatirkan tidak dapat dimaksimalkan, karena distribusi barang dari dan ke pelabuhan tetap akan terhambat oleh jalan darat yang rusak.
Potensi Tuna Kilo Perlu Dukungan Infrastruktur
Wakil Rakyat utusan Partai Demokrat ini menegaskan bahwa Kecamatan Kilo dikenal memiliki potensi perikanan laut yang cukup besar, khususnya ikan tuna. Perairan laut Kilo selama ini menjadi salah satu penghasil tuna yang cukup diandalkan nelayan setempat.
“produksi ikan tuna dari wilayah kami (Kecamatan Kilo. Red) berpotensi mendukung perekonomian daerah dan kebutuhan pasar ikan baik di tingkat lokal maupun untuk dikirim ke luar daerah.” terang Syirajuddin
Namun dia menyesalkan, potensi besar tersebut belum diimbangi dengan dukungan infrastruktur jalan yang layak. Nelayan dan pelaku usaha perikanan di Kecamatan Kilo menghadapi kendala dalam mendistribusikan hasil tangkapan secara cepat dan efisien akibat akses jalan yang rusak.
“akibat kerusakan akaes jalan raya ini maka tentu menurunkan kualitas hasil tangkapan sebelum sampai ke tujuan.” ungkapnya prihatin.
Syirajuddin berharap Pemprov NTB dapat segera merealisasikan perbaikan jalan di Kecamatan Kilo, sejalan dengan pembangunan Pelabuhan Nusantara dan potensi besar sektor perikanan di wilayah tersebut, agar masyarakat dapat merasakan manfaat pembangunan secara menyeluruh. (Idin)
19,257 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini











